Christina Dina Puspasari, Pemilik Puspa House of Beauty

Dina, panggilan akrab Christina Dina Puspasari, mengawali pendidikan kuliahnya di Fakultas Farmasi Universitas Surabaya. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan profesi sebagai apoteker di universitas yang sama. Lulus dari pendidikan apotekernya, perempuan yang sejak kecilnya memiliki minat lebih pada hal-hal yang berkaitan dengan kecantikan ini sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sambil bekerja, minat tersebut tidak dikubur, namun dia tetap tertarik untuk mengikuti seminar-seminar kecantikan.

Pada November 2008, Dina mengikuti sebuah seminar kecantikan kulit yang diikuti oleh dokter dan apoteker yang waktu itu diadakan di Semarang dengan motivasi untuk memiliki pengetahuan kecantikan yang bisa diaplikasikan pada diri sendiri. Namun, sejak seminar tersebut, keinginan terpendam Dina semakin muncul ke permukaan, yaitu untuk mendalami dunia kecantikan kulit. Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan keinginannya tersebut, dia mengambil pendidikan Diploma CIBTAC di Pacific International Beauty Institute.

Sewaktu menjalani pendidikan tersebut, perempuan kelahiran tahun 1984 ini semakin melihat jelas langkah ke depan apakah yang harus diambil. Konsep sebuah tempat perawatan kecantikan mulai dibangun. Latar belakang pendidikan farmasi dan apotekernya telah membentuk cara berpikir medis dan ilmiah. Hal ini jugalah yang mendasari Dina untuk memikirkan tempat perawatan kecantikan yang konsepnya berada di antara klinik dan salon kecantikan.

Setelah selesai kursus, tepatnya pada tanggal 2 Oktober 2009, Dina mulai membuka Puspa House of Beauty yang terletak di Jalan Puri Arteri Baru No 1 (pinggir Arteri Soekarno – Hatta) Semarang. “Puspa House of Beauty merupakan perwujudan idealisme saya. Contohnya dalam hal perawatan, semua karyawan benar-benar menerapkan perawatan dengan standar internasional. Sebelum bekerja mereka saya training sendiri selama satu bulan, hingga menguasai teknik perawatan secara benar dan berstandar,” ungkapnya.

Sebagai apoteker, Dina selalu memegang teguh kode etik, karena itu kosmetik yang digunakannya pun dipilih yang tidak memiliki efek negatif untuk jangka panjang. “Untuk perawatan wajah, di Puspa lebih ke arah klinik, jadi hasilnya bisa dirasakan secara nyata dan tidak berbahaya. Sedang untuk spa di Puspa lebih ke arah relaksasi,” jelas Dina.

Sebagai perintis tempat perawatan kecantikan dengan konsep baru ini di Semarang, tentu Dina sangat memperhitungkan dalam menentukan harga tiap perawatan yang ditawarkan. “Semua produk kosmetik yang kita gunakan adalah yang berkualitas dan tidak memiliki zat berbahaya. Harga perawatan di sini pun lebih berdasar pada harga produk dan kualitas,” tambahnya.
Secara pribadi, Dina mempunyai target agar Puspa House of Beauty dikenal secara luas di Semarang dan sekitarnya. “Awalnya kami hanya ingin melayani perawatan kecantikan masyarakat sekitar. Namun melihat banyak pelanggan yang berasal dari berbagai daerah di Semarang, kami ingin Puspa semakin dikenal secara luas. Apalagi Puspa ini benar-benar menawarkan sesuatu yang berbeda,” papar Dina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: