Dr Tunjung: Kesadaran untuk Merawat Kecantikan Semakin Meningkat

“Tidak ada wanita yang tidak cantik, yang ada adalah wanita yang tidak merawat kecantikannya”. Begitulah dr Tunjung memandang setiap wanita. Karena itu berbekal ilmu dan pengalamannya, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada  ini, membuka klinik kecantikan, setelah pensiun dari pekerjaanya sebagai dokter di Pertamina. Apalagi dokter yang juga lulusan Faculty of Medicine, University  of Aberdeen, Scotland ini melihat, kesadaran wanita untuk merawat kecantikan semakin meningkat.

“ Jumlah wanita di Indonesia lebih banyak dari jumlah pria, keadaan tersebut tentu memiliki konsekuensi tingginya angkatan kerja wanita. Karena sudah berpenghasilan sendiri, tentu wanita akan merawat kecantikan. Bisa sebagai bentuk aktualisasi diri ataupun tuntutan lingkungan,” jelas dr Tunjung saat ditemui di ruang prakteknya di The House of Dr Tunjung Jalan Diponegoro 20A Semarang.

Sejak muda pria yang memiliki nama lahir Tundjung Hanurdaja ini memang memiliki ketertarikan pada dunia kecantikan, bahkan pada awal tahun 80-an, dr Tunjung pernah belajar di bagian Bedah FKUI Jakarta. Namun karena kendala finansial terpaksa tidak bisa meneruskan. Di sinilah kemudian dr Tunjung mengenal dan mendalami akupunktur. Berawal dari belajar ke sesama teman dokter, pria kelahiran Solo, 5 Desember 1947 ini kemudian memperdalam dengan mengikuti kursus akupunktur.

Atas saran seorang teman, berbekal ilmu akupuntur yang telah dimilikinya, dr Tunjung akhirnya membuka praktek klinik kecantikan, di daerah Jalan Keramat Raya Jakarta. Namun karena tugas dinas pekerjaannya di Pertamina dan ditempatkan di Kalimantan, membuat dr Tunjung tidak bisa melanjutkan praktek di Jakarta. Untuk tetap mengasah ilmunya, dr Tunjung tetap menerima konsultasi kecantikan di Rumah Sakit secara gratis.

Tahun 1992 – 1996 dr Tunjung ditempatkan di Semarang, dari sinilah kecintaan keluarganya akan kota Semarang tumbuh. Saat itu dr Tunjung membuka tiga klinik di tempat berbeda di Semarang, dan menjadi yang pertama yang menghadirkan akupunktur untuk penurunan berat badan. “Sambutan masyarakat saat itu sangat bagus, terutama dari konsumen yang biasanya harus keluar kota untuk perawatan tersebut,” papar suami dari Dra. Dyah Wijaya Dewi M.Hum ini.

Dr Tunjung harus meninggalkan klinik yang dirintisnya di Semarang karena kembali ditugaskan di daerah Kalimantan hingga masa purna tugasnya tahun 2002. Kecintaan keluarga akan keindahan kota Semarang, membuat keluarga Dr Tujung memutuskan untuk mengisi masa purna tugasnya di Semarang. Di tahun 2002 juga Dr Tunjung kemudian mendirikan dan menjalankan klinik kecantikan The House of Dr Tunjung.

Semakin bertambah waktu, The House of Dr Tunjung semakin dikenal luas masyarakat, bahkan dr Tunjung juga membuka praktek di salah satu Rumah Sakit di Yogyakarta. “Kebanyakan pasien yang datang karena merasa puas dengan hasil perawatan di sini, mereka kemudian menceritakan pada teman-temannya,” ungkap Dr Tunjung yang dalam waktu dekat ini merencanakan untuk memindah klinik di rumahnya di Perum Villa Aster II Blok E no.5 Banyumanik Semarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: