Berawal dari Denok Kenang Semarang

meutia larasatiMelompat lebih tinggi! Kalimat tersebut sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan Meutia Larasati, lulusan S1 Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro. Berawal dari keikut sertaanya di ajang Denok Kenang Semarang pada tahun 2011. Meutia telah meraih banyak kesempatan dan prestasi.

“Setelah Menjadi Denok Semarang 2011, tahun 2012, saya menjadi Putri Pariwisata Jawa Tengah, dan juga Wakil Jawa Tengah dan Indonesia dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara ke Australia untuk periode tahun 2012/2013. Saya merasa semua prestasi itu saya dapat berangkat dari menjadi Denok Semarang 2011,” papar gadis kelahiran 12 Juli 1990 ini.

Dengan menjadi salah satu Denok Semarang, banyak pengalaman dan pengetahuan tentang budaya yang didapat penyuka travelling ini. Sehingga bisa menjadi bekal untuk promosi ke skala yang lebih besar, yaitu Nasional dan Internasional.

“Dari menjadi Denok Semarang 2011 juga saya dilibatkan dalam tugas-tugas yang membuat saya bertemu dengan orang-orang hebat dengan concern yang sama, yaitu pariwisata dan budaya, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga bisa saya bilang manfaat dari mengikuti Denok Kenang bagi saya adalah dapat menambah wawasan, pergaulan, dan pengalaman,” ungkap penyuka Lumpia Semarang ini.

Dengan berbagai pengalamannya tersebut tentu Meutia sangat paham dengan potensi pariwisata Semarang. Menurutnya, Semarang merupakan kota metropolitan yang sangat tepat jika disebut sebagai kota MICE (Meetings, incentives, conferences, and exhibitions).  Ini karena Semarang memiliki aset di bidang tersebut, beberapa hotel bintang lima, lengkap dengan berbagai fasilitasnya.

“Semarang sebuah kota metropolitan yang masih memiliki bukti nyata sejarah berupa Kota Lama dengan kawasan pengaruh yang terluas se Indonesia, juga landmark Lawang Sewu yang merupakan bangunan arsitektur Belanda yang berdiri sejak 1907, memberi suatu pemandangan kontras yang membuat Semarang berbeda dengan ibu kota propinsi lainnya. Modern dan heritage jadi satu dalam Kota Semarang,” papar cewek yang memiliki hobi membaca ini.

Tidak hanya itu, Semarang menurutnya, juga bisa menjadi tujuan utama wisata religi di Indonesia. Destinasi wisata religi lengkap, karena Semarang memiliki tempat monumental bagi 5 agama besar di Indonesia. “Lengkap menurut saya, jadi kalau aset sudah ada, developingnya tinggal promosi dan maintenance saja kan?” tegas cewek yang juga suka Bandeng Presto ini.

Berkait dengan Hari Jadi Semarang ke-466 yang jatuh pada 2 Mei nanti, Meutia berharap Semarang menjadi kota yang lebih baik. Target kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Semarang bisa tercapai dan meningkat setiap tahunnya, dan semakin bersinerginya pihak-pihak yang terkait untuk pengembangan pariwisata kota Semarang.

“Juga semakin suksesnya media-media promosi pariwisata agar semakin menghebohkan gaung promosi pariwisata di Semarang. Apapun itu programnya, baik dari pemerintah maupun swasta, asal bertujuan untuk semakin mem-familiar-kan kota Semarang, saya mendoakan yang terbaik…” harap penggemar buku “Shopaholic Series by Sophie Kinsella” ini.

Advertisements

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: