Tips Menghadapi Kebiasaan Jam Karet

No one important is ever present to appreciate” (anonim)

Pertanyaan:
Ibu Bonita, saya ingin curhat nih. Saya  seringkali berantem dengan pacar saya karena setiap kali  janjian bisa ditebak dia pasti terlambat dari jam yang sudah kami sepakati. Misalnya kami janjian untuk nonton  bioskop  jam 7 malam, dia baru datang jam 7.15 dan bisa dipastikan kami terlambat. Janjian mau menjemput saya pulang kantor jam 5 sore dia baru datang jam 5.30. Saya kesal sekali terhadap kebiasaannya itu. Saya menganggap dia kurang menghargai waktu dan orang lain. Kalau ditegur pun dia selalu mencari-cari alasan untuk pembenaran. Apa tips  untuk menyadarkan dia bahwa menurut saya kebiasaan ini bisa berdampak negatif terhadap lingkungan karena menurut saya  keterlambatan bisa membuat jadwal rencana selanjutnya menjadi kacau dan menumpuk. Mohon sarannya. (Shintya – gjs@gmail.com)

Jawaban:
Mbak  Shintya, kebiasaan terlambat memang bukan hal yang aneh lagi di lingkungan kita dan biasanya kita sangat akrab dengan istilah “jam karet”. Jam karet merupakan istilah yang merujuk kepada konsep “elastisitas” waktu, di mana sebuah waktu yang telah ditentukan bukan merupakan sesuatu yang pasti melainkan sesuatu yang dapat  diundur (dianalogikan dengan direnggangkan atau diulur  seperti karet). Jam karet sepertinya  sudah menjadi budaya di Indonesia. Janjian nonton, ke kantor, pesta, kerja kelompok, dan pertemuan-pertemuan lainnya tidak lengkap rasanya jika tidak ada oknum-oknum yang melakukan jam karet ini alias sering tidak sesuai dengan waktunya.

Kita tidak tahu  dari mana asal kebiasan jam karet ini,  kok malah menjadi salah satu ciri khas orang Indonesia. Jam karet sepertinya sudah menjadi kebiasaan buruk yang mengakar di masyarakat Indonesia, bahkan bisa dibilang sebagai cara hidup dan semua orang memakluminya. Kalau ada yang tepat waktu malahan bikin orang terheran-heran. Ironis.

Kebiasaan terlambat bukanlah soal sepele. Hal ini sebenarnya bisa menjadi cerminan diri yang kesulitan melakukan manajemen diri dan beranggapan hanya dia saja yang memilki kepentingan dan orang lain tidak.  Orang yang berperilaku jam karet merasa harus menyelesaikan urusannya dahulu sampai tuntas baru memikirkan urusan lainnya yang bersifat umum. Secara  etis,  hal itu bisa dikatakan  sebagai pola mementingkan kepentingan sendiri dan kurang peduli terhadap keberadaan orang lain.

Saya bisa memahami kalau Mbak Shintya merasa kesal dengan keseringan harus menunggu pacar yang tidak tepat waktu. Saya  sangat setuju dengan pendapat Mbak bahwa jam karet tidak bisa dimungkiri memiliki dampak yang signifikan negatif dalam kehidupan kita. Jadwal-jadwal acara yang menjadi  molor pelaksanaanya memmengaruhi  jadwal  pelaksanaan  kegiatan-kegiatan berikutnya. Dan biasanya hal tersebut bisa mengurangi kesuksesan seseorang dalam membangun hubungan karena dapat mengakibatkan ketidakpercayaan orang lain terhadap kita.

Perilaku tersebut juga erat kaitannya dengan tingkat kedisiplinan seseorang; kesadaran akan pentingnya komitmen yang telah dibuat; dan sikap penghargaan atas waktu yang terus berjalan. Kebiasaan jam karet memberikan dampak negatif yang lebih besar lagi jika dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan penting dalam masyarakat atau top management dalam suatu perusahaan.

Bagaimana menghadapi orang yang mempunyai kebiasaan jam karet?

  • Buatlah janji yang dimajukan jamnya. Misalnya acara jam 7, kita bisa membuat janji/undangan jam 6.
  • Beri pengertian kepada pacar Anda tentang kerugian tidak menepati janji yaitu membuat kesal orang yang menunggu karena akan merusak jadwalnya hari itu, membuang energi dan kerja tidak maksimal karena waktu menjadi pendek dan akibatnya pekerjaan dilakukan dengan terburu-buru, kerja sama tim jadi berantakan, pemborosan waktu bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Bantulah untuk membuat jadwal harian agar memudahkan pacar Anda mempersiapkan segala sesuatunya. Misalnya ada acara jam 7 bantulah dia dengan membuat jadwal jam 5 untuk memulai persiapan.
  • Berikan pengertian bahwa kebiasaan tidak tepat waktu tentunya akan merusak citra pribadi dirinya dan pastinya berdampak kepada kesuksesan dalam hidupnya dalam berbisnis, bekerja, bermasyarakat dan bernegara.

Kalau tips di atas dijalankan, harapan akan perbaikan pastilah ada. Walaupun mungkin kita tidak bisa mengubah secara revolusioner, tahapan-tahapan ke arah perbaikan mesti dilaksanakan. AA Gym 3M patut kita simak bersama, yaitu: Mulai dari diri sendiri,  Mulai dari yang kecil, dan Mulai dari sekarang.

Bonita DS
Direktur YPI Training Centre and Consultancy, professional trainer,
Host “Bonita Show” KompasTV (bonita.prasetyo@yahoo.com)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: