Perhatikan Lingkar Pinggang Anda dan Hindari Sindrom Metabolik

Banyak orang berpendapat bahwa kegemukan adalah lambang kemakmuran. Ternyata pendapat ini tidaklah tepat, karena hasil-hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa kegemukan terutama di bagian perut malah bisa mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya.

Berbagai kongres kesehatan di dunia saat ini sedang membahas masalah sekumpulan gejala yang tidak normal yang terjadi dalam proses metabolisme dalam tubuh manusia atau lebih dikenal dengan istilah sindrom metabolik. Apa dan mengapa sindrom metabolik menjadi perhatian serius para pakar kesehatan?

Sindrom metabolik bukanlah suatu penyakit namun merupakan sekumpulan gejala kelainan metabolik dalam tubuh seseorang yang merupakan faktor risiko untuk terkena penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke) dan penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Sindroma metabolik ditandai oleh besarnya lingkar perut, adanya kelainan kadar lemak darah terutama HDL Kolesterol dan Trigliserida, dan adanya tekanan darah tinggi serta naiknya kadar gula darah puasa.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana cara untuk mengetahui apakah seseorang sudah termasuk dalam kategori sindrom metabolik atau belum? Ada lima hal yang ditetapkan oleh International Diabetes Federation (IDF) yang menjadi kriteria sindrom metabolik, yaitu: Pertama, obesitas sentral yang ditandai oleh ukuran lingkar perut, pada pria > 90 cm dan wanita > 80 cm (Asia Pasifik). Kedua, kadar trigliserida ≥ 150 mg/dL. Ketiga, kadar HDL Kolesterol, pada pria < 40 mg/dL dan wanita < 50 mg/dL. Keempat, tekanan darah ≥ 130/85 mmHg. Kelima, kadar gula puasa ≥ 100 mg/dL

Dari lima kriteria di atas, ukuran lingkar pinggang menjadi kriteria mutlak. Bila kriteria pertama tersebut sudah dilanggar dan diikuti dengan pelanggaran dua dari empat kriteria yang lainnya, maka sudah bisa disebut mengalami atau masuk dalam kategori sindrom metabolik.

Kita bisa memantau kondisi kesehatan tubuh kita secara mudah dan sederhana. Salah satunya adalah pengukuran lingkar perut untuk menentukan faktor risiko Obesitas Sentral. Jika lingkar perut sudah melebihi kriteria normal maka sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan faktor risiko lain. Berdasar kriteria-kriteria tersebut di atas, terlihat jelas bahwa 3 dari 5 faktor risiko terjadinya sindrom metabolik memerlukan pemeriksaan laboratorium, yaitu penentuan kadar Trigliserida, HDL kolesterol dan Glukosa Darah Puasa. Berdasar hal tersebut bisa kita katakan bahwa pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk dilakukan.

Selain itu obesitas sentral juga erat hubungannya dengan resistensi insulin (tubuh tidak merespon insulin) dan atherosklerosis (pembentukan plak pembuluh darah). Resistensi insulin terjadi karena terdapatnya banyak asam lemak bebas dan TNF alfa yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin melalui beberapa jalur, antara lain pembentukan C-protein kinase yang selanjutnya berpengaruh terhadap transport glukosa ke dalam sel. Pada keadaan resistensi insulin, akibat meningkatnya asam lemak bebas, penumpukan trigliserida di hati akan meningkat dan berlebihan, kemudian akan terbentuk VLDL yang lebih banyak mengandung trigliserida (large VLDL). Pada metabolisme lemak, large VLDL akan menghasilkan small dense LDL yaitu LDL kolesterol yang kecil dan padat, yang tiga kali lebih jahat dibanding dengan LDL normal. Sehingga small dense LDL dalam darah sangat penting untuk diperiksa.

Diabetes Mellitus, hiperlipidemia dan tekanan darah tinggi merupakan tipikal penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup (lifestyle-related diseases) dan kesemuanya merupakan faktor risiko penting terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri yang akan menyebabkan penyakit jantung/stroke. Untuk memprediksi terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri tersebut, pemeriksaan laboratorium yang sangat perlu dilakukan adalah pemeriksaan paket lemak, yaitu Trigliserida, HDL kolesterol, LDL kolesterol, Apo B dan small dense LDL. Sayangnya pemeriksaan Apo B dan small dense LDL belum banyak diketahui oleh orang awam. Penyumbatan pembuluh darah dan semua penyakit-penyakit di atas seperti lingkaran setan, saling berkait erat, saling berhubungan sebab akibat dan faktor pemicunya ialah obesitas terutama obesitas sentral.

Yang Maha Pencipta sudah menciptakan tubuh manusia sedemikian rupa sehingga semuanya berjalan dengan baik dan seimbang. Sindrom metabolik adalah sistem peringatan dini (alert system) tubuh kita untuk memperingatkan bahwa ada kelainan metabolisme yang dapat berakibat fatal.

Sindrom metabolik bisa dihindari dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, pola makan yang baik dan pemeriksaan kesehatan yang teratur. Olah raga yang taratur setiap hari minimal 30 menit, mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak, karbohidrat dan garam, serta pemeriksaan darah di laboratorium klinik secara rutin, terutama pemeriksaan paket lemak. Pepatah lama yang mengatakan pencegahan lebih baik daripada mengobati tetaplah relevan sampai saat ini. (Hery Fitriyanto – hery.fitriyanto@summit.co.id)

Perhatikan Lingkar Pinggang Anda dan Hindari Sindrom Metabolik

 

Banyak orang berpendapat bahwa kegemukan adalah lambang kemakmuran. Ternyata pendapat ini tidaklah tepat, karena hasil-hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa kegemukan terutama di bagian perut malah bisa mendatangkan berbagai macam penyakit berbahaya.

 

Berbagai kongres kesehatan di dunia saat ini sedang membahas masalah sekumpulan gejala yang tidak normal yang terjadi dalam proses metabolisme dalam tubuh manusia atau lebih dikenal dengan istilah sindrom metabolik. Apa dan mengapa sindrom metabolik menjadi perhatian serius para pakar kesehatan?

 

Sindrom metabolik bukanlah suatu penyakit namun merupakan sekumpulan gejala kelainan metabolik dalam tubuh seseorang yang merupakan faktor risiko untuk terkena penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke) dan penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Sindroma metabolik ditandai oleh besarnya lingkar perut, adanya kelainan kadar lemak darah terutama HDL Kolesterol dan Trigliserida, dan adanya tekanan darah tinggi serta naiknya kadar gula darah puasa.

 

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana cara untuk mengetahui apakah seseorang sudah termasuk dalam kategori sindrom metabolik atau belum? Ada lima hal yang ditetapkan oleh International Diabetes Federation (IDF) yang menjadi kriteria sindrom metabolik, yaitu: Pertama, obesitas sentral yang ditandai oleh ukuran lingkar perut, pada pria > 90 cm dan wanita > 80 cm (Asia Pasifik). Kedua, kadar trigliserida ≥ 150 mg/dL. Ketiga, kadar HDL Kolesterol, pada pria < 40 mg/dL dan wanita < 50 mg/dL. Keempat, tekanan darah ≥ 130/85 mmHg. Kelima, kadar gula puasa ≥ 100 mg/dL

 

Dari lima kriteria di atas, ukuran lingkar pinggang menjadi kriteria mutlak. Bila kriteria pertama tersebut sudah dilanggar dan diikuti dengan pelanggaran dua dari empat kriteria yang lainnya, maka sudah bisa disebut mengalami atau masuk dalam kategori sindrom metabolik.

 

Kita bisa memantau kondisi kesehatan tubuh kita secara mudah dan sederhana. Salah satunya adalah pengukuran lingkar perut untuk menentukan faktor risiko Obesitas Sentral. Jika lingkar perut sudah melebihi kriteria normal maka sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan faktor risiko lain. Berdasar kriteria-kriteria tersebut di atas, terlihat jelas bahwa 3 dari 5 faktor risiko terjadinya sindrom metabolik memerlukan pemeriksaan laboratorium, yaitu penentuan kadar Trigliserida, HDL kolesterol dan Glukosa Darah Puasa. Berdasar hal tersebut bisa kita katakan bahwa pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk dilakukan.

 

Selain itu obesitas sentral juga erat hubungannya dengan resistensi insulin (tubuh tidak merespon insulin) dan atherosklerosis (pembentukan plak pembuluh darah). Resistensi insulin terjadi karena terdapatnya banyak asam lemak bebas dan TNF alfa yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin melalui beberapa jalur, antara lain pembentukan C-protein kinase yang selanjutnya berpengaruh terhadap transport glukosa ke dalam sel. Pada keadaan resistensi insulin, akibat meningkatnya asam lemak bebas, penumpukan trigliserida di hati akan meningkat dan berlebihan, kemudian akan terbentuk VLDL yang lebih banyak mengandung trigliserida (large VLDL). Pada metabolisme lemak, large VLDL akan menghasilkan small dense LDL yaitu LDL kolesterol yang kecil dan padat, yang tiga kali lebih jahat dibanding dengan LDL normal. Sehingga small dense LDL dalam darah sangat penting untuk diperiksa.

 

Diabetes Mellitus, hiperlipidemia dan tekanan darah tinggi merupakan tipikal penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup (lifestyle-related diseases) dan kesemuanya merupakan faktor risiko penting terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri yang akan menyebabkan penyakit jantung/stroke. Untuk memprediksi terjadinya penyumbatan pembuluh darah arteri tersebut, pemeriksaan laboratorium yang sangat perlu dilakukan adalah pemeriksaan paket lemak, yaitu Trigliserida, HDL kolesterol, LDL kolesterol, Apo B dan small dense LDL. Sayangnya pemeriksaan Apo B dan small dense LDL belum banyak diketahui oleh orang awam. Penyumbatan pembuluh darah dan semua penyakit-penyakit di atas seperti lingkaran setan, saling berkait erat, saling berhubungan sebab akibat dan faktor pemicunya ialah obesitas terutama obesitas sentral.

 

Yang Maha Pencipta sudah menciptakan tubuh manusia sedemikian rupa sehingga semuanya berjalan dengan baik dan seimbang. Sindrom metabolik adalah sistem peringatan dini (alert system) tubuh kita untuk memperingatkan bahwa ada kelainan metabolisme yang dapat berakibat fatal.

 

Sindrom metabolik bisa dihindari dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, pola makan yang baik dan pemeriksaan kesehatan yang teratur. Olah raga yang taratur setiap hari minimal 30 menit, mengurangi makanan yang banyak mengandung lemak, karbohidrat dan garam, serta pemeriksaan darah di laboratorium klinik secara rutin, terutama pemeriksaan paket lemak. Pepatah lama yang mengatakan pencegahan lebih baik daripada mengobati tetaplah relevan sampai saat ini. (Hery Fitriyantohery.fitriyanto@summit.co.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: