Komunitas Sahabat Mata Tidak Ingin Diperlakukan Secara Beda

Malam baru saja bergulir, ketika pembawa acara memanggil nama Pak Basuki untuk maju ke depan pengunjung yang datang. Senyum merekah dari mulutnya, dengan dituntun istrinya Pak Basuki menuju tempat duduk yang disediakan bagi para pembicara yang akan sharing pada acara “SMILE 2010: Charity for Sahabat Mata” di salah satu ruang Hotel Santika Premiere tersebut. Dari wajahnya yang cerah terlihat jelas semangat hidup yang selalu dia junjung.

Basuki bercerita, awalnya dia juga memiliki penglihatan yang normal, namun karena suatu hal, dia kemudian tidak bisa melihat. Hal tersebut tidak menghalangi gairahnya terhadap hidup. Dia bertekad untuk ikut membantu orang yang bernasib sama dengan dirinya. Beberapa kunjungan ke sesama tuna netra baik ke luar maupuan di dalam kota Semarang dia lakukan untuk melihat kondisi yang berkembang. Kemudian dia pun mendirikan Komunitas Sahabat Mata.

“Banyak cerita tentang perjuangan orang-orang yang tidak karuniai anggota tubuh secara lengkap, namun bisa mengubah lingkungan dan bahkan menjadi inspirasi dunia. Karena itu tidak ada alasan bagi kami untuk tidak berkarya dan melakukan sesuatu pada masyarakat. Kami juga ingin masyarakat tidak berperilaku beda pada kami, anggap kami sewajarnya, seperti yang lainnya,” tambah Pak Basuki.

Pak Basuki menambahkan, selama ini tuna netra sering diidentikan dengan meminta, padahal tidak semua seperti itu. Dia bercerita, pernah ingin mengadakan kegiatan dan mengundang salah satu kepala dinas pemerintahan. Namun karena stigma tersebut, undangan tersebut dikira permintaan sumbangan. Karena itu dia berharap masyarakat menganggap para tuna netra seperti layakanya masyarakat lainnya.

Komunitas Sahabat Mata seperti yang tertulis di webnya, jalancahaya.org, memiliki tujuan yang sangat mulia. Sebagai manusia tentu kita akan mempertanggungjawabkan amanah penglihatan, karena itu dibutuhkan satu kepedulian untuk saling mengingatkan dalam memfungsikan mata. Hingga penglihatan bisa menjadi salah satu kunci pembuka pintu surga. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, maka Come_unity satu lembaga pengembangan sumber daya insani membangun sebuah komunitas yang diberi nama Komunitas Sahabat Mata pada tanggal 1 Mei 2008.

Hal tersebut kemudian diperkuat dengan visi yang diusung Komunitas Sahabat Mata. Yaitu menjadi sebuah wadah yang bisa menginspirasi dan memotivasi pemanfaatan mata dengan haq, hingga mampu menjadi salah satu solusi untuk mengobati penyakit hati sebagai modal dasar membangun insan kamil.

Visi tersebut kemudian diperjelas dalam tiga misi: Pertama, membangun kepedulian akan mata dan kesehatannya, hingga memunculkan satu amaliyah pemanfaatan mata sesuai dengan aturan yang haq. Kedua, menggalang gerakan nyata untuk mengurangi resiko kebutaan. Dan ketiga, menyediakan alat Bantu untuk aksesibilitas bagi tunanetra, hingga mereka mampu mengenali dan mengembangkan potensi dirinya guna membangun kemandirian.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan Komunitas Sahabat Mata. Seperti Pentas Amal ‘Perjalanan Cahaya’ untuk 1000 Kacamata bagi Anak Kita. Pementasan teater dengan para pemain tunanetra yang dimaksudkan untuk membangun kepedulian akan kesehatan mata, sekaligus menggalang dana untuk kacamata gratis bagi anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA dari keluarga yang kurang mampu. Sampai profil ini disusun, teater ‘perca’ sudah menggelar 4 kali pementasan dan sudah 350 buah kacamata yang disumbangkan. Kegiatan ini akan terus berlanjut, tahap awal ditargetkan bisa menyumbangkan 1000 buah kacamata.

Selain itu, Sahabat Mata juga pernah menggelar Seminar dan Diklat Al-qur’an Braille. Sebagai upaya untuk memberikan aksesibilitas terhadap saudara-saudara yang tunanetra untuk berinteraksi dengan Al-qur’an. Di tengah terbatas dan mahalnya Al-qur’an Braille, Come_unity – Komunitas Sahabat Mata memberikan kesempatan kepada kaum muslimin untuk berpartisipasi dalam program pemberantasan buta huruf Hijaiyyah Braille. Selain menjadi sarana sosialisasi dan pembelajaran Al-qur’an Braille, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada kaum muslimin untuk mewakafkan sebagian rizkinya untuk pengadaan Al-qur’an Braille. Sampai profil ini disusun, Come_unity – Komunitas sahabat Mata telah mendistribusikan Al-qur’an Braille wakaf dari kaum muslimin sebanyak 83 set. Dan tahun 2010 ditargetkan bisa menggalang wakaf dan mendistribusikan Al-qur’an Braille sebanyak 100 set.

Tentu masih banyak kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh Komunitas Sahabat Mata. Jika kita ingin berpartisipasi dalam berbagai acara Sahabat Mata, bisa menghubungi sekretariat di Griya Arofah lt. 2 Jl. M.T. Haryono Kp. Wotprau no. 23 Semarang telp. (024) 7025 3095, atau ke pusat kegiatan di Rumah Sahabat, Jatisari Indah D1/11 Perum Bukit Jatisari BSB Mijen Semarang telp. (024) 7092 0101, 7056 4090, bisa juga ke Pondok Pesantren tahfid Al-qur’an ‘Sahabat Mata’ (untuk tunanetra), Jatisari Asabri D6 no. 35 Perum Bukit Jatisari BSB Mijen Semarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: