Mengenal Alat Musik Handbell dan Choirchimes

Dalam perkembangan musik dan juga minat masyarakat akan bermain musik yang terus meningkat pada saat ini, maka kehadiran alat musik Handbells dan Choirchimes menambahkan kesegaran dan warna baru untuk dunia musik yang patut diperhitungkan, terutama di Indonesia. Alat musik ini telah banyak digunakan di banyak negara terutama di Eropa sebagai media pendidikan yang sangat efective dan efisien untuk mengajar membaca not balok, mengajarkan musikalitas dan rasa kebersamaan yang tinggi. Dengan media ini, anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar membaca not balok dengan lebih mudah dan lebih menyenangkan. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk bekerja sama dengan lebih baik di dalam kelompok musik ini.

Sejarah perkembangan Handbells and Choirchimes
Pada pertengahan abad ke-17 di Inggris, sebagai acuan pengambilan nada, para musisi menggunakan lonceng menara. Menara lonceng ini biasanya berjumlah enam (6) atau dua belas (12), dan hanya notasi Diatonis (tanpa kromatis note). Tetapi karena dirasa sangat mengganggu masyarakat sekitar dan jadwal latihan yang tidak bisa leluasa, maka dibuatlah lonceng dalam ukuran kecil yang bisa dibunyikan dengan tangan di ruang mereka berlatih. Lonceng tangan ini pertama kali dibuat dari tanah liat dengan pegangan dari kayu, kemudian berkembang dengan menggunakan cetakan pasir dan akhirnya dengan menggunakan logam yang pertama kali di buat oleh Robert dan William Cor anatara tahun 1696-1724 di Aldbourne, Inggris.

Dengan penyempurnaan kualitas intonasinya, sehingga menjadi handbell yang prototip handbell sekarang. Pada tahun 1840, alat musik handbell ini dibawa ke USA oleh P.T. Barnum yang dimainkan di dalam pertunjukan circusnya (vaudeville circuit). Dan pada tahun 1902, Margaret Shurcliff, membawa set handbell (10 diatonis Bell) dari Inggris yang dibuat oleh Whitechapel Bell Foundry, ke United States. Ternyata handbell sangat digemari oleh masyarakat sehingga pada tahun 1940 handbell mulai digunakan sebagai alat musik di gereja-gereja.

Pada tahun 1960 alat musik handbell ini mulai dibuat di Amerika untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia musik sebagai sarana pendidikan. The American Guild of English Handbell Ringers (AGEHR) dibentuk pada tahun 1954. Organisasi ini didirikan untuk menyalurkan dan mengembangkan tehnik, musikalitas, informasi musik yang dibutuhkan untuk mengembangkan alat musik Handbell ini. Sekarang ada lebih dari 10.000 group handbell di Amerika utara (1% untuk komunitas), sisanya untuk gereja, sekolah, dan perguruan tinggi.

Ada beberapa macam Teknik bermain handbell, yaitu: teknik empat bell di tangan (empat bell, dengan teknik seperti mengetuk pintu), Shelly (empat bell), dan triple Shelly (enam bell sekaligus). Teknik-teknik ini sangatlah perlu untuk dipelajari bagi pemain handbell agar dapat memainkan lagu-lagu handbell dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Alat musik handbells dan choirchimes memiliki bagian-bagian sebagai berikut :
1. Handbells
a. Pegangan handbell.
b. Nomenclature (note dan oktaf indikator).
c. Pelindung tangan.
d. Tuned Castingbell.
e. Bagian inti dan per pemantul dari bell.
f. Pelatuk

2. Choirchimes
a. Tabung resonansi
b. Kelaper chimes

CARA MEMAINKAN
Alat musik Handbells dan Choirchimes dibuat sesuai dengan setiap note pada piano, baik diatonik dan kromatik notenya. Seperti halnya alat musik angklung yang dimainkan secara individu setiap notenya, alat musik Handbells dan Choirchimes juga dimainkan serupa, namun dengan cara memegang pegangan/handelnya dan mengayunkan tangan di bagian pergelangan tangan supaya pelatuk dari bell bisa memukul dan membunyikan note yang terbentuk dari castingbell tersebut. Sedangkan harga notasi yang dimainkan diatur dan diapresiasikan melalui gerakan panjang-pendeknya lengan selama alat musik tersebut diayunkan. (*)

Advertisements

2 Responses

  1. wuih keren alat musicnya

  2. menarik alat musiknya. udah ada ga ya di indonesia??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: