Sup Iga Best Request

sup iga & steak candiMenu western seperti steak tak selalu harus didapatkan di restoran ataupun hotel berbintang. Jika kita jeli, steak bercitarasa special bisa kita temukan di sejumlah warung kaki lima pinggir jalan. Salah satunya di warung Candi Steak milik Alim Suparno di Jl Sisingamangaraja, depan Kanwil Depag.

Di dalam tenda berwarna oranye inilah Alim memanfaatkan pengalamannya sebagai mantan koki hotel berbintang untuk mengolah menu bercitarasa tinggi. Alim yang spesialis memasak European food ini menawarkan berbagai varian steak seperti T bone steak, Double M steak yang berporsi 1,5, Sirloin, Tenderloin, Chicken steak, dan candi steak yang dibuat dari daging cincang. “Saya hanya ingin buat sesuatu yang beda. Dulu banyak warung jual ayam, steak belum ada,” kata Alim yang membuka warung sejak 1995.

Steak yang ditawarkannya dimasak dengan cara soute dengan sedikit minyak. Cara tersebut dilakukan agar sari dan citarasa daging tak hilang seperti kalau dibakar. Sebagai bumbu dia menggunakan saus demigrass dengan membubuhkan black pepper untuk semua jenis steaknya. “Semua pakai lada hitam agar ada rasa pedasnya,” katanya.

Steak disajikan dengan kentang goreng, dan wortel. Rasanya tak kalah dengan racikan restoran berharga mahal. Dari semua jenis steak yang ditawarkan, candi steak yang terbuat dari daging cincang merupakan kreasinya sendiri. “Menu ini banyak disukai orangtua atau anak-anak karena dagingnya terasa empuk,” ujarnya,

Walaupun menawarkan banyak steak, best request di warung ini tetaplah sup iga. Alim mengolah iga sapi dengan kuah berbumbu dan irisan tomat, wortel, serta kentang goreng. Lagi-lagi dibubuhkan blackpepper sebagai pencipta rasa pedas.

Dia mengaku tak ada resep rahasia dalam bumbu yang digunakannya, Semua sama seperti masakan lain, ada bawang merah, bawang putih, merica yang digongso dengan sedikit minyak. “Bila rasanya beda, mungkin karena tangannya. Bumbu sama kalau yang meracik orangnya beda, rasanya akan lain,” kata dia. Sup iga buatannya sendiri bisa disantap dengan nasi maupun kentang goreng. Ditambah sedikit saus pedas dan dinikmati panas-panas, rasanya sungguh luar biasa.

Kini pengunjung warungnya tak pernah sepi. Padahal dulu saat pertama menawarkan steak dia sempat dicibir. “Katanya menunya masih asing dan tak bakal disukai orang. Tapi itu malah menjadikan saya tertantang,” ungkapnya. Alim yakin dengan pengalamannya menjadi koki dan rasa yang tak jauh menyimpang, menunya akan disukai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: