Perencanaan Makan Selama Puasa Ramadhan

Perencanaan makan pada umumnya selama tidak dalam bulan puasa adalah tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan. Sedangkan pada keadaan berpuasa di bulan Ramadhan menjadi dua kali makan utama dan dua kali makan selingan. Selama menjalankan puasa, selain makanan juga perlu memperhatikan asupan cairan.

Banyak para ahli yang setuju bahwa puasa akan memberikan manfaat pada tubuh kita, diantaranya: Menjaga kadar kolesterol darah, mengurangi radikal bebas dalam tubuh, mengurangi resiko penyakit diabetes tipe 2, mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh, membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi, berat badan juga akan turun, dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa, penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik, puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa.

Untuk memperoleh manfaat tersebut bagi tubuh, makan selama puasa sebaiknya memperhatikan beberapa hal seperti:

1.    Makan dan minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari, Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi. Perlu diperhatikan pengurangan konsumsi cafein dan soda.

2.    Untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sementara pria 2.100 kalori. Kalori sebanyak ini bisa terpenuhi dari makanan dan minuman yang disantap selama sahur dan buka puasa. Untuk makanan, sebaiknya pilih makanan alami karena lebih aman. Misalnya: karbohidrat diperoleh dari nasi, kentang, mi atau jagung. Protein dari daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Sedangkan sumber vitamin dan mineral ada pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua, dan merah.

3.    Saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, tapi secara bertahap. Dimulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis-manis. Jika Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat

4.    Sedangkan pada saat sahur, meski kurang bernafsu untuk makan karena rasa kantuk belum hilang, sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin, kira-kira setengah jam sebelum Imsak. Tapi ingat, sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari dan jika diperlukan boleh ditambahkan dengan supplemen untuk menambah asupan vitamin tubuh.

5.    Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan. Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari. Jika perlu mengonsumsi suplemen.

6.    Istirahat di waktu siang hari. Ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak.

7.    Jika ingin olahraga, bisa dilakukan pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka. Pilih olah raga dengan intensitas rendah dan frekuensi sering (3- 5x/ minggu dengan waktu 30 menit) serta memiliki sifat low impact (yoga, taichi, jalan).

Selama berpuasa sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk terlalu mengurangi aktivitas sehari-hari. Kita harus tetap kerja rutin sambil beribadah tentunya. Sebab itu cobalah untuk tetap menjaga kondisi tubuh yang prima, walaupun perut harus kosong selama 12 jam kita berpuasa. Selamat berpuasa. (N Desy Putriningtyas, Pengelola Klinik Laras Langsing)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: