Kekuatan Kata “Terima Kasih”

“Let us be grateful to people who make us happy; they are the charming gardeners who make our souls blossom.” (Marcel Proust)

Pertanyaan:
Beberapa waktu lalu saya antre untuk membeli jajanan di kawasan Simpanglima Semarang. Saat mengantre, di belakang saya, datang seorang anak berusia sekitar lima tahun bersama ayahnya. Anak tersebut menangis meminta segera mendapat jajanan yang dia inginkan. Atas inisiatif saya sendiri, saya memutuskan untuk meminta si penjual memberikan jajanan yang saya pesan untuk anak tersebut terlebih dahulu. Setelah itu apa yang terjadi?

Bapak tersebut berlalu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Alangkah menyenangkan seandainya si bapak mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan contoh kepada anaknya untuk peduli kepada orang lain yang telah berbuat sesuatu kepadanya. Sebenarnya bagaimana cara mengucapkan terima kasih yang benar, Bu? Dan dalam hal apa saja seharusnya kita berterima kasih pada orang lain? Terima kasih. (fatmar.smg@gmail.com)

Jawaban:
Mbak Fatma, peristiwa yang Mbak alami tersebut sering terjadi di sekitar kita. Memang di zaman sekarang yang semakin kompleks ini, agaknya kepekaan seseorang terhadap orang lain sudah mulai memudar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih pada satu sisi juga memunculkan hal yang agak kurang baik, misalnya orang jadi kehilangan rasa peduli terhadap orang lain yang bahkan telah melakukan  sesuatu yang baik kepadanya.

Padahal, kalau kita sadari, sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri. Coba bandingkan lebih banyak manakah tujuan yang bisa kita capai sendiri dibandingkan dengan  yang bisa dicapai melalui orang lain. Jawabannya pasti tujuan lebih banyak tercapai melalui orang lain. Singkatnya, sebagai manusia kita memang mempunyai ketergantungan dengan orang lain.

Ucapan “terima kasih” yang tidak keluar dari mulut si bapak dalam kasus Mbak Fatma, kemungkinan berasal dari anggapan sebagian orang bahwa memberikan giliran kepada orang lain dalam antrean pembelian jajanan misalnya, adalah hal lumrah. Jadi untuk apa mengucapkan terima kasih?
Ya, kata ‘’terima kasih’’ sering dianggap sangat sederhana dan tidak berarti. Itu yang kemungkinan membuat sebagian orang mengabaikan maknanya sehingga ‘’terasa berat” untuk mengucapkannya. Tetapi pernahkah kita sadari bahwa di balik kata ”terima kasih” terkandung makna yang begitu dalam?

Berdasarkan penelitian di Florida State University, Tallahasse menyimpulkan bahwa ucapan  “terima kasih”, ternyata bisa memberi manfaaat bagi orang yang menerima dan menyampaikan ucapan tersebut karena ungkapan itu dapat memperbaiki hubungan antarmanusia. Kata “terima kasih” ketika diucapkan akan meningkatkan kekuatan komunal karena kita akan memusatkan perhatian pada hal baik yang telah dilakukan oleh orang tersebut. Itu akan membuat kita melihat mereka dari sudut pandang positif dan membantu kita memusatkan perhatian pada cirri-ciri baik mereka.

Dalam hal ini, kita buktikan bahwa di balik kata tersebut tersimpan makna yang sangat kompleks.  “Terima kasih” tak sekadar ucapan saja, juga tak sekadar 11 huruf berjajar  membentuk  sebuah kata, tidak pula sekadar bunyi yang terdengar jika kata tersebut diucapkan. Ucapan “terima kasih” tidak hanya membuat orang yang menerimanya merasa senang, tapi pihak yang mengucapkannya pun merasa memiliki tanggung jawab lebih besar. “Terima kasih” mempererat hubungan silaturahmi, menunjukkan adanya rasa hormat kepada orang lain, dan menunjukkan penghargaan terhadap sesuatu yang telah dilakukan orang lain kepada kita. Atau dengan kata lain, ucapan “terima kasih” itu memanusiakan orang lain.

Ucapan “terima kasih” juga sebaiknya diberikan tanpa membedakan apakah orang itu kaya, miskin, cantik, ganteng, terhormat, dan batasan-batasan lainnya misalnya status sosial. Siapa pun yang telah membantu atau melakukan sesuatu untuk kita berhak mendapatkan ucapan itu. Sebab, dengan mengucapkannya berarti kita mengekspresikan perasaan senang dan tulus yang ada di hati kita. Ketulusan itu akan tampak dari raut wajah dan nada suara yang menyenangkan.

Wujud ungkapan terima kasih memang tidak hanya dalam bentuk ucapan atau lisan tetapi dapat pula secara tertulis. Terima kasih yang diucapkan secara lisan memang lebih baik karena pemberi dan penerima ucapan dapat menunjukkan ekspresinya. Ungkapan terima kasih dalam bentuk tulisan dapat diungkapkan melalui kartu ucapan (SMS, BBM, dan sebagainya) apabila kita tidak sempat menyampaikannya secara langsung karena jarak atau kesibukan kita. Namun yang penting adalah ketulusan hati dalam mengucapkannya. Adapun perwujudan ungkapan terima kasih sangat beragam cara dan bentuk, bergantung atas kemampuan masing-masing orang.

Sudah jelas benar bahwa tidak dibutuhkan waktu lama untuk sekadar mengucapkan kata “terima kasih”,  bahkan mungkin tidak sampai sekerjapan mata. Kalau dihitung dalam pola untung-rugi, tak ada ruginya kita mengucapkan satu detik kata “terima kasih” pada orang-orang yang telah berbuat sesuatu yang baik untuk kita  walau sekecil apa pun. Bisa jadi ucapan yang muncul dari bibir kita ini menjadi semangat dan kekuatan baru bagi orang lain, dan sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa orang  yang mengucapkannya. Dengan menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.

Selamat membudayakan untuk mengucapkan “terima kasih” dalam kehidupan kita. Sebab ucapan itu mampu memberikan semangat dan kekuatan bagi orang lain.

Bonita D Sampurno
Direktur YPI Training Centre & Consultancy ”Up Grade Your Personal Image”/ email: info@ypitrainingcentre.com

Advertisements

One Response

  1. walaupun terlihat sepele tapi kata terima kasih sangat mempengaruhi lho..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: