Perdesti Menjawab Kebutuhan Medik Estetika

Beredarnya krim kecantikan yang ternyata mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Serta anggapan masyarakat bahwa setiap produk kecantikan bisa diterapkan kepada semua orang. Adalah sedikit permasalahan yang sering dijumpai di tengah masyarakat berkait dengan perawatan kecantikan. Pemahaman perawatan kecantikan yang benar menjadi salah satu solusinya.

“Salah satu dampak nyata yang ingin kami hadirkan di tengah masyarakat adalah masyarakat semakin paham bagaimana perawatan kecantikan yang benar dan tidak harus mahal. Selain itu masyarakat juga paham tenaga medis yang boleh melakukan tindakan medis,” jelas dr Heru P Gumay, MM, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (Perdesti) Jateng.

Pemilik Semesta Beauty Clinic ini menambahkan, Perdesti Jateng juga berharap masyarakat semakin paham memilih krim atau produk kecantikan, sehingga terhindar dari krim kecantikan yang merugikan bagi kesehatan, baik itu efek dalam jangka waktu pendek atau dalam jangka waktu panjang.

Latar belakang dibentuknya Perdesti sendiri di antaranya adalah karena kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan Medik Estetika berkembang sangat pesat. Sedangkan regulasi, legalitas maupun kapabilitas insan medis belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat tersebut secara maksimal.

“Kami memiliki visi untuk mengembangkan keilmuan di bidang Medik Estetika secara optimal dalam berbagai aspek terkait guna mendarmabaktikan diri kepada masyarakat dan negara,” jelas dr Heru, saat ditemui di kliniknya.

Sedangkan misi dari Perdesti, di antaranya adalah meningkatkan profesionalisme dokter-dokter Estetika Indonesia. Menyusun pola pendidikan dan pelatihan ilmu kedokteran estetika melalui penggalangan kerjasama dengan disiplin ilmu kedokteran terkait baik secara nasional maupun internasional.

Selain itu, missi Perdesti adalah mensosialisasikan kepada masyarakat, pemerintah dan lembaga/elemen terkait baik nasional maupun internasional akan keberadaan Medik Estetika dan Perhimpunannya. “Salah satu yang terpenting adalah kami bisa memberikan pelayanan estetika medis ke masyarakat, dengan biaya yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Perdesti adalah perhimpunan dokter seminat, dokter-dokter anggota IDI dengan minat yang sama di bidang Medik Estetika, bersifat multidisipliner dan tidak berpredikat ahli, bersifat bebas, tidak mencari keuntungan, dijiwai oleh Sumpah Dokter Indonesia serta mematuhi Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Salah satu tujuan Perdesti adalah meningkatkan profesionalisme dokter-dokter Estetika Indonesia, dengan memperdalam dan mengembangkan pengetahuan atau ketrampilan anggota di bidang Medik Estetika. Untuk diamalkan demi kepentingan kesehatan bangsa Indonesia khususnya dan kesejahteraan pada umumnya.

“Untuk Perdesti Jateng, kami memiliki kegiatan seperti diskusi, simposium, dan workshop yang berkait dengan Medik Estetika. Untuk kegiatan sosial kami mengadakan konsultasi gratis, penyuluhan bahaya krim merkuri dan silikon bagi kecantikan,” papar dokter yang terkenal sebagai dokter gaul ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: