Bahasa Tubuh Itu Cermin Sikap Kita

You can read somebody’s attitude – it’s either a pleasant attitude or it’s a negative one and you can spot that in their body language, their eye contact and the way they march in, … Business Unusual. ~ Camille Lavington

Beberapa waktu lalu, saya dibuat kesal oleh petugas sebuah departemen store yang sudah cukup kondang dan sudah lama berdiri di kota tercinta. Sore itu, saya dan anak saya berencana hanya membeli lip care di sebuah konter kosmetik yang hanya ada di Dept Store tersebut. Tapi lantaran mata tidak tahan juga untuk nengok ke sana kemari, akhirnya kami kecantol juga untuk sekalian berbelanja susu dan teman temannya.

Kekesalan saya terbit ketika masuk ke konter kosmetik yang jadi tujuan kami. Kami tidak menjumpai seorang petugas pun di situ. Di sebelah konter tersebut, ada juga konter kosmetik yang petugasnya sedang asyik ber-SMS-ria tanpa memedulikan saya yang celingukan mencari petugas konter tetangganya. Setelah saya agak berteriak untuk menanyakan di mana petugasnya, dengan berat hati (karena kelihatan dari langkah dan wajahnya),  petugas yang tadi asyik ber-SMS itu mendekati saya dan dengan kalimat datar, dia bilang, ”Sudah pulang!”.

Saya tidak mau berputus asa, dan tetap ngotot bertanya. ”Kalau mau beli lip care produk ini bagaimana caranya?”  Tanpa menjawab apa pun, dia langsung mencari kunci konter tetangganya itu dan mengambilkan produk yang saya maksud sambil menuliskan nota untuk dibayarkan ke kasir. Tetap, tanpa berkata sepatah pun. Dalam hati, saya jengkel setengah mati. Kalau tidak berminat membantu, mendingan tidak usah saja daripada saya disodori muka datar tanpa ekspresi, seolah-olah saya mengganggu waktu dia ber-SMS.

Dari kejadian di atas, kita bisa melihat bahwa bahasa tubuh itu bisa membuat kesan yang sangat berarti bagi orang lain. Saat saya mendiskusikan dengan seorang teman pun dia mengatakan, “Ah, cuma bahasa tubuh. Mungkin orangnya nggak sadar kali.” Tapi bagi saya bahasa tubuh itu justru penting dan akan menjadi penentu buat orang lain merasa senang atau tidak senang kepada kita. Bahasa tubuh bicara tentang diri seseorang yang lebih berarti dibandingkan dengan apa yang dikatakan.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa 80% komunikasi antara manusia dilakukan secara nonverbal. Komunikasi nonverbal ialah menyampaikan arti (pesan) yang meliputi ketidakhadiran simbol-simbol suara atau perwujudan suara. Salah satu komunikasi nonverbal ialah gerakan tubuh atau perilaku kinetik, kelompok ini meliputi isyarat dan gerakan serta mimik. Cara kita berdiri, berjalan, duduk, menggerakkan tangan, mengekspresikan wajah, tersenyum dan sebagainya itu mengungkapkan banyak hal tentang diri kita serta orang lain. Gara gara bahasa tubuh yang kurang pas pun sebuah wawancara kerja bisa gagal. Postur tubuh kita mengatakan lebih banyak hal tentang kita dibandingkan surat lamaran atau resume itu sendiri: apakah kita itu orang yang bersikap terbuka atau menyembunyikan sesuatu.

Dengan mengetahui apa arti bahasa tubuh, kita bisa melihat perasaan seseorang. Sikap sopan, hormat, kerendahan hati, atau perhatian penuh, diproyeksikan melalui berbagai gerak-gerik atau bahasa tubuh kita, baik di kelas, di tempat kerja, atau di tempat-tempat lain. Sayangnya, kata Carey O’Donnell, Presiden Carey O’Donnell Public Relations Group yang berbasis di West Palm Beach, Fla., “Banyak dari kita yang tidak tahu bahwa bahasa nonverbal kita cukup memberi pengaruh. Ada ribuan ekspresi dalam bentuk kecil, dan orang tetap bisa membaca ekspresi tersebut, meskipun mereka tidak sadar sedang melakukannya.”

Jadi apa manfaatnya pula bagi kita sendiri untuk memperbaiki body language? Kita dapat membangun hubungan yang menyenangkan dengan lebih cepat, memperkuat pengaruh komunikasi serta menghindari kesalahpahaman dan misinformasi. Namun perlu juga untuk diperhatikan bahwa ada beberapa bahasa tubuh yang tidak memiliki makna yang sama. Hal itu dikarenakan pengaruh kebudayaan, kondisi geografis dan sebagainya. Contohnya orang India mengangguk artinya tidak setuju, bergeleng artinya setuju, sedangkan bangsa lain melakukan sebaliknya. Maka dari itu kita perlu memperhatikan di mana kita bicara, siapa lawan bicara kita, khususnya mengenai asal asulnya supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang berakibat fatal. Dalam komunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain kita harus memperhatikan 6 RAHASIA bahasa tubuh yang menarik:

1. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah selain mencerminkan suasana hati juga menandakan kondisi pikiran seseorang. Ekspresi wajah akan mempunyai dampak yang sangat besar pada pembentukan persepsi. Untuk dapat membuat ekspresi wajah menyenangkan bisa dilakukan dengan selalu berpikir positif, rileks, dan selalu menanamkan rasa ramah dalam diri. Hal-hal itu akan membantu memunculkan senyum yang tulus dan menyenangkan.

2. Kontak mata
Sikap ini menandakan keterbukaan, apa adanya, dan keterusterangan. Melalui kontak mata, seseorang juga dapat memeriksa apakah lawan bicara memperhatikannya atau apakah lawan bicara setuju dengan pembicaraannya. Kontak mata akan meningkatkan kepercayaan lawan bicara kita dengan cara selalu menatap mata lawan bicara secara hangat. Tatapan mata sebaiknya di sekitar mata dan hidung, jangan ”berkelana” alias ”jelalatan” ke mana mana dan pastikan selalu dilakukan dengan ramah tanpa meninggalkan kesan negatif.

3. Postur Tubuh
Cara berdiri, duduk, dan berjalan dengan tegak dan pasti akan menunjukkan sikap percaya diri dan dapat diandalkan. Wanita sebaiknya duduk dan berdiri dengan kaki rapat.

4. Gerakan Tangan
Lakukan gerakan tangan yang ekspresif tetapi tidak berlebihan. Satukan jari-jari ketika kita menggerakkan tangan, dan tangan tetap berada di bawah dagu dan hindari melipat tangan atau tungkai kaki.

5. Gesture
a. Sikap tubuh terbuka: menandakan seseorang merasa terbuka dan percaya diri. Hal ini akan membuat orang lain merasa Anda yakini. Sebaiknya hindari menyilangkan tangan, memasukkan tangan ke dalam saku/di belakang, memeluk barang secara defensif (tas wanita, dompet, dll).
b. Condong ke depan dan posisikan tepat di hadapan lawan bicara: memberi arti kita tertarik dengan lawan bicara. Gerakan ini akan membuat lawan bicara merasa nyaman.
c. Anggukan kepala: menandakan persetujuan, akrab, dan suka (kecuali orang India)

6. Teritori
Ungkapan: berdiri sedekat mungkin sejauh kita merasa nyaman. Jika orang lain mundur, jangan melangkah untuk mendekat lagi

Jadi, mana yang lebih dipercaya orang: bahasa tubuh atau ucapan lisan? Ya, bahasa tubuh! Tanpa bahasa tubuh yang efektif kita ini ibarat film barat yang disulihsuara -bibir tidak selaras dengan kata kata yang akibatnya pendengar menjadi bingung dan berganti saluran.

Dalam kehidupan sehari-hari, begitu banyak kita menjumpai dan mengalami hal-hal seperti itu. Dalam terminologi Jawa, ada ungkapan “lahir iku utusane bathin’’. Ya, yang tampak secara lahiriah itu menjadi penanda kondisi batin atau sikap seseorang. Bahasa tubuh itu bak cermin sikap kita. Jadi, kita perlu benar-benar menjaga bahasa tubuh kita karena orang lain bakal menilai sikap kita, hanya dengan melihat yang tampak pada ekspresi tubuh kita.

Bonita D Sampurno
Direktur YPI Training Centre & Consultancy ”Up Grade Your Personal Image”/ email: info@ypitrainingcentre.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: