Awalnya Basa-basi, Selanjutnya…

“Jika ingin disukai, pahamilah apa yang kita sukai dan belajarlah menyukai yang orang sukai karena  orang yang baik adalah orang yang menempatkan lidah di hatinya dan menjadikan hati sebagai lidahnya”  (Nia Hidayati)

PERTANYAAN
Salam kenal. Saya tertarik mengikuti artikel-artikel yang ibu tulis di tabloid ini. Terus terang, saya ini orang yang tidak suka basa-basi. Jadinya teman-teman bilang bahwa saya ini orang yang kaku. Sekarang pacar saya pun mengatakan itu. Tapi saya mengangap seperti itulah saya apa adanya.

Kalau ditanya kabar, saya langsung menjawab baik-baik saja. Tapi saya malas bertanya balik pada orang tersebut, apalagi terhadap orang yang belum saya kenal. Saya selalu menduga jawabannya pasti baik. Saya pikir itu cuma basa-basi saja. Buat saya, buat apa tersenyum manis kalau saya tidak tulus atau tidak suka pada orang yang sedang saya hadapi. Banyak orang membuang-buang waktunya hanya untuk berpura-pura tetap baik, memberi pujian, seolah-olah akrab tapi ternyata hanya basa-basi saja. Bagi saya, hal seperti itu munafik banget.

Nah, akhir-akhir ini saya merasa sering sekali bertengkar dengan pacar saya gara-gara hal seperti itu. Kata pacar saya kalau tetap bersikap seperti itu, saya bakal kesulitan dalam meniti karier, bisnis, atau pertemanan. Oh iya, saya mahasiswa tingkat akhir jurusan IT. Bagaimana menurut Ibu Bonita? Saya tunggu saran Ibu. Terima kasih (WawanBS@gmail.com)

JAWABAN:
Mas Wawan, dari email yang Anda kirimkan saja, saya sudah bisa merasakan ketidaksukaan berbasa-basi dalam diri Anda. Basa-basi sebenarnya sangat diperlukan walaupun bagi Anda terkesan buang-buang waktu. Basa-basi bisa diumpamakan sebagai makanan pembuka sebelum menyantap makanan utama. Makanan pembuka tentu saja harus menggugah selera agar makanan utama terasa nikmat disantap. Bisa dibayangkan seandainya dalam suatu percakapan, kita langsung masuk ke inti persoalan. Pasti orang yang kita ajak bicara akan bingung dan menganggap kita tidak sopan. Bisa saja komunikasi jadi tidak nyambung karena lawan bicara kita sedang memikirkan hal lain.

Pada dasarnya, basa-basi dapat dilakukan di berbagai kesempatan: di pesta, ruang tunggu dokter, supermarket, dan sebagainya, umumnya kalu kita berjumpa dengan seseorang yang belum begitu kita kenal. Basa-basi diharapkan mampu membuat suasana menjadi lebih menyenangkan karena bisa mencairkan percakapan yang kaku. Adakalanya kita  dihadapkan pada lingkungan baru, dan tak semua orang mempunyai kemampuan untuk langsung berbaur dengan lingkungan tersebut. Saat itulah basa-basi memegang peranan penting.

Apa saja yang bisa dikatakan sebagai tindakan basa-basi? Biasanya secukupnya saja dan hanya sekadar sapaan seperti “hai”, ”halo”, “wah selera kita sama ya”, atau “kenalkan saya…” Yang diucapkan sambil membaca situasi supaya lawan bicara tidak terganggu. Biasanya topik yang dibicarakan saat basa-basi berkisar mengenai hal-hal yang umum seperti cuaca, hobi, atau berita yang sedang menjadi buah bibir banyak orang. Jangan lupa saat menyapa selalu dibarengi dengan ekspresi wajah yang menyenangkan.

Berikut etiket berbasa-basi yang ada dalam Etiket: Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan tulisan Mien R. Uno:
•    Cukup obrolkan hal-hal dan kejadian umum sehari-hari, seperti cuaca, kemacetan lalu lintas, berita-berita terhangat, dan seterusnya. Bingung mau membicarakan apa? Cobalah untuk sering-sering membaca koran atau mengamati keadaan sekitar.
•    Jangan berlebihan saat berbasa-basi. Usahakan untuk mengerti bahasa tubuh si lawan bicara. Jika wajahnya sudah terlihat bosan, bisa jadi itu karena Anda sudah terlalu banyak bicara, centil, atau bertele-tele.
•    Supaya tidak membosankan, cobalah berbasa-basi dengan topik yang disenangi lawan bicara. Caranya dengan memperhatikan alur pembicaraan; bisa juga dengan melihat apa yang dibawa atau dikenakan si lawan bicara.
•    Jangan pernah memotong pembicaraan lawan bicara, kecuali untuk mengiyakan pernyataannya.
•    Perhatikan pula porsi basa-basi. Secukupnya saja. Jangan sampai keinginan untuk berbasa-basi melenceng jadi gosip
Bagaimana dengan pujian? Banyak orang berpendapat bahwa pujian bisa dikategorikan  sebagai basa-basi atau sekadar untuk menyenangkan orang lain saja. Mungkin ada benarnya kalau pujian itu diberikan tidak dengan tulus dan bukan sekadar lip service. Bisa juga misalnya ucapan-ucapan doa seperti “Semoga…”

Pujian terkadang juga menjadi semacam basa-basi kalau tidak disertai keikhlasan. Pujian tidak berarti basa-basi kalau pada saat memuji, dalam hati kita juga ikut berdoa kepada Tuhan sesuai yang kita ucapkan sehingga ucapan kita memang benar-benar tulus dan ikhlas. Dengan berdoa secara ikhlas buat seorang teman atau orang yang kita kenal, maka kita mendapat dua kebaikan. Pertama, kebaikan memberikan kesenangan buat orang yang didoakan. Kedua, kebaikan ibadah dengan doa yang ikhlas itu.

Nah, untuk Mas Wawan, basa basi bukanlah sesuatu yang merugikan kita, tapi justru membuat kita menjadi pribadi yang menyenangkan. Sebagai makhluk sosial tentunya kita selalu ingin diterima dan mudah berada dalam sebuah lingkungan baik yang baru atau yang lama. Untuk menyesuaikan itulah maka kita dituntut untuk selalu mengembangkan diri agar lebih baik dan lebih baik lagi. Jadi berbasa-basi bukan sekadar untuk menyenangkan orang lain saja melainkan sarana memudahkan hubungan. Pasalnya, bila orang lain senang, dia pasti akan merespons untuk balik menyenangkan kita.

Yang penting semuanya dilakukan dengan tulus bukan sekadar lip service. Kita tidak bisa hanya mengandalkan apa yang kita miliki agar orang lain mengerti dan mau menerima kita apa adanya. Hidup adalah pilihan. Kita mau memilih yang mana, semua kembali kepada kita sendiri. Sukses selalu untuk Mas Wawan.

Bonita DS, Direktur YPI Training Centre and Consultancy, professional trainer,
Host “Bonita Show” KompasTV (bonita.prasetyo@yahoo.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: