Dicari “Produk” Menarik Bagi Perusahaan, Kitakah itu?

Sebenarnya karyawan seperti apa sih yang dicari perusahaan? Saya sudah daftar kerja berkali-kali kok selalu gagal saat wawancara? Ilmu saya sudah sesuai dengan bidang kerja yang saya lamar, tapi sepertinya persaingannya tinggi. 

Banyak karyawan hanya berpikir mengenai apa yang dapat diberikan perusahaan seperti gaji, tunjangan, dan komisi. Namun, mereka tidak pernah menanyakan kepada diri sendiri mengenai kemampuan dan kelebihannya supaya dapat diterima bekerja di perusahaan tersebut. Pada umumnya calon karyawan berpikir bahwa ilmu yang sesuai dengan bidang kerja merupakan poin penting untuk melamar pekerjaan. Padahal masih banyak aspek yang lain seperti pengalaman kerja, karakter dalam kerja bahkan ‘passion’ pelamar juga diperhatikan oleh pihak perusahaan. Kalau portfolio pelamar sudah bagus semua tapi ‘passion’ pelamar tidak pada bidang kerja tersebut, maka pihak perusahaan akan berpikir bahwa pelamar tidak serius dalam bekerja.

Perusahaan memiliki banyak keterbatasan, seperti keterbatasan jumlah karyawan, keterbatasan dana untuk gaji, keterbatasan jenjang karir yang tidak memungkinkan setiap orang untuk menduduki jabatan tertinggi. Disinilah “kemasan diri yang tepat” diperlukan karena itulah modal awal dalam menapaki karir di perusahaan. Mengemas diri sendiri hingga menjadi sebuah “produk” yang menarik bukanlah hal yang mudah namun itu sangat diperlukan. Siapkah kita menjadi seperti yang diinginkan perusahaan dan menjadi sebuah “produk” yang menarik dan selalu dilirik?

Banyak sisi positif yang dapat digali dari diri kita supaya menjadi sebuah aset yang indah bagi perusahaan. Aset yang indah di sini bukanlah sebuah arti yang negatif seperti cari muka dan “menjilat” yang akan dengan mudah tersingkirkan tetapi sebuah aset dengan tujuan mempertahankan posisi aman dan meningkatkan karir di tengah persaingan yang ketat serta dengan cara yang sehat. Marilah kita mulai dengan beberapa hal mendasar. Bila sudah benar-benar memahami beberapa hal di bawah ini, maka dimanapun Anda berada, Anda akan menjadi sosok yang dinantikan.

1. Passion
Jujur kepada diri sendiri adalah modal penting. Apa sebenarnya ‘passion’ Anda. Passion adalah keinginan yang sangat kuat pada diri seseorang sehingga ia merasa jatuh hati pada suatu hal atau seseorang. Jika seseorang merasa jatuh hati pada bidang kerjanya maka ia akan berusaha untuk mengembangkan dirinya dan tidak mudah patah arang bila menghadapi masalah. Nah, passion inilah yang selalu dicari oleh perusahaan. Sejak awal perusahaan akan melihat seberapa dalam rasa cinta Anda pada bidang yang Anda lamar, apakah sebatas mencari pengalaman, mendapatkan uang, atau memang bidang ini yang sejak dulu Anda tekuni dan cintai? Setiap orang memiliki kelemahan dan kekurangan dalam ilmu yang dipelajari, tetapi ‘passion’ menjadi dasar bahwa Anda akan tetap tekun pada bidang tersebut. Jadi, tanyakan dulu kepada diri sendiri, apakah passion Anda?

2. Impresi Positif
Berpikir positif lebih banyak menghasilkan manfaat daripada berpikir negatif. Bagaimana berpikir positif menjadi salah satu cara untuk mengemas diri menjadi “produk” yang menarik? Salah satu cara yang paling efektif adalah memfokuskan diri pada hal-hal yang positif dan mengurangi informasi negatif. Kita cenderung lebih sering mendengar berita-berita yang bersifat tragedi dan kesedihan. Sekarang mulailah untuk memfokuskan informasi yang berkaitan dengan keharmonisan, kesuksesan, kejujuran dan cinta kasih. Berita yang mengandung info positif akan membangkitkan optimisme. Sehingga saat berhadapan dengan pihak perusahaan, maka aura positiflah yang menonjol. Anda bersaing dengan banyak orang, ilmunya sama, pengalamannya sama, lalu apa yang membuat pihak perusahaan lebih mengingat Anda daripada orang lain? Impresi positif! Buatlah diri Anda menjadi sosok yang diingat oleh perusahaan. Tersenyum, berpenampilan bersih, yakin bahwa passion Anda adalah bidang yang Anda lamar dan selalu bertindak positif.
Kenapa saya bilang bahwa impresi positif itu penting, karena hal yang lebih diingat oleh orang lain bukanlah apa yang Anda tulis didalam resume tetapi apa yang Anda tampilkan. Apa yang Anda tampilkan memberikan kesan mendalam sebesar 55% dari sepanjang Anda bertemu dengan seseorang, bagaimana Anda bersuara, intonasi, gelak tawa, hanya memberikan impresi 38% saja dan apa yang Anda ucapkan hanya memberikan impresi 7% saja. Jadi, bayangkan bila Anda hanya mengandalkan resume dan apa yang anda katakan, maka sesudah anda keluar dari ruangan, tidak ada yang mengingat Anda. Percayalah, orang lebih banyak mengingat hal yang mereka lihat daripada mereka dengarkan. Jadi, tampilah sebagai seseorang yang sangat mencintai bidang kerja yang dilamar dan bertindaklah positif.

3. Selesai
Loh, kenapa selesai? Apakah tidak ada tips lainnya? Saya tidaklah perlu menyebut tentang “kenali kelebihan dan kekurangan”, tulis resume dengan baik, dsb. Dengan 2 modal utama: passion dan impresi positif, maka Anda akan berusaha untuk menggali potensi Anda dan ingin tampil dengan menawan. Tanpa 2 modal tersebut, ibarat kue maka Anda adalah kue cupcake yang indah tapi sewaktu digigit rasanya kurang lezat. Seberapapun tingginya ilmu Anda, seberapapun hebatnya ambisi Anda, bila Anda tidak memiliki dua hal tersebut di atas, maka pihak perusahaan akan berpikir dua kali untuk memilih Anda menjadi bagian dari mereka.

Bila anda memiliki dua hal tersebut diatas, maka pihak perusahaan akan lebih melirik anda. Ibaratnya kue, maka anda seperti kue lapis yang setiap lapisnya sangat legit untuk dikunyah dan setiap orang mengingat kue tersebut. Jika anda jatuh cinta dengan pekerjaan anda, maka uang adalah bonus yang sangat menyenangkan. Jika anda tidak jatuh cinta dengan pekerjaan anda, maka uang adalah harapan yang anda nanti-nanti setiap harinya tanpa anda peduli dengan kinerja anda.

“Selamat kita sudah selesai membaca artikel ini”
Sebanyak apapun literatur yang kita baca, apabila kita belum memiliki kesadaran mengenai diri kita sendiri, maka kita akan menjadi ‘produk’ yang membingungkan bagi perusahaan. Inti menjadi sebuah ‘produk’ yang menarik adalah menjadi bagian dari solusi yang efektif bukan bagian dari masalah. Kita harus dapat menciptakan dan mencitrakan diri sebagai orang yang berpikiran positif dan yakin bahwa kita adalah aset yang indah. Mari kita bersama-bersama menjadi lebih baik untuk diri kita, keluarga dan sesama.

Sekar Nareswari
Direktur biro psikologi Personal Growth Center
pgc_semarang@yahoo.comhttp://www.personalgrowthcenter.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: