Wiramuda Lahirkan Wirausaha-Wirausaha Muda

Virus enterpreneursehip tidak timbul begitu saja. Kemauan tersebut perlu ditularkan olh lingkungan ataupun orang yang lebih dulu memulai usaha. Keberadaan lembaga pendidikan wirausaha juga dibutuhkan bagi mereka yang ingin belajar menjadi wiraswastawan. Wiramuda menjadi salah satunya. Lembaga pendidikan yang baru berdiri pada November 2008 tersebut berkomitmen menelurkan wirausaha-wirausaha baru dari kalangan muda. Berikut wawancara Tabloid Simpang5 dengan Adhimmas Nugroho, . Pamong Pratama Pendidikan Wiramuda.

Apa itu Wiramuda dan apa tujuan mendirikannya?
Pendidikan Wiramuda adalah sebuah pendidikan yang mengkhususkan diri untuk membentuk wirausaha-wirausaha muda baru yang secara kompetensi mahir dan secara karakter matang. Pada tahun pembelajaran 2008/2009 ini, Pendidikan Wiramuda mengkhususkan diri untuk menjadi bagian dari pengembangan klaster grafika yang digagas bersama oleh Jaringan RumahUSAHA, Kantor Bank Indonesia Semarang, Kamar Dagang & Industri (Kadin) Provinsi Jawa Tengah, dan Balai Pengembangan Pendidikan Kejuruan (BP Dikjur) Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan diselenggarakannya Pendidikan Wiramuda ini tentu tidak lain untuk menumbuhkembangkan masyarakat wirausaha di Jawa Tengah. Kerangka berpikir ini kami coba implementasikan untuk mengembangkan berbagai peluang kewirausahan yang ada di dalam klaster grafika. Para penyelenggara Pendidikan Wiramuda (JRU, Kantor BI Semarang, Kadin Jawa Tengah, BP Dikjur Jawa Tengah) memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan kewirausahaan sebagai solusi atas berbagai pemasalahan sosial yang ada di masyarakat. Pengangguran, ketimpangan antara kaya-miskin, dan lapangan kerja yang semakin sempit sangat bisa diantisipasi lewat kegiatan penumbuhkembangan kewirausahaan sedari dini seperti ini.

Mengapa tertarik mendirikan? Mendapat inspirasi dari mana? Dan motivasinya apa?
Apa yang dilakukan Pendidikan Wiramuda hari ini adalah sebuah akumulasi proses dinamis yang sudah digulirkan oleh Jaringan RumahUSAHA, Kadin Jawa Tengah, dan pihak-pihak lain. Tentu saja ini adalah bentuk komitmen berkelanjutan dari upaya untuk menumbuhkan sektor riil dan mengembangan masyarakat mikro-kecil. Passion kami ke sana semua sehingga inilah yang mendasari kami semua bergerak menumbuhkan Pendidikan Wiramuda ini.

Soal inspirasi tentu saja ini merupakan kelanjutan komitmen dari Jaringan RumahUSAHA yang telah selama 13 tahun ini bergerak dinamis menumbuhkan pendampingan bisnis berkelanjutan. Model pendampingan bisnis berkelanjutan ala JRU yang sudah terbukti berhasil menelurkan puluhan unit usaha secara efektif kemudian dipadukan dengan fasilitas yang ada di BP Dikjur, kemampuan akses dan sinergi pasar dari Kadin Jateng, dan tentu saja fasilitasi pembiayaan dan pemberdayaan finansial dari KBI Semarang.

Sekarang berapa jumlah siswa atau peserta wiramuda? Sudah berapa angkatan?
Jumlahnya 12 anak. Baru satu angkatan.

Dari kalangan atau profesi apa saja para siswa yang ikut?
Semuanya lulusan SMA dengan keragaman latar belakang keluarga yang seluruhnya kurang beruntung secara finansial. Ada yang berpengalaman menjadi tukang sampah keliling, penggembala kambing, pramusaji di warung, petugas antaran di Pizza Hut, dan pekerja di sebuah pabrik kampas rem di Tangerang.

Rata-rata para siswa tertarik untuk bergabung di Wiramuda karena apa? Sebagian besar dari mereka sudah menjalankan usaha atau baru akan memulai?
Karena mereka ingin menjadi wirausaha. Semuanya belum memiliki usaha dan setelah menjalani Masa Pendampingan pada bulan Mei 2009 nanti akan dikelompokkan untuk membangun bisnis sendiri yang berhubungan dengan ranah grafika dan visual.

Apakah mereka mengungkapkan kendala-kendala yang dihadapi dalam berwirausaha?
Kendala tentu saja karena mindset mereka harus diubah dulu dari menjadi pekerja ke pemilik usaha. Selain kompetensi, kami juga konsentrasi penuh untuk membangun karakter mereka menjadi lebih tangguh, lebih telaten, dan lebih cerdas dalam menghadapi seluruh situasi kewirausahaan yang relatif kompleks—sekompleks kehidupan.

Apakah para siswa hanya diberikan teori atau juga praktek langsung berwirausaha?
Kami selalu memberikan teori yang kemudian langsung mereka praktikkan. Hari ini kami sudah membentuk kelompok pendampingan mereka yang akan berkecimpung di ranah industri kreatif dan desain komunikasi visual yang langsung memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengeksplorasi diri mereka lebih dalam.

2 Responses

  1. […] bagi Saya dan rekan-rekan Saya di desa yang sedang berusaha memberdayakan diri melalui kegiatan wirausaha. Possibly related posts: (automatically generated)BELAJAR DARI PRINSIP DAN KIAT SUKSESPRINSIP […]

  2. keren…🙂
    semangat wirausahanya patut ditularkan ke semua lini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: