Ikatan Pemuda Remaja Masjid Raya Baiturrahman Semarang

ikamabaBulan Ramadhan menjadi saat yang tepat bagi diri setiap muslim dan muslimah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di bulan ini, umat Islam berlomba-lomba mencari pahala sebanyak-banyaknya. Sebab amal ibadah di bulan suci ini berlipat ganda. Di bulan Ramadhan kali ini Ikamaba (Ikatan Pemuda Remaja Masjid Raya Baiturrahman Semarang) kembali menggelar berbagai kegiatan bertema keagamaan bagi masyarakat umum.

Yang berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini Masjid Raya Baiturahman akan menjadi salah satu tempat pelaksanaan tradisi dugderan di Kota Semarang. Seksi Remaja Ikamaba Azrul Sani mengatakan Masjid Raya Baiturahman akan menggelar berbagai kegiatan untuk mengisi Ramadhan pada 20 – 21 Agustus 2009. Kegiatan tersebut di antaranya festival rebana yang digelar untuk grup rebana, remaja dewasa, dan ibu-ibu, bazaar ramadhan, dan festival kolak dan bubur. “Semua kegiatan tersebut akan diadakan di kompleks Masjid Raya Baiturahman,” katanya.

YPKPI Masjid Raya Baiturahman juga akan ikut ambil bagian dalam perayaan dugderan pada 21 Agustus. Karnaval dugderan akan diarak dalam dua rute. Yaitu dari depan Gubernuran, Jalan Pahlawan menuju Masjid Raya Baiturahman di kawasan Simpanglima, dan dari Masjid Kauman menuju Masjid Baiturahman. Setelah itu dari Masjid Baiturahman, arak-arakan dugderan akan dikirab menuju Masjid Agung Jawa Tengah.

“Di bulan Ramadhan kami juga akan menggelar pesantren kilat untuk umum,” katanya. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut tentang pesantren Ramadhan dapat menghubungi panitia di nomor (024) 70124045.

Yang juga menjadi ciri khas kegiatan Ikamaba adalah pentas Gambang Syafaat yang menampilkan Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng. Koordinator Gambang Syafaat Ahmad Zaenuri mengatakan acara tersebut merupakan forum diskusi dan aksi seni gabungan dari kegiatan keagamaan, bakti sosial, pameran, temu wicara, forum Ilmiyah. “Forum ini tak hanya membicarakan masalah keagamaan saja, tapi lebih luas lagi soal budaya dan bangsa,” kata dia.

Dalam perkembangannya, Zaenuri punya keinginan Gambang Syafaat tak hanya ditampilkan di Masjid Baiturahman saja. Tapi juga di tempat-tempat lain, termasuk di lokalisasi. “Inginnya ada pentas Gambang Syafaat di Sunan Kuning sebagai sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS, tapi untuk pelaksanaannya, butuh dukungan pihak terkait,” lanjutnya.

Dia mengatakan keinginan tersebut berawal dari keprihatinannya jika infeksi menular seksual (IMS) menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Begitu juga di kota Semarang. IMS merupakan pintu masuknya virus HIV ke dalam tubuh manusia. Jika tidak ditangani dengan tuntas dapat meningkatkan kasus HIV dan dapat berpengaruh pada kondisi politik, ekonomi sosial dan budaya di kota Semarang. “Sejalan dengan Itu, kita sebagai umat dan bangsa Indonesia lebih banyak dituntut menggali nilai-nilai agama yang pada gilirannya semua itu kita jadikan sebagai referensi dalam menata kehiduapan bangsa saat ini,” katanya.

3 Responses

  1. info yang sangat bagus…thankz kang tas infonya

  2. Gambang Syafa’at, i miss u…!

    *_*

  3. kalau mu ikut jualan di bazar bagaimana caranya?
    waktu bazar dari dan sampai pukul berapa?
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: