Benarkah Kita Sudah Manempatkan Pelanggan Bak Seorang Raja?

Berangkat dari seorang front office dari sebuah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, sedikit banyak saya sering berhubungan dengan customer. Ketatnya kompetisi di era globalisasi, memaksa berbagai perusahaan baik penyedia jasa, dagang, maupun manufactur berlomba untuk mendapatkan hati juga simpati dari para pelanggan, sehingga pada akhirnya menuntut setiap perusahaan untuk terus berupaya menciptakan berbagai unggulan yang kompetitif, tentunya untuk jangka panjang, terutama untuk menghadapi competitor baru yang terus bermunculan.

Berikut beberapa cara untuk memenangkan hati pelanggan yang saya kutip dari Djajendra Corporate Training:

1. Etika dan moralitas.

Wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan.

2. Pikiran dan emosi.

Menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

3. Kekuatan dan kelemahan.

Menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

4. Kepemimpinan yang melayani.

Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.

5. Gaya dan disiplin pelayanan.

Fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan.

6. Menjual secara terhormat.

Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan.

7. Tidak melawan keinginan pelanggan.

Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati. Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.

8. Gunakan pengetahuan dan keterampilan.

Menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik.

9. Pelayanan yang cepat dan tepat waktu.

Cekatan dalam arti bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.

10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat.

Memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan.

11. Energi positif dalam karakter.

Mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan.

12. Totalitas bahasa tubuh.

Melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan. Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek bagaimana cara memperlakukan pelanggan dengan baik, tentunya akan meningkatkan retensi di mana otomatis efeknya adalah mendapatkan tempat tersendiri di hati pelanggan. Nah, pertanyaannya sekarang, Have you treated your customer as a king? Mari kita ukur seberapa besar perlakuan maupun bentuk-bentuk penghargaan yang sudah Anda berikan kepada para klien, dengan cara mengenali respon mereka sehingga mereka pantas kita sebut sebagai seorang raja.

Nitta FD
Penulis adalah Frontliner PT Telkom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: