Empat Strategi untuk Sukseskan Pariwisata Jateng

TrenggonoSaat kita mengunjungi suatu tempat dan merasa senang, tentu kita akan mengabarkan rasa puas kita itu kepada teman, saudara, dan orang-orang yang meminta saran tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. Hal tersebut tentu disadari betul oleh mereka yang bergerak di bidang pariwisata. Para pegiat pariwisata tentu ingin wisatawan yang datang, merasa senang dan ingin datang kembali.

“Untuk Visit Jateng (Jawa Tengah) 2013 kami telah menyusun dan melaksanakan empat strategi. Dimana pengembangan destinasi menjadi fokus pertama dalam strategi tersebut. Pengembangan destinasi meliputi aksesibilitas, atraksi, aktivitas, dan amenitas,” papar Trenggono, Kepala Bidang Pemasaran Dinbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Jawa Tengah (Jateng) saat ditemui di kantornya.

Aksesibilitas merupakan kemudahan untuk mencapai obyek wisata. Atraksi berupa pertunjukan yang bisa dinikmati para wisatawan. Aktivitas adalah hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan wisatawan. Sedang amenitas adalah segala sesuatu yang memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk memenuhi kebutuhannya selama berwisata.

“Strategi yang kedua adalah pembinaan industri yang berkait dengan pariwisata, seperti hotel, travel agent, restoran, ataupun EO (event organizer). Kami telah memberikan pelatihan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), pelatihan pemandu atau guide dan driver. Selain itu kami juga menumbuhkan kelompok sadar wisata, terutama di sekitar lokasi wisata,” tambah pria kelahiran Klaten, 19 Juli 1962.

Lebih lanjut pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Pelayanan Informasi dan Pengembangan Usaha Pariwisata ini mengungkapkan, pengembangan SDM (sumber daya manusia) merupakan strategi ketiga yang telah dilaksanakannya. “Semua pelaku pariwisata yang bisa disentuh akan kami ajak untuk pengembangan,” tambahnya.

Untuk strategi keempat, lanjut pria yang pernah bekerja di hotel ini, adalah promosi. “Promosi ada beberapa jalur, seperti pameran, mengundang media, atau menggandeng sponsor untuk mempromosikan Jateng. Ini kami lakukan untuk promo dengan biaya yang besar, seperti promo di televisi,” ungkapnya.

Dengan empat strategi tersebut, dampaknya sudah mulai terlihat. Yang paling menonjol adalah munculnya hotel dimana-mana hampir di seluruh Jateng. Hotel berkembang ketika banyak orang berkunjung ke Jateng. Pariwisata, lanjut Trenggono, adalah penggerak ekonomi suatu daerah.

“Visit Jateng 2013 keuntungan langsung akan dapat dirasakan masyarakat dan para pebisnis yang bergerak di bidang pariwisata, seperti hotel, restoran, tempat oleh-oleh, dan lainnya. Pemerintah provinsi hanya sebagai fasilitator dan berharap bersama unsur masyarakat lain bersatu-padu memajukan pariwisata,” paparnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: