Arisan, Uang Penting, Silaturahmi Lebih Penting

Friends and good manners will carry you where money won’t go. (Margaret Walker)

Awalnya adalah keinginan setiap orang untuk bisa berkumpul atau bersilaturahmi dengan lainnya. Maklum, secara kodratiah, seseorang selalu ingin menikmati kebersamaan dengan orang lain. Namun ketika berhadapan dengan kesibukan dari masing-masing orang, berkumpul atau bersilaturahmi bisa menjadi salah satu aktivitas yang tidak mudah. Dibutuhkan suatu pengikat agar proses saling bertemu antarindividu bisa lancar berjalan. Nah, arisan dapat dijadikan pengikat tersebut.

Arisan, seperti sudah dikenal umum adalah aktivitas pertemuan sejumlah peserta yang ditentukan jumlahnya, dengan mengumpulkan uang secara teratur pada periode tertentu untuk diberikan kepada salah satu peserta, dan pada akhir periode semua peserta mendapat bagian. Di sekitar kita, mudah sekali menemukan kumpulan orang yang menggelar kegiatan arisan. Maklumlah, arisan ini bisa digelar mulai dari lingkungan tempat tinggal, keluarga, hingga di kantor. Tak termungkiri, arisan menjadi semacam alasan bagi orang untuk kumpul-kumpul dan bertemu teman atau keluarga yang sehari-hari sulit ditemui.  Jadi jelas, tujuan utama arisan adalah benefit sosialnya, yaitu untuk menjalin silaturahmi.

Jenis arisan sangatlah beragam bergantung latar belakang para pesertanya. Sebut saja arisan keluarga, arisan komunitas, arisan kantor, dan sebagainya. Model, pola, dan cara penarikan uang arisan pun beragam pula bergantung atas kesepakatan peserta. Begitu pula besaran uang yang “wajib” dibayarkan peserta, bergantung atas kesepakatan sebelum arisan dimulai.

Meski begitu, apa pun bentuk, model, pola, cara berikut besaran uang penarikan arisan, pada awalnya dilandasi oleh keinginan para pesertanya untuk saling bersilaturahmi. Uang atau penarikan uang oleh peserta, seperti sudah disebutkan, sebenarnya hanya menjadi pengikat pertemuan silaturahmi. Jelas sekali, dari sisi pergaulan arisan memang bermanfaat sebagai sarana sosialisasi, bergaul, atau kumpul secara rutin (paling tidak sebulan sekali) dengan peserta arisan lainnya.

Tentu saja, masih ada manfaat lain dari pertemuan arisan. Sudah menjadi rahasia umum, arisan selain untuk bersilaturahmi, peserta sering memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif. Sebut saja berbisnis. Pertemuan bisnis bisa dimulai atau bahkan berlangsung dalam suatu pertemuan arisan. Contoh sederhana, pada arisan di kalangan ibu-ibu, ada sebagian peserta yang membawa barang-barang dagangan yang dipasarkan di situ.

Bagi para peserta, arisan bisa dipakai sebagai medium menabung atau berinvestasi. Ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami kesulitan menabung atau berinvestasi. Jadi, begitu banyak manfaat yang bisa diambil dari aktivitas arisan. Tentu saja tanpa melupakan tujuan awalnya, yakni bersilaturahmi.

Tapi adakalanya arisan juga menimbulkan ekses negatif, terutama yang ikut arisan dengan tujuan berinvestasi. Ini terjadi bila ada pola bandar dalam arisan dan secara kebetulan si bandar bukan orang tepercaya. Begitu banyak kasus pelarian uang arisan, dan hal seperti itu tentu saja menodai proses silaturahmi.

TIPS
Agar arisan benar-benar sesuatu yang positif dan aman, berikut beberapa tips arisan yang sehat dan aman:

1. Sadari benar-benar tujuan utama arisan itu untuk bersilaturahmi.
Kalau ikut arisan dengan tujuan utama bersilaturahmi, Anda akan lebih siap mental untuk menghadapi risiko kerugian tertentu. Meski begitu, Anda juga perlu mencermati atau mengenal peserta lainnya. Apa Anda tahu persis siapa saja mereka? Tepercaya atau tidak? Apa para peserta juga memiliki keinginan bersilaturahmi yang besar?

2.  Manfaatkan benar-benar arisan sebagai sarana memperluas jaringan pemasaran (bagi yang memiliki produk untuk dipasarkan).

3.  Manfaatkan arisan sebagai sarana berlatih menabung secara rutin dan merencanakan keuangan jangka pendek.

4.  Perhitungkan benar kemampuan Anda.
Ini untuk arisan yang bentuknya pengumpulan uang. Anda harus memperhitungkan benar-benar kemampuan Anda membayar jumlah uang arisan. Jangan sampai Anda mengorbankan kebutuhan lain yang lebih utama lantaran Anda harus membayar uang arisan yang Anda ikuti. Jadi, yang memastikan jumlah itu besar atau kecil, benar-benar Anda sendiri, bukan ukuran masyarakat umum ataupun ukuran rekan pergaulan Anda.

5. Jangan ikut arisan terlalu banyak.
Ini berhubungan dengan kemampuan Anda membayar kewajiban arisan. Kalau Anda tidak mempertimbangkan hal tersebut, bisa jadi arisan yang tadinya bertujuan sebagai pengikat tali silaturahmi bakal menjadi beban buat Anda.

6. Jangan ikut arisan hanya untuk mendapat undian atau penarikan uang atau barang.
Inilah pentingnya tujuan arisan adalah silaturahmi. Sebab, bila tujuannya hanya mendapat undian atau penarikan, ketika giliran Anda jatuh pada putaran awal, selanjutnya bisa saja Anda akan enggan membayar. Yang seperti ini bakal membuat Anda dicap negatif oleh peserta lain. Silaturahmi yang berusaha Anda bangun bisa rusak parah karena itu.

Kalau Anda mengukti semua tips tersebut, Anda tak hanya memenuhi kebutuhan bersilaturahmi, tapi juga bakal beroleh manfaat positif lainnya. Jadi, jadikan uang atau barang dari hasil undian atau penarikan arisan itu semata bonus. Sebab, yang paling utama adalah proses saling bertemu dengan orang lain sebagai penjalin tali silaturahmi. Selamat berarisan dengan sehat dan nyaman!

Bonita D.S
Direktur Sekolah Pengembangan Pribadi
“YPI Training Centre & Consultancy”,
Professional Trainer
dan Host ”Bonita Show” TV Borobudur-Kompas
Setiap hari Rabu 10.00 – 11.00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: