PechaKucha Night Semarang Ajang Berbagi Inspirasi Kreatif

Bersama 310 kota lain di dunia, Semarang telah menyelenggarakan PechaKucha Night. Untuk penyelenggaraan pertama telah dilangsungkan di Amphiteater Jurusan Arsitektur Undip pada tanggal 27 Mei 2009 mulai pukul 19.00. Telah dirancang pula untuk penyelenggaraan volume #2 yang akan berlangsung 20 Agustus 2010, volume #3 pada 20 November 2010, dan volume #4 pada 20 Februari 2011.

PechaKucha Night sendiri pertama kali diselenggarakan di Tokyo pada bulan Februari 2003. Kegiatan ini awalnya sebagai sebuah event untuk desainer muda bertemu, membuat jaringan, dan menunjukkan karya mereka di depan umum. Sekarang Ia telah berubah menjadi sebuah perayaan besar, dengan acara yang telah diselenggarakan di ratusan kota di seluruh dunia, sebagai ajang berbagi inspirasi kreatif di seluruh dunia.

PechaKucha berasal dari istilah Jepang untuk suara percakapan (“chit chat”). Format acara ini bersandar pada presentasi yang didasarkan pada ide yang sederhana: 20 gambar x 20 detik. Ini adalah format yang membuat presentasi singkat, dan menjaga hal-hal yang bergerak dengan kecepatan cepat.

Untuk presenter PechaKucha berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku budaya, seni, arsitektur, sampai para pelaku usaha-usaha alternatif. Pada penyelenggaraan pertama di Semarang yang menjadi presenternya Baskoro Tedjo (Arsitek, 5 reasons to join in Architecture Competition), Stefanus Hannie (Photographer), Bintang Anggoro (creator “4 Dancer”), Joko Suwarno (creator “Krido Tamtama”), Iyan Ferdian (Snack Online), Indah Wahyuwidati (Broom Bussiness Online), Eko Kaf (Numerolog), Albertus Kriswandono (Heritage Architecture “Ikan Bakar Cianjur”), dan Hendro Kusumo (Theatre on The Street)

Presenter lainnya, Oktar Abrianto (Tattoo’s Arts), Kokoh Nugroho (Contemporer Artist), Alfa (Pappilon Comic Industrial), Vino (Wax Artist), Ranu Adi (Stainned Glass Crafstman), Eko (Semarang’s BATIK), Canting Saraswati (Natural Coloring in Fabrics), Nicolaus Adi (Creator of Fire Distinguisher Robot), Ir. Bambang Supriyadi, MSA, (Puppeteer), Rizki Amalina (Entrepreneur “Kaos SEMART”), dan Juanita Bawagan (Comparison Ottawa-Semarang: My Daily Routine)

“Kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya telah lebih dahulu menyelenggarakan PechaKucha Night. Meski agak belakangan, sambutan untuk PechaKucha Night di Semarang cukup bagus. Beberapa bahkan telah menyatakan siap untuk menjadi presenter volume selanjutnya,” papar Ary, salah seorang motor PechaKucha Night Semarang.

Yang membuat PechaKucha menarik untuk diikuti karena presenter sering memunculkan kejutan-kejutan yang tak terduga. Mulai dari mengungkap sesuatu yang tak terduga, bakat yang tak terduga, dan ide-ide tak terduga. Beberapa PechaKuchas besar bercerita tentang suatu proyek, ada juga yang sangat pribadi, ada yang sangat lucu, namun semua yang berbeda tersebut menjadikan setiap PechaKucha Night semakin membuat penasaran dan menarik.

One Response

  1. umah_creative

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: