Disukai Orang Itu Bukan Bawaan Lahir

To like and dislike the same things, this is what makes a solid friendship.” (Gaius Sallustius Crispus)

Anda bisa jadi orang yang menarik secara fisik. Wajah Anda cantik atau tampan. Kulit bersih dan selalu berpenampilan rapi. Busana dan aksesori yang Anda kenakan juga selalu trendi atau selalu sejalan dengan tren yang tengah berkembang. Tapi apakah itu jaminan bahwa Anda akan menjadi orang yang selalu disukai oleh orang lain? 

Tunggu dulu! Anda perlu punya kualitas yang lain, kualitas yang berkaitan dengan aspek-aspek nonfisik. Apakah Anda itu orang yang menarik ketika diajak berbicara? Apakah ketika berbicara, kalimat-kalimat Anda tertata, dan tidak menimbulkan efek negatif seperti menyakiti atau menggurui orang yang diajak berbicara? Apakah sikap Anda ketika berinteraksi dengan orang lain bersifat hangat atau dingin?

Ya, semenarik apa pun seseorang secara fisik belum menjadi jaminan baku dirinya bisa disukai orang lain. Kemenarikan atau pesona yang muncul dari seseorang yang cantik atau tampan tak akan bertahan lama bila orang tersebut ternyata tidak memunculkan kesan hangat ketika diajak bercakap-cakap. Seseorang yang berpenampilan trendi tetapi yang selalu keluar dari bibirnya hanyalah kalimat-kalimat pedas, nyinyir, atau menyakiti, pelan tapi pasti dia akan ditinggalkan. Alih-alih disukai, dia hanya akan jadi sasaran kebencian.

Jadi, tidak mudah bagi seseorang untuk disukai orang lain. Dalam hal-hal tertentu, ada orang-orang yang secara individual memiliki bakat menjadi orang yang disukai. Dalam setiap kesempatan, dia memiliki semacam daya magnet atau aura tertentu yang membuat orang lain terpikat. Tapi bakat atau karakter bawaan seseorang tidak bisa pula dijadikan dasar disukai atau tidaknya seseorang. Dia juga harus melakukan upaya serius untuk menjaga kualitas bawaan dirinya.

Benarlah, disukai bukanlah proses cuma-cuma yang diberikan kepada seseorang sejak lahir melainkan proses panjang yang harus dicapai seseorang. Itu artinya, seseorang bisa menjadikan dirinya sendiri sebagai orang yang selalu disukai orang lain. Ya, untuk menjadi orang yang disukai dan menarik bagi banyak orang, kita memang harus menjaga perkataan dan perbuataan kita. Perkataan kita harus baik dan perbuatan kita harus selalu dijaga agar baik juga.

Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan agar bisa disukai orang lain, antara lain:

1. Tulus
Orang yang bersikap tulus hati ketika berinteraksi dengan orang lain memiliki kesempatan besar untuk disukai. Pasalnya, ketulusan selalu membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan sesuatu yang benar, tidak suka mengada-ada, berpura-pura (hipokrit), mencari-cari alasan, atau memutarbalikkan fakta. Apa yang keluar dari mulut orang yang tulus itu hampir selalu bukan “kalimat-kalimat bersayap”. Istilah sederhananya, Anda tak akan menjumpai “udang di balik batu” dari kalimat-kalimatnya.

2. Rendah Hati
Orang yang selalu rendah hati ketika berhadapan dengan orang lain tak akan membuat dirinya menjadi orang yang rendah. Berbeda dengan sikap rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan batin seseorang. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa terhargai dan membuat orang yang ada di bawahnya tidak merasa minder. Kerendahhatian membuat orang lain nyaman dan itu pintu masuk untuk disukai seseorang.

3. Setia
Siapa yang suka berhubungan dengan orang yang setia? Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban, dan tidak suka berkhianat. Kepada orang seperti itu, nyaris tak ada alasan buat seseorang untuk tidak menyukainya.

4. Berpikir Positif
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dengan cara positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

5. Ceria
Tak seorang pun mau melihat kemuraman dan kesedihan. Itu sebabnya kita selalu suka melihat orang yang dalam setiap kesempatan selalu memperlihatkan keceriaan. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Yang jelas, dia punya kemampuan untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain. Dan kita selalu suka dihibur dan diberi semangat, maka kepada orang yang bisa melakukan itu, kita akan menyukainya.

6. Bertanggung Jawab
Ketika melaksanakan kewajiban atau tugas, seseorang yang bertanggung jawab akan selalu melakukannya dengan sungguh-sungguh dan tak suka mengeluh. Dia berani mengakui kesalahan yang diperbuatnya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapa pun. Orang yang selalu bertanggung jawab akan selalu dipercaya dan itu jalan untuk disukai orang lain.

7. Percaya Diri
Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri itu telah menghitung segala sesuatunya secara proporsional. Jadi, ini harus dibedakan dengan kepercayaan diri yang berlebihan. Kepercayaan diri berlebihan sering mengakibatkan orang lain mencibir yang ujung-ujungnya bisa menerbitkan perasaan tidak suka.

8. Berjiwa Besar
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. Orang dengan kualitas seperti itu memiliki kesempatan besar untuk disukai.

9. Ringan Tangan (Easy Going)
Orang yang bersikap “ringan tangan” atau easy going adalah orang yang selalu bersedia dan bersegera membantu orang lain ketika dibutuhkan. Hal itu membuat seseorang tidak segan atau sungkan ketika membutuhkan bantuannya.

10. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik, dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain. Berhadapan dengan orang yang selalu berempati membuat seseorang merasa eksis dan dihargai.

Kesepuluh hal di atas hanyalah beberapa cara dari banyak cara lain yang bisa dilakukan seseorang untuk selalu disukai orang lain. Tapi yang jelas, suka atau tidaknya seseorang pada diri kita itu tak hanya bergantung pada aspek-aspek fisik semata, tapi kualitas psikologis seseorang bisa saja menjadi faktor utama untuk disukai.

Jadi, kalau kita ingin menjadi orang yang selalu disukai, penampilan, perkataan, dan perbuatan kita harus dijaga benar-benar. Tidak mudah, tapi tak ada yang sulit kalau kita mau mencobanya. Selamat menjadi orang yang selalu disukai.

Bonita. D. Sampurno
Direktur YPI Training Centre and Consultancy, Professional Trainer
Host “ Bonita Show” TV Borobudur-Kompas
Seiap Rabu jam 10.00 – 11.00

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: