Geliat Bisnis di Tahun Wisata

geliat bisnis wisataSejak 2010 hingga saat ini, Semarang tampak banyak berbenah untuk menyukseskan gelaran Visit Jawa Tengah (Jateng) 2013. Sebagai ibu kota Jateng, Kota Semarang tentu memiliki tanggung jawab besar untuk kesuksesan acara tersebut. Tantangan tersebut dijawab dengan sangat antusias oleh para pegiat dan pebisnis yang bergerak di bidang pariwisata di Semarang.

Geliat bisnis tersebut tampak dari bermunculannya hotel-hotel baru di Kota Lumpia ini. Ini tentu menandakan bahwa kebutuhan tempat menginap di Semarang semakin tumbuh. “Sejak digelarnya Visit Jateng 2013, hotel-hotel di Semarang selalu penuh,” ungkap Benk Mintosih, General Manager Hotel Horison Semarang dalam acara bincang dengan Gubernur Jateng, yang digelar di Hotel Dafam belum lama ini.

Tumbuhnya ekonomi yang berkait dengan pariwisata memang menjadi salah satu target dari Visit Jateng 2013. Gubernur Jateng Bibit Waluyo bahkan berpendapat bahwa Jateng memang memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Jika terus ditingkatkan, sektor pariwisata akan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Jateng.

“Potensi pariwisata Jateng itu nomor empat di Indonesia. Karena itu, perlu sebuah program untuk mengangkat sektor pariwisata di wilayah ini. Tahun 2011 kami memulai dengan konsep dan konsolidasi. Tahun 2012 digunakan untuk promosi. Tahun 2013 tahap aktualisasi, di sini sudah terasa grafik peningkatan kunjungan wisata,” papar Gubernur saat dialog dengan pegiat wisata di Hotel Dafam.

Kesiapan dalam Visit Jateng 2013, juga tampak dari berbagai pembangunan infrastruktur. Menurut Gubernur, ada empat fokus pembangunan yang dilakukan pemerintah. Yaitu pembangunan tol Semarang – Solo, perbaikan Pelabuhan Tanjung Emas, perbaikan Bandara Ahmad Yani, dan pembangunan double track kereta api.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng Prasetyo Aribowo, juga mengungkapkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian sangat bagus. Di tahun 2012, tercatat Rp 38 triliun sumbangan pariwisata terhadap ekonomi nasional. Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 30 triliun rupiah.

Sektor pariwisata di Jateng lanjutnya sesuai dengan hitungan dari BPS (Badan Pusat Statistik), mampu menyerap sekitar 628 ribu orang pekerja. Sumbangan terhadap pajak juga tidak kecil, tahun 2012 tercatat sekitar Rp 991 miliar pajak dari pariwisata. Sedangkan target wisatawan dalam negeri yang dicanangkan di tahun 2013 sebanyak 25 juta, bahkan hampir tercapai di tahun 2012.

Tentu geliat bisnis di sektor pariwisata tidak hanya berhenti dengan gelaran Visit Jateng 2013. Justru, jika para wisatawan yang datang ke Jateng selama ini merasa puas dengan kunjungannya, peningkatan kunjungan wisatawan akan terus terjadi. Tentunya kue bisnis di sektor pariwisata akan semakin menggiurkan.

Advertisements

One Response

  1. semarang jooss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: