Tersengat Kelezatan Nasi Goreng Pak Karmin

nasgor karmin (2)Kalau datang ke warung nasi goreng satu ini ada satu hal yang perlu Anda ingat. Jangan lihat tempatnya, tapi rasakan saja menunya. Nasi goreng Pak Karmin memang luar biasa. Warungnya yang terletak di pinggir Kali Semarang, tak jauh dari jembatan Berok, Johar tak menghalangi penggemarnya untuk datang mencicipi.

Nasi goreng Pak Karmin Berok memang salah satu menu legenda di Semarang. Nasi goreng ala Welahan, Jepara ini memang khas. Menu spesialnya nasi goreng babat. Nasi pilihan yang pulen akan digoreng dengan bumbu khusus, kecap, dan irisan babat, ataupun lengkap dengan jerohan lain seperti iso, paru, atau limpa.

Babat memang menimbulkan citarasa lain bila dicampurkan ke nasi goreng. Konon lemak yang ada di babat membuat rasa nasi menjadi lebih gurih. Yang juga khas adalah penambahan bawang merah mentah yang digoreng bersama nasi. Menu di sini tak menggunakan bawang merah yang digoreng kering seperti pada nasi goreng ala Semarang dan Solo. “Getah bawang itu menambah aroma. Kalau digoreng rasanya akan pahit,” kata Suhari, generasi kedua peracik nasi goreng Pak Karmin.

Nasi juga disajikan dalam piring yang diberi irisan daun pisang. Nasi goreng ini nikmat disantap dengan acar mentimun manis dan krupuk udang dan telur dadar. Menu lain yang tak kalah lezat adalah babat gongso, dan nasi goreng ayam. Setiap jam makan siang atau sore, warung ini dapat dipastikan tak pernah sepi pembeli.

Menurut Suhari, ayahnya, Karmin sudah menjual nasi goreng sejak tahun 1958 di alun-alun selatan. Tahun 1971, Karmin memindahkan warungnya di pinggir jembatan Berok sehingga sampai sekarang dikenal dengan nasi goreng Pak Karmin Berok. “Saya ini generasi kedua, tapi orang masih sering panggil saya Pak Karmin. Tidak apa-apa karena nama itu kami pertahankan,” kata Suhari yang selalu turun langsung memasak untuk pembeli ini.

Sekarang nasi goreng Pak Karmin juga membuka cabang di Jalan Gajahmada dan Telaga Mas. Suhari mengaku masih menggunakan resep rahasia turun temurun seperti yang dipakai ayahnya dulu. Konon bumbu inilah yang harganya lebih mahal daripada babat. “Kuncinya ada di bumbu dan cara menggorengnya agar bumbu meresap masuk ke dalam setiap butir nasi,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: