Resolusi: Jangan Sampai Jadi Catatan Basi

“The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.” ~Eleanor Roosevelt.

Resolusi. Kita sering mendengar kata itu setiap menjelang pergantian tahun atau awal tahun yang baru. Dalam tayangan televisi, sering sekali seorang host bertanya pada sang narasumber, ”Apa resolusi Anda untuk tahun depan?’’ Teman-teman kita pun ikut-ikutan bertanya seperti itu. Ya, apa resolusi kita di tahun depan.

Apa sih resolusi itu? Kenapa setiap tahun, sebagian besar orang suka membuat resolusi. Entah itu tercapai atau tidak, yang penting punya resolusi dulu. Rasanya bangga kalau kita punya resolusi.

Resolusi merupakan sebuah komitmen  yang ingin dicapai seseorang ketika memasuki tahun  yang baru dengan tujuan menjadi lebih baik. Bisa dibilang resolusi itu mimpi yang ingin dicapai selama setahun mendatang. Resolusi ialah ketetapan hati atau kebulatan tekad untuk mengambil sikap dengan melakukan tindakan serta menunjukkan perilaku baru yang berbeda dengan sebelumnya. Yang baru ini harus lebih baik daripada yang terdahulu. Namun, semuanya bergantung atas seberapa besar orang tersebut berkomitmen untuk mencapai impiannya tersebut.

Contoh resolusi paling populer di kalangan masyarakat Amerika Serikat, antara lain menurunkan berat badan, melunasi utang, belajar menabung, mencari pekerjaan lebih baik, hidup lebih sehat, berhenti merokok, mengurangi stres, dan sebagainya.

Sudahkah Anda membuat resolusi di tahun 2011? Bagaimana pencapaian di tahun lalu? Berhasil, atau gagal? Atau hanya setengahnya saja yang berhasil? Apakah kita masih memerlukan resolusi untuk setahun ke depan, atau kita menganggap sudah tak ada gunanya lagi? Pasalnya, banyak orang membuat resolusi setiap tahunnya, tapi kebanyakan hanya menemui kegagalan.
Menurut suatu riset, hanya 12% orang yang benar-benar melakukan resolusi yang dirancangnya, dan setelah dua atau tiga bulan kebanyakan dia melupakan resolusinya. Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak perlu menyusun resolusi karena bagaimanapun orang yang menyusun rencana memiliki peluang 10 kali lebih besar untuk mencapai tujuannya.
Kunci  utama yang bisa membuat resolusi berhasil harus diawali dengan motivasi untuk betul-betul mengejar apa yang kita inginkan.  Kebanyakan dari kita cenderung bertindak untuk menghindari apa yang tidak kita inginkan.

Keinginan besar untuk mencapai tujuan akan terus menyala apabila motivasi Anda bersumber pada apa yang betul-betul Anda mau, dan bukannya karena mengikuti tren orang lain atau dipaksa oleh orang tua, pasangan, atau teman.
Berikut ini tips-tips menurut ulasan Genie untuk membantu keberhasilan agar Resolusi Tahun Baru Anda kali ini:

Tertulis
Usahakan kita membuat resolusi dalam bentuk daftar atau catatan rapi. Bila perlu, kita membuatnya dalam bentuk poin-poin. Gunakan tanda baca atau karakter tertentu seperti cetak tebal, dimiringkan, atau menggunakan garis bawah untuk hal-hal yang kita anggap sangat penting atau urgen. Letakan daftar atau catatan tersebut pada tempat-tempat yang memungkinkan kita melihat dalam waktu yang lama. Sebut saja, di sebelah monitor, di belakang pintu, atau bila perlu ditempel pada salah satu dinding kamar tidur. Jangan mencoba hanya mengingatnya saja dalam otak, karena besar kemungkinan kita akan mudah melupakannya apalagi bila tugas kantor sudah menumpuk.

Jangan terlalu banyak
Terlalu banyak resolusi justru membuat kita akan merasa terbebani. Jadi jangan terlalu banyak membuat resolusi. Maksimal cukup tiga atau empat saja. Jika resolusi dalam daftar melebihi itu, pilih yang paling penting dan urgen atau yang paling berharga bagi kehidupan kita.  Bukan bermaksud membatasi kreasi kita, namun resolusi yang sedikit memungkinkan kita lebih fokus untuk mencapainya.

Spesifik
Jangan membuat target resolusi yang abstrak. Jika target kita terlalu abstrak atau rancu, sangat mungkin nantinya kita akan mengalami kesulitan dalam penentuan titik keberhasilan. Dengan resolusi yang spesifik, diharapkan pencapaian resolusi akan maksimal. Selanjutnya kita jangan jadi orang yang hanya menunggu hasil setelah berusaha. Berusahalah untuk lebih “menjemput bola”.

Perjelas resolusi
Resolusi hanya akan menjadi catatan tahunan semata bila dalam kesehariannya kita tidak mencoba memperjelas dengan perilaku-perilaku konkret. Katakan pada tahun berikutnya kita menginginkan “hidup yang lebih sehat” maka keinginan itu pun mesti kita barengi dengan perilaku yang menunjukkan proses atau pun strategi yang mengarah ke sana. Bila perlu, kita bisa membuat catatan kecil yang berisi tindakan nyata untuk mendukung atau pun menunjukkan perilaku konkret kita. Misalnya “lebih banyak mengonsumsi serat dan buah” atau “ renang dua kali dalam seminggu”, atau yang lainnya.

Target antara
Ini dimaksudkan agar ada suatu kontrol dalam proses pencapaian resolusi kita. Target perantara bisa dilihat atau dievaluasi selama beberapa bulan. Dengan target perantara ini, kita akan dibiasakan bekerja untuk memenuhi pencapaian sesuai dengan jadwal dan tidak menjadi orang yang sibuk pada bagian akhir ketika tenggat waktu sudah dekat. Contohnya, kita menargetkan keterlambatan masuk kantor menurun sebesar 30 persen selama dua bulan. Maka setelah dua bulan kita bisa memeriksa daftar presensi kita: berapa kali kita terlambat, atau bahkan tidak masuk dari jumlah total hari kerja selama dua bulan tersebut.

Realistis
Walaupun sebenarnya kita mampu untuk berenang setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, tapi apakah hal tersebut masih realistis? Coba pikir lagi, bila hal tersebut justru banyak ketidaksesuaian pada pelaksanaanya, sebaiknya kita revisi ulang resolusi tersebut. Kegagalan yang semakin sering dapat memicu rasa malas pada diri kita yang pada akhirnya resolusi bisa tidak tercapai sama sekali. Lakukan revisi, misalkan, kita akan melakukan renang pada pagi hari, di hari Sabtu dan Minggu.

Catat keberhasilan
Catat setiap keberhasilan yang sudah pernah kita lakukan. Bila perlu catat secara mencolok misalkan dengan mencetak tebal, atau memberi tanda cek dengan spidol. Usahakan catatan ini dibuat semenarik mungkin. Ini bertujuan untuk memotivasi  kita nantinya bila rasa malas sedang menghampiri pikiran kita. Dengan membuka catatan yang sudah kita buat sebelumnya dengan secantik mungkin, diharapkan kita akan kembali termotivasi dan mampu mencetak prestasi lainnya.

Menghargai diri
Jangan lupa untuk memanjakan dan memuja diri dengan mmberi reward ketika kita berhasil mencapai target walaupun itu hanya sekadar target antara. Tentukan hadiah seperti apa yang kita inginkan sejak awal merancang resolusi, sehingga hadiah ini bisa menjadi salah satu motivasi tetap sepanjang tahun untuk terus berusaha mencapai resolusi kita.

Lingkungan yang mendukung
Sangat perlu mengondisikan lingkungan agar mendukung pencapaian target resolusi kita. Sebab, secara tidak langsung lingkungan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan prilaku kita. Jika kita berniat untuk bangun lebih pagi karena ingin berolahraga, kita bisa ciptakan suasana lingkungan yang mendukung dengan memasang alarm, menyiapkan perlengkapan olahraga seperti sepatu dan baju sebelum kita tidur. Selain itu, kita juga harus menghindari tindakan-tindakan yang bisa menghambat Anda untuk bangun pagi. Misalnya sebaiknya kita menolak ketika teman mengajak kita jalan-jalan ke mal, karena nantinya kita bisa kelelahan dan bangun menjadi kesiangan.

Pantang menyerah
Di sinilah letak kelemahan dari resolusi yang banyak orang buat. Ketidakberhasilan pencapaian resolusi banyak disebabkan karena kebanyakan orang menyerah terhadap resolusi yang dibuatnya sendiri setelah mengalami kegagalan. Oleh karena itu, dari awal kita sudah disarankan untuk membuat resolusi yang lebih spesifik dan realistis. Bila dari awal kita sadar akan hal ini, dan menyadari kesilapan, kita akan lebih mudah untuk kembali fokus dalam pencapaian target resolusi. Sekadar untuk disadari bahwa kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan lewat resolusi tidak akan pernah bisa 100 persen hilang.

Pengawas
Ini sangat diperlukan apalagi bila kita merupakan orang yang cenderung harus dikomando dalam menjalankan tugas. Pengawas bisa siapa saja, seperti teman, pacar, suami, istri, anak, saudara, orang tua, atau rekan sekerja. Intinya, orang tersebut memiliki banyak waktu dengan kita. Sebelumnya beritahu pada orang yang ditunjuk sebagai pengawas tersebut mengengai apa saja yang dilarang dan diperbolehkan untuk kita, sehingga dia bisa langsung memperingatkan kita bila terjadi kelalaian atau kecurangan. Dan satu hal lagi, mengingat resolusi ini mungkin akan kita jalankan dalam waktu yang lama, pastikan pengawas tersebut bersedia untuk mengawasi dari awal hingga akhir.

SELAMAT MEMBUAT RESOLUSI 2011! INGAT, JANGAN PERNAH MEMBIARKAN CATATAN RESOLUSI KITA JADI BASI. SELAMAT TAHUN BARU 2011.

Bonita.D.Sampurno, Direktur YPI Training Centre & Consultancy ”Up Grade Your Personal Image”/ email : info@ypitrainingcentre.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: