Frans Meroga, Menjadi Direktur pada Umur 28 Tahun

Memiliki karier yang cepat dalam pekerjaan, tentu menjadi impian semua orang. Namun tentunya prestasi dalam bekerja menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Frans Meroga, Direktur Operasional Nasari, bisa jadi merupakan salah seorang yang memiliki kemampuan untuk itu. Berbekal kemampuan dan pendidikan, lelaki kelahiran Semarang, 27 Mei 1980 ini, telah mampu menjadi salah satu direktur di Nasari pada umur 28 tahun.

“Saya pertama kali bergabung di Nasari pada tahun 2001, saat itu saya masih kuliah di Unpad (Universitas Padjajaran) Bandung. Awal karier saya di Nasari sebagai Kepala Seksi Satuan Kerja Audit Intern di Nasari Cabang Bandung. Tim ini bertugas untuk mengaudit SDM (sumber daya manusia), keuangan, dan surat-surat lainnya. Setahun setelah itu saya dipercaya untuk menjadi Kepala Bidang Satuan Kerja Audit Intern,” ungkap Frans Meroga saat ditemui di kantornya yang terletak di Jalan Tumpang Raya No 114 Semarang.

Setelah dua tahun menjadi Kepala Bidang Satuan Kerja Audit Intern, suami dari Sari Gantini ini, tepatnya pada tahun 2004 dipercaya untuk menjadi Wakil Pemimpin di Kantor Cabang Bandung. Setahun kemudian, jabatan sebagai pemimpin Kantor Cabang Bandung pun diembannya. Karena keberhasilannya, pada tahun 2007, ayah dari Aiken ini, mendapat tugas untuk belajar di Amerika.

“Delapan bulan di Los Angeles saya mengambil beberapa kursus sekaligus. Saya mendapatkan beberapa sertifikat seperti di bidang finance dan leadership selama saya belajar di sana. Tahun 2008 saat saya pulang ke Indonesia, saya dipercaya untuk mengemban amanat sebagai Direktur Operasional di Kantor Pusat Nasari yang berada di Semarang,” tambah penyuka wisata kuliner ini.

Pada saat diangkat menjadi Direktur Operasional Nasari, umur Frans Meroga baru menginjak 28 tahun. Ini merupakan prestasi tersendiri, sehingga Frans Meroga pun menjadi direktur termuda di Nasari sampai saat ini. Namun Franstetaplah pribadi yang rendah hati, dia menganggap jabatan yang diembannya merupakan tantangan, dan dia senang karena dipercaya oleh perusahaan.

“Bagi kebanyakan anak muda, mereka ingin bekerja di tempat kerja yang bonafide. Namun jika kita melakukan yang terbaik bagi perusahaan, dimana pun kita bekerja. Yang kita dapatkan pasti akan berbanding lurus dengan apa yang kita kerjakan. Perusahaan pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita,” jelas Frans Meroga.

Berkait dengan Nasari, Frans Meroga mengungkapkan, keberhasilan Nasari menjadi salah satu koperasi terbesar di Indonesia karena fokus melayani pinjaman dari pensiunan maupun pegawai aktif. Dengan begitu tidak ada kredit macet, karena pembayaran langsung dari gaji tetap pesiunan atau pegawai dari uang negara. “Selain itu untuk semakin berkembang, harus besar bersama dan sama-sama besar dengan cara kemitraan,” tambahnya.

Untuk kemitraan, Nasari telah menjalin kemitraan dengan Telkomsel, perbankan (BNI dan Bukopin) dalam pembiayaan, Bank Mandiri dalam penyediaan ATM, serta berbagai kemitraan lainnya. “Untuk yang terbaru, kami melakukan kerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam jasa simpanan online dengan memanfaatkan seluruh kantor pos yang ada di Indonesia, yang berjumlah 3.500 kantor. Jadi dengan kerjasama ini Nasari telah melayani di hampir tiap keluaran atau kecamatan,” jelas Frans Meroga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: