Sambut Bulan Ramadhan dengan Bugar

Bulan suci Ramadhan segera tiba, umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan gembira. Menyambut bulan suci ini, kita perlu menyiapkan kondisi tubuh dan jiwa yang prima agar mampu menjalani segala ibadah dengan khusyuk dan sehat. Tips dari Prof DR dr Anies MKes PKK ini kiranya dapat diikuti agar bisa beribadah dengan fit.

Menurut Anies untuk menjalankan berbagai ibadah di bulan Ramadhan, dibutuhkan ketahanan fisik, psikis, dan psikologis. Fisik jelas diperlukan karena kita dituntut bangun malam hari untuk sahur, menunda makan hingga sore, shalat tarawih, dan tadarusan. Peningkatan daya tahan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi seperti protein, karbohidrat, dan vitamin. “Nasi, daging, telur, sayur, dan buah cukup untuk memenuhi kebutuhan itu,” katanya.

Istirahat yang cukup juga dibutuhkan untuk memperkuat daya tahan tubuh. Di bulan Ramadhan, waktu tidur jelas berkurang karena kita harus bangun malam untuk sahur, tarawih, dan tadarusan. “Kurang tidur jelas akan menurunkan kondisi tubuh menjelang dan saat puasa. Maka aturlah waktu istirahat sebaik-baiknya,” ujar pengajar Fakultas Kedokteran Undip itu. Cukup tidur juga akan membantu kita tetap sehat dalam menjalankan aktivitas lainnya. Menjalani puasa bukan berarti rutinitas kerja harus terhenti bukan.

Anies yang menjadi Pakar Kesehatan Keluarga tersebut mengatakan olahraga bisa tetap dilakukan di bulan Ramadhan. Namun dia menyarankan intensitasnya dikurangi. “Secara teknis, olahraga bisa dilakukan sesuai kebiasaan, namun porsinya harus dikurangi,” kata dia. Olahraga bisa dilakukan di pagi hari setelah. Namun ini akan menyebabkan banyak kalori yang hilang dan baru akan tergantikan saat berbuka atau seusai shalat tarawih. Berolahraga sebelum waktu berbuka juga akan mengakibatkan kita drop karena energi sudah tersita seharian.

Pilihan lain yang disarankan adalah olahraga setelah tarawih. “Saat itu energi sudah terisi. Mau capek, mau banyak keringat yang keluar, tidak menjadi masalah,” ungkapnya. Anies merekomendasikan olahraga yang mengandung gerakan-gerakan aerobik seperti jalan kaki, jogging, lari, berenang, dan bersepeda untuk dijalankan.

Olahraga yang baik adalah yang memenuhi target denyut nadi. Kita bisa mengecek intensitas olahraga yang dilakukan sudah baik, kurang, atau berlebihan dengan ukuran 75-85 persen dari denyut nadi. Menghitung jumlah denyut nadi maksimal sendiri dapat dilakukan dengan rumus 220 dikurangi usia. “Kesegaran jasmani yang didapat dengan olahraga ditunjang makanan bergizi dapat membuat kita fit,” katanya.

Yang tak kalah penting, beribadah adalah urusan psikologis. Berpuasa, berdzikir, dan mengaji dengan ikhlas akan membantu kondisi psikologis untuk khusyuk menjalaninya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: