Asyiknya Bersantap Siang di Taman Kota

Orang sering memanfaatkan waktu makan siang untuk mengurangi kepenatan kerja, dengan mencari tempat makan yang berkonsep segar atau berbeda dengan suasana kantor. Karena itu banyak tumbuh tempat makan dengan konsep terbuka ataupun tradisional yang menawarkan suasana kembali ke alam. Bagi para pedagang kaki lima, sebuah taman kota bisa menjadi alternatif mereka menawarkan sajian dengan suasana taman yang segar.

Untungnya beberapa taman di Semarang, didesain dengan menempatkan kursi atau pun tempat duduk untuk masyarakat menikmati kesegaran taman. Konsep taman sebagai ruang publik tentu sangat penting untuk sebuah kota. Simbiosis antara pedang dan pengunjung inilah yang menjadikan beberapa taman kota menjadi pusat kuliner yang asyik untuk bersantap siang.

Taman Erlangga
Sesuai dengan namanya, taman ini terletak di Jalan Erlangga, tepatnya di sudut jalan antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pahlawan. Taman Erlangga berbentuk segitiga dengan pohon-pohon besar yang di bawahnya ditata kursi dan meja sebagai tempat menikmati makanan. Sedangkan gerobak penjual ada di tepi taman. Suasananya yang teduh dan nyaman memang sangat cocok untuk makan siang.

Berbagai menu yang ditawarkan, kebanyakan menu khas yang sangat cocok untuk bersantap siang. Seperti tahu gimbal, es dawet duren, bakso, batagor, ataupun siomay. Tentu Anda bisa memilih menu sesuai selera makan Anda. Jika porsi makan Anda besar, bisa jadi Anda memesan semua menu yang ditawarkan.

Es dawet duren dan tahu gimbal merupakan dua menu khas yang banyak dicari di tempat ini. Untuk es dawet duren ditawarkan dengan harga Rp 15 ribu, yang tanpa duren Rp 7 ribu, sedangkan es khusus duren Rp 20 ribu. Sedangkan untuk Tahu Gimbal Rp 11 ribu untuk yang komplit, untuk yang tidak pakai telur Rp 9 ribu.

Kebanyakan pengunjung di Taman Erlangga ini adalah pegawai kantoran yang bekerja di tengah kota Semarang. Namun banyak juga mereka yang sedang jalan-jalan menyempatkan diri untuk mampir menikmati menu yang ada. Setiap hari penjual di sini buka mulai pukul 10.00 hingga pukul 15.00, dan puncak keramaiannya biasanya pada jam istirahat makan siang.

Taman Gajah Mungkur
Taman ini terletak di tepi Jalan S Parman, kira-kira 10 menit dari Simpang Lima, tepatnya sebelah kanan Jalan sebelum POM Bensin Gajah Mungkur jika dari Simpang Lima atau Rumah Sakit Kariadi. Taman Gajah Mungkur ini cukup luas dan terdiri dari beberapa bagian. Salah satu bagian taman dengan pohon yang besar dan rindang menjadi tempat pengunjung menikmati hidangan kuliner.

Beberapa menu yang ditawarkan di warung atau gerobak pedagang di Taman Gajah Mungkur hampir sama dengan di Taman Erlangga, seperti tahu gimbal, es dawet duren, batogar, bakso, ataupun siomay. Bedanya di Taman Gajah Mungkur ada beberapa warung semi permanen yang berada di dekat taman, dengan menu seperti ayam bakar, pempek, atau nasi goreng.

Harga menu kuliner yang ditawarkan di Taman Gajah Mungkur cukup terjangkau. Untuk Es Dawet Duren Rp 9 ribu, jika tanpa duren hanya Rp 3 ribu. Untuk batagor komplit Rp 7 ribu, bakso Rp 9 ribu, es campur Rp 7 ribu, dan aneka jus harganya sekitar Rp 5 ribu. Seperti di Taman Erlangga, di sini puncak keramaian juga saat jam istirahat makan siang. Pecinta kuliner bisa datang ke sini mulai pukul 10.00 – 15.00.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: