Persiapan Materi Berbicara

”Tujuan Anda adalah membuat audiens melihat apa yang Anda lihat, mendengar yang Anda dengar, merasakan apa yang Anda rasakan. Detail yang relevan, dibungkus dalam bahasa yang penuh warna , adalah cara terbaik untuk menghadirkan suatu peristiwa sebagaimana peristiwa itu terjadi dan untuk memvisualisaikannya bagi audiens” (Dale Carnegie)

Benarlah, sebelum berbicara di muka umum, selain mental, persiapan materi juga merupakan hal penting yang harus dilakukan dengan baik dan benar. Pasalnya, kesiapan materi sangat memengaruhi kesiapan mental kita. Ini hukum umum: kalau seseorang memiliki bekal yang memadai, maka dia akan merasa yakin dalam melakukan sesuatu. Begitu juga dalam hal berbicara di muka umum.

Selain itu, kesiapan mental audiens juga perlu kita pertimbangkan. Karena itu, sebelum menyampaikan semua materi yang ada, kita perlu pula menyebutkan pokok-pokok pemikiran atau ringkasannya. Ini agar audiens memiliki gambaran awal mengenai materi yang akan kita sampaikan sekaligus mempersiapkan mental mereka untuk menyimak paparan kita.

Perlu diketahui, hal utama harus kita perhatikan dalam mempersiapkan materi adalah pencarian sebanyak-banyaknya semua informasi yang berhubungan dengan materi kita. Referensi tersebut bisa berasal dari buku, tulisan, internet atau bahan publikasi lainnya. Kita juga perlu menganalisis karakterisk audiens seperti yang sudah kita ulas bulan lalu. Hal itu bisa dilakukan dengan survei kecil-kecilan untuk mengetahui latar belakang dan gambaran umum audiens kita. Misalnya, apa latar pendidikan, usia, minat, dan kompetensi audiens? Kalau sudah begitu, kita bisa lebih efektif dalam membuat materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pengembangan Topik

Bagaimana agar materi kita menarik dan memikat serta membuat perhatian audiens terfokus? Itu bisa ditempuh dengan pengembangan topik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan topik, antara lain:

1.      Kita harus memastikan bahwa referensi yang kita ambil dari buku atau bahan lain tersebut telah sejalan dengan kenyataan. Maksudnya, referensi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya. Data yang kita ambil pun harus akurat, terutama yang menyangkut angka atau uang. Ini perlu diperhatikan benar karena taruhannya adalah kredibilitas kita sebagai pembicara. Kita harus menghindari kekeliruan karena itu bisa berakibat hilangnya kepercayaan audiens pada kita. Karena itu, kita perlu melakukan cek dan ricek tentang materi: apakah materi sudah jelas atau belum; apakah materi yang akan kita sampaikan itu mengena atau tidak; apakah materi sudah cocok dengan keadaan atau tidak; apakah sudah relevan atau belum; apakah materi sudah simpel atau belum?

2.      Tambahkan topik dan bacaan yang telah kita lakukan itu dengan informasi lain yang up-to-date dan memang nyata dalam kehidupan sehari hari. Pengalaman kita dan orang lain adalah bahan yang menarik untuk kita ambil.

3.      Kurangi bagian-bagian yang membuat kita tidak terfokus, menimbulkan keraguan-raguan atau melebihi batas waktu yang tersedia

4.      Tetapkan apa yang menjadi tujuan pembicaraan dan harapan audiens. Kita juga perlu memilah-milah bagian mana saja yang perlu dimasukkan dan mana yang tak perlu. Selain itu, rincian seperti apa yang diperlukan agar paparan kita mencapai tujuan. Cara terbaik penyampaian juga perlu kita pertimbangkan benar-benar. Dan yang tak bisa diabaikan adalah jenis reaksi atau tanggapan audiens seperti apakah agar tujuan paparan kita tercapai.

Kalau semua itu sudah dilakukan, barulah kita menyusun kerangka untuk mempermudah penyampaian ide atau gagasan kita. Kalau dianalogikan dengan rumah, tanpa kerangka, rumah itu bakal roboh. Kerangka tersebut bisa disebut dengan sederhana sebagai urut-urutan pembicaraan. Ini akan menjadi semacam panduan agar paparan pembicaraan kita terstruktur dan tidak melenceng dari yang telah kita gariskan. Intinya, urut-urutan itu terbagi menjadi tiga tahap, yaitu:

1.      Pendahuluan

Pendahuluan merupakan satu bagian penting dalam berbicara di muka umum. Pendahuluan bertujuan meyakinkan audiens agar mendengarkan penyajian kita, juga untuk memperkenalkan pokok atau tujuan penyajian.

Pendahuluan sebaiknya dimulai dengan uraian mengenai hal-hal yang bisa menarik dan bisa menjadi perekat untuk mempertahankan minat peserta dalam mendengarkan, memudahkan pengertian terhadap ide-ide yang disampaikan, serta memudahkan audiens untuk mengingat hal-hal penting.

2.      Bagian Isi

Isi  bisa dikatakan sebagai inti dari penyajian. Kalau diibaratkan tubuh manusia, isi adalah jantung yang tepat berada di tengah dan berfungsi penting untuk menfasilitasi semua bagian tubuh. Karena itu, isi harus menjadi jembatan antara bagian pendahuluan dan simpulan. Biasanya isi terdiri atas tiga (3) hingga lima (5) hal pokok, yang kesemuanya harus mengarah pada tujuan paparan seperti yang sudah disebutkan pada bagian pendahuluan.

Maka, perlu dicamkan, isi sebaiknya mengikuti ide-ide dasar yang tertera pada rencana penyajian, dan diwujudkan dalam analisis yang bermanfaat bagi pendengar dan bisa mereka pahami. Perlu pula dengan penambahan informasi aktual yang relevan dengan isi. Pada sesi tanya jawab atau diskusi dengan audiens, pembicara harus benar-benar siap dan mampu memberikan jawaban yang sesuai.

3.      Simpulan

Simpulan juga memainkan peranan yang sangat penting. Ketika tidak ada informasi atau fakta yang menggugah minat audiens, mereka akan memberi perhatian pada bagian akhir pembicaraan kita yang merupakan simpulan dari tema keseluruhan. Membuat simpulan harus mengandung ringkasan dari tujuan dan pemikiran pokok. Simpulan harus dibuat tegas dan jelas. Ringkasan paparan dan imbauan secara langsung mengenai tujuan penyajian seperti yang sudah disebutkan pada bagian pendahuluan, perlu pula diulangi pada bagian ini.

Nah, kalau semua hal itu telah kita pahami benar-benar, kita sudah siap tampil berbicara di muka umum. Ibarat tentara yang mau maju berperang, semua amunisi sudah berada di tangan kita sehingga langkah kita bakal sangat meyakinkan. Kalau kita sangat yakin ketika berbicara di muka umum, bisa dipastikan kita akan memaparkan materi dengan baik dan menarik. Sampai jumpa bulan depan. Salam. (Bonita.D Sampurno, Direktur ypi training centre &consultancy “up grade your personal image”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: