Cahyanto Loper Koran yang Sukses Bisnis Kuliner

Jalan hidup seseorang memang tidak bisa ditebak. Gagal di satu tempat, bukan berarti semua berakhir, dengan usaha keras dan pantang menyerah kesuksesan pun bisa diraih. Inilah jalan hidup Cahyanto, lulusan terbaik IKIP Semarang tahun 1988. Gagal waktu ikut tes CPNS, kini lelaki yang telah memiliki tiga orang anak ini telah sukses merambah berbagai bisnis, salah satunya bisnis kuliner.

“Waktu pengumuman sebagai lulusan terbaik IKIP di hadapan ribuan hadirin yang datang, saya merasa melayang ke awan. Optimisme untuk diterima jadi PNS juga sangat tinggi. Karena itu ketika ternyata saya tidak lolos tes CPNS, saya sangat frustasi dan sempat ke Jakarta untuk mengadu nasib,” ungkap Cahyanto saat ditemui di Aldila Jalan Teuku Umar No 37 Semarang.

Rimba Ibu Kota tak membuat Cahyanto betah, dia memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Lelaki asal Kudus ini pun kemudian membangun usaha, benar-benar dari bawah. Sebagai seorang sarjana, dia tahu betul usaha yang dirintisnya akan mendapat cibiran banyak orang di sekitarnya.

“Sering orang sekitar mencibir saya yang sarjana ini kok jualan koran. Namun saya tetap bekerja keras dan merencanakan penjualan secara matang. Dari sinilah usaha saya terus berkembang. Sampai akhirnya pada tahun 1989 saya pindah ke Kendal dan mencoba usaha di bidang konstruksi dengan bendera CV Aldila Karya Utama,” paparnya.

Dari bisnis kontruksi inilah, Cahyanto mulai bersinar. Berbagai proyek dari pemerintah banyak diterimanya. Rumahnya yang semula hanya kontrak, pada tahun 1991 mampu membangun rumah luas di daerah strategis di Kendal. Tidak hanya itu Cahyanto juga terus berusaha melebarkan sayap bisnisnya.

“Tahun 1997 saya mencari peluang bisnis baru di Kendal, karena melihat pasar yang masih terbuka lebar, maka saya mendirikan Persewaan Aldila Collection,” tambahnya.

Berkiprah di bisnis kontruksi dalam waktu yang cukup lama ternyata membuat pria yang bersama istrinya telah menyelesaikan S2 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang ini, cukup jenuh. Tahun 2001 muncul ide untuk mulai bergerak di sektor kuliner. Pada tahun itu pula akhirnya mendirikan Kolam Pancing dan Pondok Makan Aldila di Kendal.

“Untuk bisnis di bidang kuliner, selain berkonsentrasi menghadirkan menu yang memikat juga tentunya harus memilih tempat yang mudah dijangkau. Lokasi harus tidak jauh dari konsumen, jalan masuk ke halaman parkir mudah, parkir luas, aman, sejuk, dan berada di dalam area rumah makan,” ungkap pria yang juga sering mengisi pelatihan kewirausahan ini.

Dengan konsep kuliner tersebut, Cahyanto berhasil membangun usaha kulinernya. Sejak pertama buka di Kendal pada 17 Mei 2001, kini juga telah buka di Batang pada 25 Oktober 2005, dan Semarang pada 1 Januari 2011. “Beberapa waktu yang lalu Aldila juga dipercaya untuk menyajikan masakan bagi rombongan Ibu Negara yang berkunjung ke Kampung Batik Pekalongan,” jelas Cahyanto yang kini terus berusaha mewariskan ilmu bisnisnya kepada Anak-anaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: