Tiger Semarang Club, Tak Tertib, Wajib Push Up

tiger semarangGairah hobi otomotif di kota Semarang semakin tinggi. Klub otomotif bermunculan dimana-mana. Bukan menjadi ajang hura-hura dan kebut-kebutan, klub yang ada justru sarat dengan berbagai kegiatan sosial dan menjadi contoh tertib lalu lintas. Salah satunya dilakukan para anggota Tiger Semarang Club (TSC).

Ketua Umum TSC Arif Triyoga mengatakan klub yang berdiri sejak 2001 tersebut berawal dari kumpul-kumpul sejumlah remaja kampung Menjangan Kelurahan Palebon kecamatan Pedurungan Semarang. Kebetulan mereka  sama-sama mengendarai motor Honda Tiger 2000. “Dari kumpul-kumpul di kampung, kami keluar muter-muter kota dan nongkrong di Jalan Pahlawan. Dari situ punya ide untuk membentuk klub,” katanya.

Dari situ mereka mulai membuat brosur dan selebaran untuk menarik anggota baru. Setelah TSC terbentuk, mereka langsung membuat AD/ART. Kini anggota TSC aktif mencapai 144 orang. “Syarat keanggotaan cukup mudah, hanya harus punya motor Tiger milik sendiri. Soal arah modifikasi, kami tidak menentukan,” kata Ketua Harian TSC Panji Setiawan.

Walaupun membebaskan arah modifikasi, ada satu aturan yang tak boleh dilanggar anggota. Yaitu motor yang dipakai harus taat peraturan lalu lintas seperti memakai kelengkapan standar layaknya spion, spidometer, lampu, dan ukuran ban yang minimal standar. “Ini untuk factor safety juga. Dulu kebanyakan motornya protolan. Tapi lama-lama malu saat lihat anak klub luar kota motornya tertib,” kata Panji yang biasa dipanggil Bom ini.

Agenda ruton TSC adalah nongrong di depan Gubernuran Jalan Pahlawan setiap Jumat malam. Bagi yang datang dengan motor atau perlengkapan berkendara tidak tertib, klub ini punya hukuman unik yaitu push up. “Pokoknya yang datang tidak pakai sepatu atau motornya protolan, wajib push up,” katanya.

Melakukan balap liar atau trek-trekan juga dilarang keras bagi anggota klub ini. “Kalau mau trek-trekan, stiker klub harus dilepas dulu dan tidak boleh membawa nama TSC. Kalau terjadi apa-apa kita tidak tanggung jawab,” ujarnya.

Agenda lainnya adalah turing kemesraan untuk mengakrabkan antar anggota. “Paling tidak setahun sekali ada turing, atau jika ada acara otomotif di luar kota,” katanya. Anggota TSC pernah turing ke Salatiga, Kendal, hingga ke Lombok dan Aceh.

Kegiatan lainnya adalah bakti sosial dengan membawa makanan atau pakaian pantas pakai ke panti asuhan, dan futsal yang merupakan hobi anak-anak TSC. TSC sendiri menginduk ke HTCI (Honda Tiger Club Indonesia). Untuk sarana sosialisasi, klub ini juga membuat website http://www.tsc-tigersemarangclub.ning.com.

2 Responses

  1. mau gabung

  2. saya pengen gabung gmana cranya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: