Abdul Manaf, Manajer Marketing Permata Puri

Begitu memasuki kantor Pemasaran Permata Puri, sambutan ramah para pegawainya langsung tampak dari sikap mereka. Tidak lama menunggu, Abdul Manaf, Manajer Marketing Permata Puri mempersilahkan untuk masuk ke ruangan. Saat berjabat tangan, dari raut wajah dan sikapnya terlihat Pak Manaf panggilan akrabnya, adalah sosok yang tenang dan matang dengan pengalaman hidup. Dan ketika pembicaraan dimulai, pria yang tinggal di Semarang sejak 2002 ini ternyata juga seorang yang mampu menciptakan keceriaan suasana.

Cerita dimulai saat Pak Manaf memutuskan pindah dari kota kelahirannya di Jombang untuk bekerja di Jakarta. Awal karirnya dimulai sebagai staf pemasaran di PT PP (Persero) pada tahun 1992. Mampu berprestasi sebagai staf pemasaran, pria yang sebelum ke Jakarta pernah jadi guru ini, kemudian ditempatkan sebagai administrasi, legal, dan sebelum ditunjuk untuk ke Semarang, Pak Manaf berposisi sebagai Kepala Bidang.

“Sebenarnya saya sangat berat saat diminta untuk pindah ke Semarang, karena saat itu saya sudah merintis usaha di Jakarta. Namun pimpinan saya orangnya sangat baik, karena sikap bijaknya beliau bilang hanya meminjam saya selama enam bulan untuk membantu proyek di Semarang. Saya pun menyanggupinya,” ungkap penggemar sambal ini.

Sampai di Semarang, tepatnya Agustus 2002, keadaan tidak berjalan dengan mudah. Musim panas, kondisi radang tenggorokan, dan even besar dengan mandatangkan artis dari Jakarta di Permata Puri langsung dihadapinya. Menghadapi hal tersebut Pak Manaf tetap tenang dan terus mencoba untuk menyesuikan dan menikmati suasana Semarang.

“Selama dua bulan pertama bisa dikatakan saya tidak bekerja. Karena untuk mampu menaklukan sebuah tantangan atau pekerjaan harus paham betul lingkungan yang dihadapi. Setiap hari saya jalan-jalan menikmati udara Semarang, untuk mengenal karakteristik kota ini dan berusaha merasa nyaman di sini. Setelah itu, saya berusaha membenahi dari dalam, terutama kedisiplinan karyawan dan administrasi,” papar pria yang gemar menonton pertandingan tinju ini.

Suasana Semarang ternyata membuat Pak Manaf merasa nyaman, dia pun kemudian memutuskan untuk tidak kembali ke Jakarta. Tahun 2003, Pak Manaf pun dipercaya untuk menjadi Manajer Marketing Permata Puri. Satu hal yang dia lakukan pertama kali adalah menciptakan kondisi kantor yang kekeluargaan.

“Tantangan awal yang saya hadapi, masyarakat waktu itu masih banyak yang menganggap PT PP sebagai perusahaan besar diidentikkan dengan harga mahal. Padahal kualitas dan harga yang kami berikan masih yang paling bagus di kawasan ini, kami pun berusaha mensosialisakan itu pada masyarakat. Selain itu, kami juga berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan produk yang zero komplain,” tambah Pak Manaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: