Modeling of Success, Salah Satu Kunci Sukses Barrack Obama

Kemudian Richard Bandler dan John Grinder mengembangkan suatu“model” untuk meraih sukses dengan cara:

Bandler melihat, mendengarkan dan mencatat sesi terapis yang dilakukan Satir. Dengan me-model Satir–Bandler melakukannya dengan klien lain dan hasilnya sama baiknya dengan apa yang dilakukan oleh Satir. Pada hari berikutnya–Grinder, tanpa melihat sesi Satir–menerima “uraian” model dari Bandler, kemudian Grinder mencobanya dengan klien lain dan hasilnya sama baiknya dengan apa yang dilakukan oleh Satir dan Bandler. Mereka berdua melakukan validasi dengan klien-klien yang berbeda dan mengajarkan model ini kepada orang-orang yang berbeda, dan hasilnya tetap sama baiknya.

Orang ketiga yang dilakukan modelnya adalah Milton H. Erickson M.D, Phd–seorang yang sangat unik. Keterbatasannya sebagai pengidap polio yang lumpuh, memiliki buta warna parsial dan berbicara secara datar, tidak mengurangi kehebatannya dalam melakukan intervensi.

Setiap pasien yang datang, mulai dari yang bermasalah dengan perceraian hingga kanker dapat disembuhkan tanpa menyentuhnya. Erikson hanya memakai satu alat : “berbicara”.
Saking kagumnya orang, Erikson dianggap memiliki kekuatan “magic” dan menggunakan hipnotis sebagai cara untuk menyembuhkan pasien-pasiennya.

Bandler dan Grinder tetap melihat pola yang sama dalam apa yang dilakukan oleh Erickson, meskipun tampaknya berbeda dengan Peris dan Satir. Setelah melakukan deskripsi yang intens dari ketiga model ini, mereka berdua mencoba untuk menguji model pada bidang-bidang lain di luar terapi seperti: bisnis, manajemen, penjualan, olahraga, pendidikan, pengajaran, rumah tangga, kedokteran, dll. Dan ternyata hasil model ini tetap sama baiknya untuk diterapkan pada bidang-bidang ini sehingga menjadi sangat luas.

Sekitar tahun 1976, Bandler & Grinder berdiskusi secara maraton selama hampir 36 jam untuk memberi nama pada temuan mereka ini. Akhirnya mereka sepakat untuk menamakan penemuan ini adalah : Neuro Linguistic Programming (NLP).

Jadi apa itu NLP? Majalah Time memberi pengertian sebagai berikut: “NLP adalah tentang menggali potensi manusia untuk menangani berbagai masalah kehidupan–berupa program dan teknologi pengembangan pribadi yang bisa diterapkan dalam bidang apapun”.

Terlalu panjang untuk mendefinisikan apa itu NLP, mengingat aplikasinya yang sangat luas. Karena NLP bukan hanya berbicara tentang psikologi, tetapi juga tentang komunikasi, neurologi, linguistik, terapi, manajemen, medis, bisnis, sales dan marketing serta cabang ilmu lainnya.

Ada begitu banyak definisi tentang NLP, ada yang menyebutnya “Modeling of  Success”, “The Study of Structure of Subjective Experience”, “Accelerated Learning”, “People Who Reads People”, dan lain sebagainya.

Satu hal yang pasti bahwa saat ini, NLP telah dipraktekkan oleh orang-orang sukses seperti Barrack Obama, Bill Clinton, Nelson Mandela, Andre Aggasi, Adam Khoo, Anthony Robbins, Margaret Thatcher, Putri Diana, Serena Williams, dan orang-orang sukses lainnya.

NLP adalah ilmu atau metode atau pola atau cara atau apapun Anda ingin menyebutnya yang sudah teruji dan efektif untuk membuat orang menjadi lebih sukses. Dan hingga hari ini NLP terus berkembang karena keefektifannya dan diprediksi tetap akan berlanjut di masa yang akan datang sebagai salah satu ilmu tentang pemberdayaan diri yang paling elegan dalam bidang “human transformation”. (bagian 2-selesai)

Benny Lo
CEO Bless Resources (Coaching, Training & Motivation), Penulis buku “Success Spirit”, http://www.dahsyat-luarbiasa.com, email: blog19@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: