Mendukung dan Memajukan Pariwisata Semarang

penggiat wisata semarangSebuah pagi selalu identik dengan aktivitas di dalam kantor. Namun pagi itu, di sebuah hotel yang baru diresmikan di Semarang, tampak orang-orang datang menghadiri sebuah acara. Tidak tenggung-tanggung mereka yang datang kebanyakan orang yang berada di pucuk pimpinan perusahaan. Baik itu manager, general manager, kepala dinas, ataupun pemilik perusahaan.

Siapakah mereka? Ya, inilah Forum Penggiat Pariwisata Semarang. Sebuah forum tempat berkumpulkan para penggiat pariwisata di Semarang. Forum Coffee Morning atau kadang disebut Morning Tea merupakan salah satu agenda rutin dari forum ini. Tapi jangan salah, meski yang datang banyak dari para pucuk pimpinan, forum ini bukannya forum yang formal, tapi sebuah forum santai yang diharapkan mampu memberi dampak yang signifikan bagi pariwisata di Semarang.

“Penggiat Pariwisata Semarang adalah suatu forum para penggiat pariwisata yang terdiri atas PHRI, Asita, Pusat Oleh-oleh, Airlines, EO, Akademisi, Komunitas Mahasiswa, Blogger, dan beberapa SKPD serta media yang secara rutin, sebulan sekali, berkumpul dalam suatu acara Coffee Morning atau Morning Tea,” papar Benk Mintosih, General Manager Hotel Horison Semarang, salah satu pelopor forum ini saat pembukaan acara.

Lebih lanjut, Pak Benk begitu panggilan akrapnya, melanjutkan bahwa Coffee Morning diadakan sebagai forum untuk berdiskusi mengenai hal-hal positif tentang bagaimana membuat Kota Semarang menjadi semakin semarak, khususnya untuk sektor pariwisata sehingga PAD meningkat. “Coffee Morning tersebut murni disponsori oleh hotel-hotel berbintang dan murni merupakan swadaya dari anggota penggiat pariwisata,” tambahnya.

Dalam Coffee Morning yang berlangsung di Best Western Star Hotel Semarang pagi itu, tampak ruangan yang digunakan penuh para peserta yang tampak antusias. Tentu dalam pertemuan-pertemuan lainnya yang telah digelar juga selalu ramai dihadiri para penggiat pariwisata. “Bulan Februari ini adalah forum yang ke-13 yang telah kita gelar,” ungkap Benk Mintosih.

Seperti pada Coffee Morning sebelumnya yang selalu menghadirkan narasumber utama sesuai tema yang dibahas, pada Coffee Morning yang ke-13 pembicara yang dihadirkan pun merupakan sumber utama. Yaitu Rizki Handayani (Direktur MICE dan Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia), Prasetyo Aribowo (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah), dan Nurjannah (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang).

Rizki Handayani dalam kesempatan tersebut banyak mengemukakan bagaimana peran sektor MICE (Meeting , Incentive, Conferences and Exhibition) dalam upaya meningkatkan perekonomian suatu daerah. Dia juga mengungkapkan bagaimana tren wisata syariah yang sedang berkembang saat ini. Serta bagaimana pemerintah mendukung sektor pariwisata dengan menggelar ICMITM (Indonesia Corporate Meeting and Incentive Travel Mart).

“Tahun 2013 ICMITM akan digelar di Semarang. Ini merupakan sebuah event business travel mart yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan fasilitas guaranteed appointments serta kesempatan untuk melakukan networking dengan buyer yang telah terseleksi dan memenuhi syarat. Akan ada banyak kesempatan berharga untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan para pemegang keputusan,” paparnya.

Sementara dari Dinbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) baik Jateng maupun Semarang banyak mengemukakan tentang kesiapan Semarang dan Jawa Tengah untuk menyambut wisatawan yang datang. Berbagai acara akan digelar agar para wisatawan bisa menikmati kunjungannya ke Semarang. “Kami berusaha untuk membuat wisatawan nyaman dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, sehingga mereka ingin datang kembali,” jelas Prasetyo Aribowo.

Berbagai informasi menarik dan penting, memang banyak yang bisa didapatkan dan didiskusikan dalam forum ini. Tidak heran begitu waktu tanya jawab dibuka, banyak peserta yang sangat antusias untuk ikut berperan didalamnya. Banyak solusi maupun kebijakan yang akhirnya lahir dari forum ini.

“Hal-hal yang telah dicapai dengan adanya forum ini di antaranya adalah bersatunya para pengelola hotel dan travel agent. Event-event di Semarang menjadi semakin terkomunikatif dan terkoordinasi. Tingkat hunian hotel yang naik secara signifikan. Perbaikan SDM Lawang Sewu, pengemudi taksi, Bandara dan lainnya. Rasa memiliki masyarakat Semarang terhadap event semakin tinggi. Perang tarif terhindarkan, dan Semarang semakin banyak dikenal orang,” papar Benk Mintosih.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: