Yuli Kartika, Dari Hobi Menjadi Profesi

Tentu kita sudah sering mendengar, pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Namun tidak semua orang bisa bekerja sesuai dengan bakat dan minatnya. Entah itu karena kendala biaya, orang tua yang kadang kurang mendukung, atau lingkungan yang kurang memungkinkan. Namun banyak juga orang yang berhasil mewujudkan ketertarikannya pada suatu hal, menjadi pekerjaan atau profesinya. 

Yuli Kartika, Fashion Designer dan pemilik Yuka De Boutique mungkin salah satu orang yang bisa mewujudkan jalan tersebut. Memiliki kesukaan yang tinggi pada baju dan kegemaran mengamati model-model baju sejak masih duduk di bangku sekolah, gadis kelahiran Semarang ini mampu mewujudkannya menjadi sebuah profesi yang sekarang ditekuninya. Yuka, panggilan akrabnya, menceritakan bahwa meski sempat mengambil kuliah bahasa di Cina tidak mengurangi minatnya untuk menekuni dunia fashion.

“Saya sempat kuliah bahasa di salah satu universitas di Salatiga kemudian dilanjutkan ke Cina.Namun sesampainya di Semarang saya tetap tertarik untuk mengambil sekolah fashion di Susan Budiharjo selama 4 bulan. Melihat keinginan saya, orang tua kemudian mendukung saya untuk melanjutkan sekolah fashion di Esmod (Ecole Superieure Des arts et techniques De La Mode – Red) Jakarta,” ungkap Yuka, saat ditemui di butik sekaligus tempat kerjanya yang terletak di Jl. Mayjen Sutoyo 952 Semarang.

Tiga tahun mengambil pendidikan di Esmod menjadi bekal yang cukup berharga bagi cewek yang berulang tahun pada 5 Juli ini untuk menekuni dunia fashion. Untuk terus mengasah kemampuannya, Yuka memutuskan untuk bekerja di Jakarta tepatnya di rumah mode milik Priyo Oktaviano, seorang fashion designer yang punya nama di dunia fashion baik lokal maupun internasional.

“Di sana saya menjadi asisten fashion designer yang dipercaya untuk merancang baju dan aksesoris. Salah satunya pernah bergabung dalam tim yangmerancang busana untuk konser 3 Diva (Krisdayanti, Titi DJ, dan Ruth Sahanaya – Red) di Malaysia. Setelah setahun bergabung di rumah mode milik Priyo Oktaviano saya kembali ke Semarang,” papar cewek yang menyukai rancangan-rancangan busana dari John Galiano, Valentino, dan Biyan.

Yuka kemudian mencoba melayani pembuatan busana di rumahnya sendiri. Dengan promosi dari mulut ke mulut usahanya terus berkembang. Setelah satu setengah tahun di rumah, tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2009, anak keempat dari empat bersaudara ini akhirnya membuka Yuka De Boutique. Selain merancang busana juga menyediakan berbagai busana ready to wear dengan berbagai brand, baik lokal maupun brand-brand dari luar negeri seperti BCBG, Karen Miller, Gucci, Anna Sui dll.

Memiliki kemampuan merancang busana, membuat dara berusia 26 tahun ini piawai dan tahu bagaimana memilih busana yang bagus dan up to date untuk dihadirkan di butiknya. Selain itu, minatnya untuk terus mengikuti perkembangan busana baik dalam maupun luar negeri menjadi bekal tersendiri bagi lulusan SMA Karangturi ini untuk terus mengembangkan butiknya.

One Response

  1. Wow, web nya bagus nihhh
    Sukses ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: