Lembkota Berawal dari Pengalaman Hidup Terkena Kanker

Berkah, musibah, maupun cobaan semua datang dari Allah SWT. Kita diajarkan untuk bersyukur saat mendapat berkah, dan tetap mendekatkan diri kepada-Nya bila ditimpa cobaan maupun musibah. Hal itulah yang dipegang teguh oleh para pengurus Lembkota (Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf).

Prof Dr HM Amin Syukur MA mendirikan Lembkota pada 2002 berangkat dari pengalaman hidup yang dijalaninya. Sejak tahun 1997, pria yang tinggal di Perum BPI Blok S No.18 Ngaliyan ini divonis menderita kanker otak. Usai operasi, dokter memperkirakan usianya hanya tinggal 3 bulan saja. Namun berkat mukjizat Allah SWT, semua perkiraan tersebut tidak terjadi. “Perkiraan dokter bicara saya akan gagu dan tubuh sebelah kanan lumpuh semuanya tidak terjadi,” kata Amin.

Namun cobaan tersebut belum berakhir. Tahun 1998, Amin ganti diserang kanker saluran pernafasan (nashopharing). Saat itu air liurnya seperti habis dan lidahnya tidak bisa merasakan manis, asin, asam, maupun pahit. Dia menjalani semuanya dengan ikhlas. Pengobatannya baru berakhir pada 2001 dan memulai masa recovery hingga 2002. Semua kesembuhan tersebut diakuinya juga didapat karena dirinya melakukan berbagai eksperimen dzikir. “Saya menjalani jalur horizontal dengan pengobatan medis dan jalur vertical dengan dzikir tadi,” ujarnya.

Setelah sembuh, Amin berkeinginan mengabdikan hidupnya dalam kegiatan sosial keagamaan dengan mendampingi orang-orang yang menderita sakit seperti dirinya. Bersama dengan istrinya, Dra Hj Fathimah Usman MSi, yang kini menjadi Wakil Ketua Lembkota, dia pun mendirikan lembaga tersebut. “Lembaga ini berkaitan dengan masalah konseling. Membantu mencari solusi bagi mereka yang sakit,” kata Fathimah.

Lembkota mengajak seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Fathimah mengatakan kegiatan lembaganya berupa pengajian dan konseling gratis. Dalam perkembangannya, Lembkota tak hanya mendampingi orang-orang yang sakit, tapi juga mendampingi korban kekerasan berbasis gender dan anak, serta masyarakat umum.
Metode yang diberikan lebih dikenal dengan nama Seni Menata Hati (SMH). “Ini cara seseorang menata hatinya dalam kondisi apapun. Misalkan sakit, bagaimana bisa menerima sakitnya dan bahkan berdzikir, bersyukur masih diberi sakit,” lanjutnya.

Lembkota selalu mengajarkan kepada siapapun yang dibimbing jika semua penyakit datang dari Allah. Dan Allah sudah tahu sejauh mana kekuatan hamba-Nya. Kegiatan rutin lembaga tersebut adalah pengajuan umum dan individual setiap Ahad ke 2 di Masjid At Taqwa Genuk, di Masjid Perum BPI setiap Ahad ke 3, serta setiap Ahad ke 4 di Masjid Al Istiqomah Perum Rumpun Diponegoro Banyumanik. Ada pula siaran langsung SMH di TV KU setiap Kamis malam dan Tanya jawab Tasawuf di Harian Sindo setiap Jumat.

“Kami banyak mendampingi orang terkena kanker, depresi, dan ada yang schizophrenia. Mereka mengaku dengan dzikir rasanya lebih nyaman,” katanya. Bagi mereka yang tidak sakit pun, dzikir diajarkan untuk mendapatkan ketenangan batin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: