Percaya Diri Berbicara di Muka Umum

Menyambung tulisan bulan lalu tentang krisis kepercayaan diri, kali ini saya akan mengulas perihal penting yang sering menjadi momok bagi sebagian orang, yaitu berbicara di muka umum.

Public speaking atau berbicara di muka umum sangat dibutuhkan siapa pun. Keterampilan ini tak berkaitan dengan profesi tertentu saja seperti MC atau marketing. Setiap orang membutuhkannya karena pada suatu kesempatan sangat memungkinkan seseorang tampil dan berbicara di muka umum. Misalnya, dia harus memberikan pendapat dalam rapat, mempresentasikan proposal proyek atau produk di depan calon konsumen, memberi sambutan kepada para tamu atas rumah baru kita, dan lain-lain.

Jadi, berbicara di muka umum merupakan aktivitas yang tidak terelakkan karena biasa dialami siapa pun dan dalam keadaan apa pun, dan banyak pula yang bersifat spontan. Padahal dalam kenyataannya, aktivitas itu dianggap sebagai sesuatu yang menegangkan dan menakutkan. Walhasil sering muncul reaksi fisik seperti gugup, mual, mendadak semua yang dipersiapkan jadi ”hilang”, keringatan, jantung berdetak kencang, kerongkongan kering, atau suara bergetar. Sangat mungkin ketika menghadapi situasi seperti itu, seseorang rasanya ingin lari dan sembunyi saja sejauh mungkin.

Ya, public speaking memiliki suatu tantangan tersendiri. Tidak peduli betapa berpengalaman atau betapa banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, kebanyakan dari kita mengalami ketidakpercayaan diri ketika harus melakoninya. Sebuah survei yang dilakukan di Amerika pun memunculkan simpulan bahwa lebih banyak orang takut berbicara di muka umum daripada takut akan kematian, kemiskinan, dan sebagainya. Jadi kalau Anda juga merasa takut berbicara di muka umum, itu hal yang wajar dan Anda tidak sendiri.

Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah bisakah rasa takut itu diatasi? Jawabannya: BISA!

Kepercayaan diri. Inilah kunci untuk menjadi pembicara di depan umum. Orang yang percaya diri akan mampu terlihat meyakinkan dan lebih berkompeten. Mereka mampu menciptakan kekaguman dari audiens, bahkan berkesan impresif dalam setiap performans.

Kepercayaan diri ini mampu dibangun dan dipelajari setiap orang karena hal itu bukan kemampuan bawaan ketika kita dilahirkan.

Satu-satunya yang kita perlukan dalam hal ini adalah bahwa kita mau melakukannya berulang kali, meskipun pada awalnya akan terlihat memalukan. Tapi kita sudah harus mulai bersikap profesional dalam setiap pertemuan sekecil apa pun. Ya, mungkin kita akan menjadi objek tertawaan, tapi orang yang tertawa tidak lebih baik dari Anda, bukan?

Tips mengatasi rasa takut di muka publik
1. Lakukan persiapan yang matang
Tanpa persiapan yang matang, setiap pembicara pasti akan mengalami ketakutan. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk berbicara di muka umum. Dari mulai menetapkan tujuan, target, mengadakan riset untuk memperkuat fakta sampai latihan praktik bicara sampai kita benar-benar yakin bahwa apa yang akan kita sampaikan itu menarik, bermanfaat, dan berarti bagi audiens. Ketakutan itu muncul karena kita mungkin kurang menguasai materi. Atau, kita tidak sempat latihan sehingga secara tidak sadar, pembicara khawatir audiens bakal melakukan reaksi berlebihan. Hal itu akan berpengaruh pada intonasi kata, bahasa tubuh yang kurang baik, dan yang sering terjadi adalah ketidakmampuan pembicara mengontrol setiap kata yang diucapkan.

2. Siasati rasa takut
Kita mesti menyiasati rasa takut kita seperti ucapan Eleanor Roosevelt, istri Presiden AS Franklin D Roosevelt, ”Saya percaya bahwa setiap orang mampu menaklukkan rasa takut dengan cara melakukan hal-hal yang dia takutkan dan terus melakukannya sampai dia mencatat rekor keberhasilan di dalamnya.”
a. Takut akan kegagalan:
Semakin banyak kita berlatih, semakin sedikit yang kita takutkan.
b. Takut kelihatan bodoh:
Sering beranikan diri untuk tampil di depan orang banyak; jangan tolak bila ada kesempatan untuk berbicara di muka umum.
c. Takut mandek
Siapkan selalu catatan untuk berjaga-jaga

3. Percayai diri Anda sendiri
Sebagai seorang pembicara, Anda harus benar-benar memercayai diri sendiri. Anda tahu betul apa yang Anda ingin sampaikan. Anda harus yakin bahwa pendengar sama berminatnya dengan Anda. Kalau pembicaranya saja merasa tidak percaya diri, bagaimana mungkin hal yang dia ucapkan bisa sampai ke audiens?

4. Lakukanlah evaluasi
Lakukanlah evaluasi terhadap setiap performans yang telah Anda lakukan. Apalagi memang guru terbaik adalah pengalaman Anda sendiri. Selain itu, bertanya kepada yang lebih berpengalaman akan banyak membantu performance Anda. (Bonita D Sampurno, Direktur Sekolah Kepribadian YPI Training Centre & Consultancy “Up Grade Your Personal Image“)

One Response

  1. terimakasih,atas informasi anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: