Harmawan Mardiyanto, Konseptor BloomBang Water Park dan Klaster Bambu 55

Berbekal pengalaman berkunjung ke berbagai tempat wisata di dalam dan luar negeri, Harmawan Mardiyanto, konseptor BloomBang Water Park, mencoba untuk menganalisa apa yang dilihatnya di tempat-tempat tersebut. Salah satu hal sederhana yang coba diterapkannya adalah dengan menampilkan konsep yang berbeda di water park yang dikelolanya. Konsep yang dihadirkannya adalah konsep dongeng Bajak Laut. Pengunjung yang datang akan mendapatkan pengalaman baru yang benar-benar beda dari tempat lain.

Ada dua buah kolam besar yang dilengkapi berbagai sarana permainan air seperti family slide, splash bucket, twin slide serta sebuah jacuzzi dengan atraksi utama sebuah tower slide setinggi 7 meter yang memicu adrenalin telah dihadirkan di water park yang terletak di kota Purwodadi, Grobogan tersebut. “Water park tersebut dibangun untuk melengkapi fasilitas yang sebelumnya telah ada yaitu kolam renang standar internasional. Banyak orang yang belum bisa berenang namun ingin dapat bermain air karena itu kami hadirkan water park dengan kolam yang dangkal sehingga bisa dimanfaatkan oleh segala usia,” papar Nugroho Hardiko Utomo, adik kandung Harmawan yang bersama-sama membidani lahirnya BloomBang Water Park

Dari banyak kunjungannya ke tempat wisata di luar negeri, penyuka fresh sea food, steak, roasted turkey dan flying goose ini melihat bahwa penataan dan kebersihan tempat wisata di Indonesia, termasuk Semarang, masih harus selalu diperhatikan karena merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kenyamanan para pengunjung. Selain itu adanya updating sarana prasarana secara berkala serta penyediaan merchandise yang unik dan menarik pasti akan mendatangkan wisatawan. Untuk Semarang, masih perlu banyak membangun tempat wisata baru, baik wisata buatan khususnya tempat bermain keluarga bisa indoor maupun outdoor maupun tempat wisata alami yang menyuguhkan panorama alam.

“Tempat wisata theme park seperti Dufan (Dunia Fantasi-red) jika dibangun di Semarang tentu akan banyak menarik minat orang untuk mengunjunginya. Atau wisata permainan di alam seperti Treetop di Salatiga pasti akan menarik banyak pengunjung, karena masyarakat Semarang haus akan hiburan, yang bisa kita lihat setiap akhir pekan banyak warga yang berbondong-bondong ke pinggiran Semarang, seperti Boja dan Bandungan untuk menikmati wisata alam,” tambah alumni Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro 1991 ini.

Selain mengelola tempat wisata, Harmawan saat ini tengah menggeluti bidang real estate development, usaha yang dirintis bersama orangtuanya ini saat menjelang lulus kuliah, dengan nama Ayodya. Awalnya mereka hanya mengembangkan kawasan Hunian Ideal Ayodya Bersemi di Purwodadi dan saat ini tengah memasuki tahap ke-3. Setelah menyelesaikan kuliah di bidang International Management di salah satu private university ternama di negeri Paman Sam, anak pertama dari tiga bersaudara ini, langsung tergerak untuk menciptakan suatu kawasan hunian yang nyaman dan menyenangkan karena menyadari esensi suatu hunian bagi sebuah keluarga.
Dengan dukungan penuh dari seluruh staf karyawan Ayodya, saat ini Ayodya sedang berkonsentrasi mengembangkan kawasan Hunian Alami The Ayodya Sekaran yang berlokasi di Sekaran, Gunungpati. “Dalam mengembangkan perumahan, kami tidak hanya terfokus membangun hunian saja namun juga membangun lingkungan sekitar agar selaras dan memperhatikan keseimbangan alam. Karena itu kami ikut mengusung perumahan berkonsep go green, apalagi Kampus Unnes (Universitas Negeri Semarang) yang letaknya tepat bersebelahan dengan kami juga telah mendeklarasikan diri sebagai kampus konservasi,” jelas pengusaha yang juga aktif di kepengurusan REI DPD Jateng serta BPD Hipmi Jawa Tengah ini.

Dari total lahan yang ada di kawasan The Ayodya Sekaran nantinya akan dikembangkan menjadi beberapa klaster independen dengan keunikan masing-masing baik berupa tampilan huniannya maupun fasilitas yang ada. Klaster Bambu 55 merupakan klaster pertama yang kami kembangkan dan Alhamdulillah mendapat respon positif dari masyarakat. Insyaallah pada awal tahun 2011 akan segera kami luncurkan klaster terbaru kami dengan konsep yang tidak kalah unik dibandingkan Bambu 55,” kata Harmawan. “Kami selalu berusaha untuk selalu out of the box dalam mengembangkan suatu produk terutama sekali karena saya mengagumi differensiasi,” jelas pengusaha yang juga bergerak di bidang usaha SPBU, Auto CarWash dan BPR Syariah ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: