FORCE, Dari Komunitas untuk Pendidikan Anak-anak Kurang Mampu

Berkomunitas tentu akan membawa banyak manfaat, selain manfaat untuk diri sendiri dengan bertambahnya teman dan ilmu, komunitas juga bisa bermanfaat bagi lingkungannya. Force atau Foster Our Children Education misalnya. Kegiatan ini lahir dari komunitas on line di Semarang. Dimotori oleh teman-teman dari Komunitas Loenpia, komunitas ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan.

“Force adalah gerakan sosial untuk membantu biaya sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu dalam hal ekonomi keluarga dan mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikannya. Force berdiri di bawah naungan Komunitas Blogger Loenpia. Dengan kata lain, Force adalah gerakan sosial orang tua asuh,” jelas Retno Safitri, salah seorang pegiat Force.

Ide awal Force sendiri muncul setelah komunitas tersebut mengadakan kegiatan amal tahunan menyumbang ke panti asuhan. “Ternyata respon dari teman-teman komunitas sangat baik. Setelah kegiatan tersebut berjalan, tiba-tiba terpikirkan, kenapa tidak bikin program orang tua asuh saja? Paling tidak, kita bisa menyumbangkan sesuatu buat kelanjutan pendidikan anak-anak yang terancam putus sekolah,” ungkap mahasiswi Udinus ini.

Dari situlah akhirnya tercetus ide untuk membuat suatu sub-organisasi yang bernama Loenpia Force. “Alhamdulillah, setelah urun rembug sana-sini dengan para sahabat di Loenpia, program ini pun mulai bisa dijalankan, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Berawal dari yang kecil-kecil dahulu untuk menggerakkan orang-orang di sekitar kita, mungkin nantinya bisa jadi lebih besar dan besar lagi,” papar cewek yang biasa dipanggil Ocha ini.

Force sendiri telah berjalan sekitar satu tahun, anak asuhnya sudah mencapai puluhan orang. Sedangkan untuk donaturnya sendiri sekitar tiga puluh orang, baik yang dari dalam komunitas maupun dari donatur luar. Kita bisa melihat laporannya di http://www.force.loenpia.net. “Dengan harapan, sedikit jumlah nominal donasi dari kami dapat membantu meringankan beban anak-anak yang putus dan atau terancam putus sekolah tersebut,” tambah cewek tinggi berkacamata ini.

Tidak hanya membantu untuk biaya sekolah, Force juga mengajak anak-anak untuk belajar diluar pendidikan sekolah. “Kami berpikir kalau pendidikan diluar sekolah juga sama pentingnya untuk anak-anak yang masih dalam masa penyerapan segala macamn pengetahuan. Karena itu kami membawa mereka mengunjungi Museum Ronggowarsito,” tambah Dian Adi Prasetyo, pegiat Force lainnya.

Selain untuk menambah wawasan anak-anak asuh tentang sejarah bumi dan manusia pada umumnya, kegiatan tersebut juga untuk mendukung kunjungan ke museum, karena selama ini memang sudah tidak banyak lagi orang yang tertarik untuk mengunjungi museum. Tidak hanya ke Museum Ronggowarsito, anak-anak juga diajak Museum Kereta Ambarawa.

Advertisements

One Response

  1. bisa saya minta no. contact person dari FORCE?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: