Agung Salladin, Manajer Kekancan Wika Realty KSO Semarang

Agung di BelgiaTanggungjawab paling besar untuk kemajuan sebuah perusahaan tentu berada di tangan seorang manajer. Karena itu dibutuhkan seseorang dengan kualitas dan pengalaman di bidangnya untuk mengemban tugas tersebut. Rasanya sangat tepat jika jabatan sebagai Manajer Kekancan Wika Realty KSO – Semarang dipegang oleh Agung Salladin. Pengalamannya di bidang properti sangat bisa diandalkan, apalagi pria yang merampungkan S1 Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini, memang beberapa kali sudah dipercaya menjadi manajer untuk beberapa proyek PT Wika Realty.

Loyalitas Agung Salladin dengan pekerjaannya juga tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal karirnya hingga sekarang ini, pria kelahiran Cilacap ini tetap setia bekerja di PT Wijaya Karya, sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang properti. “Awal karir saya dimulai pada tahun 1994, saat itu saya menjadi staff biro teknik, bagian study kelayakan PT Wijaya Karya di Jakarta,” ungkap pria kelahiran 22 Januari 1968 ini seraya menambahkan, jika PT Wika Realty merupakan anak perusahaan dari PT Wijaya Karya ( Persero) Tbk.

Dua tahun setelah itu, Pak Agung (panggilan akrabnya) dipercaya untuk menjadi Kepala Seksi Pemasaran di salah satu proyek PT Wika Reality di Balikpapan, yaitu Tamansari Bukit Mutiara dari tahun 1996 – 2002. Sukses mengemban jabatan sebagai Kepala Seksi Pemasaran, Pak Agung kemudian ditarik lagi ke Jakarta dan dipercaya untuk memegang jabatan Kepala Bagian Pemasaran Konstruksi PT Wijaya Karya Realty.

Karir pria yang telah menikah dengan Yuyun Sukmawati ini terus menanjak, setahun kemudian dipercaya untuk menjadi Manajer Realty di Bogor untuk proyek Tamansari Bukit Damai dari tahun 2003 – 2005. Jabatan sebagai manajer juga dipercayakan kepadanya pada proyek Tamansari Manglayang Regency – Bandung (2005 – 2007). Setelah di Bandung jabatan manajer juga diemban penyuka film fiksi ilmiah ini, untuk proyek di Semarang, yaitu Kekancan Wika Realty KSO.

Salah satu kunci sukses Pak Agung dalam berkarir adalah kerja keras dan selalu belajar untuk menambah pengetahuan. Karena itu, selain rajin mengikuti seminar, pria yang hobi jalan-jalan ini juga mengambil kuliah magister manajemen di Universitas Diponegoro. “Saya senang menambah ilmu, kemudian saya coba terapkan langsung di bisnis yang saya jalankan. Selain itu, saya juga rajin untuk survey dan mempelajari strategi bisnis para pesaing. Jadi saya tahu betul strategi apa yang harus saya terapkan,” papar pria yang suka membaca buku Manajemen strategi dan komik ini.

Saat ditanya tantangan apa saja yang dihadapinya sebagai seorang manajer dalam bisnis properti, ayah dari Ahmad Naufal Athalla dan Aurora Salsabilla Mahira ini mengemukakan, kemampuan membaca keinginan pasar merupakan salah satunya. “Tantangan pekerjaan saya adalah bagaimana produk kami mampu diserap oleh pasar. Selain itu, karena dalam bisnis ini banyak yang terlibat tentu saya harus mampu mengelola semua itu,” ungkapnya saat ditemui di kantornya yang terletak di daerah Tamansari Majapahit Blok A 2 No. 2 Semarang.

Sedangkan untuk target pribadi, pria yang sejak awal memang ingin bercita-cita sebagai arsitektur ini mengungkapkan, jika target jangka pendeknya ingin menyelesaikan kuliah S2 secepatnya. “Selain itu saya ingin keberadaan saya menjadi bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan untuk karir saya berharap bisa mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan,” jelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: