Mahkota Grand Wedding Expo 2010

Apakah nasionalisme memiliki potensi artistik dalam pesta-pesta penikahan? Apakah warna merah dan putih bisa menjadi keindahan yang mencengangkan dalam perayaan-perayaan pernikahan yang seharusnya agung dan pertanyaan itu di New PRPP Convention Centre Semarang, 14-17 Agustus mendatang.

“Spiritnya memang nasionalisme, tetapi warna wedding dan pesta tetap menjadi daya tarik acara. Kami akan mengeksplorasi warna merah dan putih. Kami juga akan memilih lagu-lagu yang punya dampak cinta bangsa tanpa meninggalkan sisi hiburannya,” kata Indra Suryajaya, General manajer Mahkota Wedding & Organizer.

Karena itu dalam konser Mahkota Artist Management (MAM) pada hari pertama (14/8), misalnya, publik tetap mendapatkan lagu-lagu yang sedang populer dan menarik. Lagu-lagu bernuansa cinta bangsa akan digunakan sebagai aksentuasi. “Kami berencana mengundang pemusik dan penyanyi yang bisa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dalam aransemen yang lebih gaul. Ini agar publik tak merasa digiring ke masa lalu, masa-masa perjuangan,” kata Direktris Mahkota, Ming Ming.

Yang menarik, pada pergelaran kali ini akan dihadirkan sound system canggih dari Dempo. Juga tata lighting dari Latika dan dekorasi oleh Galaxi.

Eksplorasi
Demikian juga saat Ave Bridal and Salon serta Ventlee tampil (15/8), busana-busana yang digelar tak akan didominasi oleh semacam army look. Mereka akan membawa spirit keindonesiaan, tanpa mengurangi ciri khas mereka sebagai pendesaian gaun dan jas yang senantiasa mengembangkan tren dunia. “Saya rencananya akan menapilkan retro-clasic. Kebetulan pada 4 Agustus saya menampilkannya di Internasional Fashion Show di Taipe, Taiwan. Saya juga akan berburu ide di sana untuk mempertunjukkan sesuatu yang bagus kepada publik Semarang,” kata Vincent Lee, pemilik Rumah Mode Ventlee.

Ave Sanjaya punya konsep lain. Ia akan memunculkan merah maron dan putih gading (mutiara) dalam gaun-gaun artistik dan busana Jawa yang menawan. “Saya akan memunculkan special show. Sesuatu yang belum pernah kita tonton di Semarang. Menurut saya, mengeksplorasi keindonesiaan tak harus sesuai dengan warna bendera. Kita bisa mengambil spiritnya,” tambahnya.

Wong Hang Tailor dan Tinata Bridal (16/8) juga setali tiga uang. Mereka akan mengeksplorasi warna merah yang mewah dan putih yang anggun untuk menunjukkan kepada publik betapa “warna Indonesia” itu bukan sesuatu yang kacangan.

Adapun Intan Avantie dan kawan-kawan (17/8) – yang mengekplorasi kebaya – juga bakal mengeksplorasi keindonesiaan dengan cara yang khas. “Mereka akan menampilkan gaun pengantin tradisional yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga orang-orang modern bangga mengenakan,” tambahnya.

Apa andalan lain pergerakan Mahkota kali ini? “Tentu kami masih menyediakan mobil untuk grand prize. Ini akan mendorong orang untuk melakukan transaksi besar-besaran,” kata Ming Ming menutup perbincangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: