Tips Menegur Karyawan yang Lebih Tua

Memang saat ini ada banyak Pemimpin Perusahaan adalah generation Y, yang lahir di era tahun 1980an. Masalah biasanya timbul, jika Sang Pemilik Perusahaan menerima suksesi kepemimpinan dari orang tuanya. Dengan demikian, ia tidak saja mewarisi bisnis orang tuanya saja tetapi juga mewarisi sumber daya manusia di perusahaannya.

Rasa sungkan ini mungkin timbul karena Sang Pemilik merasa usianya lebih muda. Tetapi sebenarnya, rasa sungkan ini lebih disebabkan karena kurangnya pengenalan terhadap karyawannya. Di sisi lain, karyawan yang sudah lebih lama berkecimpung di bisnis ini juga belum mengenal si Pemilik Muda sebagaimana mereka mengenal orang tuanya yang dahulu merekrut mereka.

Sebagai tahapan awal, akan sangat membantu jika Sang Pemilik Muda memahami beberapa hal di bawah ini:

Pertama, mempelajari hal-hal yang mengakibatkan terbentuknya kebiasaan etos kerja yang salah di lingkungan perusahaannya.
1.    Apakah ketiadaan sistem kerja yang profesional merupakan salah satu penyebabnya? Jika ya, dan sekarang sebagai Pemimpin yang baru ia merasakan adanya kebutuhan untuk mengelola bisnisnya secara lebih profesional, maka ia perlu membereskan sistem manajemen perusahaan tersebut.
2.    Jika manajemen yang profesional, tertata dan terstruktur sudah dimiliki, maka masalahnya bukan pada sistem melainkan pada kepemimpinan.
3.    Jika kepemimpinan bukan masalah, maka masalahnya murni adalah etos kerja karyawan yang bersangkutan.

Kedua, jika masalahnya pada kepemimpinan, Pemimpin baru perlu melakukan introspeksi mengenai beberapa hal berikut:
1.    Pengetahuannya mengenai sistem produksi, produk yang dihasilkan, cara penjualannya dan kunci sukses perusahaan tersebut.
2.    Kemauan untuk belajar dan bekerja keras; karena bagi para pegawai di lapangan, salah satu sikap kepemimpinan yang disegani adalah bila Sang Pemimpin mau bekerja bersusah payah bersama dengan para pegawainya sehingga pegawainya tidak segan bekerja keras untuk mereka.
3.    Mau mengenal karyawan dan  keluarganya. Dengan demikian, karyawan merasa diperlakukan dengan hormat dan diperhatikan oleh Pemimpinnya. Hal ini justru menimbulkan loyalitas tinggi dan etos kerja akan segera membaik.
4.    Memegang teguh janji dan komitmen yang pernah diucapkan kepada anak buah. Karena seorang Pemimpin dinilai dari ucapannya. Maka sangat penting bagi Pemimpin Muda ini untuk menunjukkan konsistensi antara ucapan dan tindakannya, serta memilki komitmen tinggi untuk menepatinya.

Ketiga, jika seluruh kepemimpinan di atas sudah dijalankan, namun masih ada karyawan yang bermasalah dalam etos kerjanya, maka Sang Pemimpin Muda ini perlu mengintrospeksi hal-hal berikut:
1.    Hal-hal yang menghalanginya untuk mengucapkan kebenaran – seperti mematuhi peraturan perusahaan, dengan lembut  tapi tegas. Seringkali orang sulit mengungkapkan kebenaran dengan karena dirinya sendiri belum sepenuhnya konsisten menjalankan peraturan.  Jika belum, maka Seorang Pemimpin harus menunjukkannya terlebih dahulu.
2.    Lakukanlah pencatatan prestasi dan kesalahan karyawan dengan obyektif dan jelas. Hal ini sangat dimungkinkan jika perusahaan memiliki sistem penilaian kinerja karyawan yang baik. Dengan pencatatan ini, Sang Pemimpin mampu menilai dengan obyektif  kinerja dari karyawan yang bersangkutan. Catatan tersebut sangat membantu dalam proses diskusi saat ia perlu menegur karyawan.
3.    Jika Sang Pemimpin sudah konsisten dalam menjalankan peraturan dan seluruh aspek kepemimpinan di atas, maka ia hanya perlu melatih kesadarannya bahwa:

  • Seringkali keinginan untuk tidak melukai orang lain dengan tidak menegurnya bukan hanya bisa semakin menjerumuskan orang tersebut di kemudian hari karena tidak ada yang memberi tahu bahwa tindakannya salah.
  • Bukan hanya menjerumuskan orang tersebut, maka mendiamkan karyawan dengan etos kerja yang salah juga membahayakan seluruh budaya perusahaan yang berdampak pada moral dan kinerja karyawan secara keseluruhan.
  • Jika hal tersebut terjadi, maka keengganan untuk menegur karyawan dengan etos kerja buruk justru membahayakan dirinya sendiri.
  • Dengan pemahaman tersebut, Sang Pemimpin muda akan lebih mudah untuk menegur karyawannya dengan lembut tapi tegas.

Vita Wardoyo
Reka Cipta Daya | Strategic Resources Consultant & Training

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: