Mencipta Hubungan Seks yang Berkualitas dalam Perkawinan

Seks memang bukan segala-galanya dalam perkawinan tetapi merupakan suatu kebutuhan yang bisa membantu menjaga kelanggengan dan keharmonisan hubungan suami istri. Tidak jarang ada masalah yang bisa mengganggu hubungan seksual antar pasangan suami istri/ pasutri. Seks bukan cuma berhubungan intim atau ‘making love’ tapi juga berintim-intim ria, bermesraan dalam arti yang sebenarnya. Berarti bukan cepet-cepetan seperti kejar setoran.

Sekarang kita coba bahas masalah yang sering terjadi pada pasutri: yaitu Ejakulasi dini

Ejakulasi dini yaitu ketidakmampuan seorang pria untuk mengontrol ejakulasinya sampai tercapai hubungan yang memuaskan bagi kedua belah pihak.
Berapa menit-kah yang ‘normal’ itu? Ada beberapa pendapat, ada ahli yang mengatakan bahwa waktu 2 menit setelah penetrasi penis ke vagina adalah batasnya. Jadi kalau hanya bertahan kurang dari 2 menit, berarti termasuk ejakulasi dini. Tapi ada juga yang mengatakan dengan tolok ukur banyaknya gosokan penis ke vagina, yaitu bila kurang dari 20 kali maka disebut ejakulasi dini.  Ahli lain berpendapat bahwa tolok ukurnya adalah bila tidak bisa mengontrol ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme, maka disebut ejakulasi dini.

Ejakulasi dini perlu diobati bila terasa mengganggu kenyamanan dan hubungan rumah tangga pasutri, atau bila menimbulkan infertilitas atau tidak punya keturunan. Pada ejakulasi dini yang berat, ejakulasi bahkan terjadi sebelum terjadi penetrasi (masuknya) penis ke vagina. Dengan demikian, sperma tidak bisa masuk ke jalan lahir, dan otomatis tidak bisa membuahi sel telur.

Sekitar 30 persen pria di AS mengalami ejakulasi dini. Dalam penelitian multinasional yang melibatkan 8860 pria dari Italia, Jerman dan AS didapatkan prevalensi ejakulasi dini sekitar 26 persen untuk tiap negara tersebut.
Apa penyebab ejakulasi dini?

Penyebab ejakulasi dini bisa dari faktor psikis dan dari faktor fisik. Penyebab dari faktor psikis misalnya karena istri lebih dominan, istri lebih tinggi status sosial ekonominya, perkawinan yang tidak seimbang, istri galak. Atau bisa juga karena suami gampang minder, rendah diri, kurang percaya diri. Rasa takut tidak bisa memuaskan istri juga malah membuat suami menjadi tegang dan tidak bisa menikmati permainan cinta dan pemanasan, malah membuat ejakulasi terjadi sebelum permainan dimulai.
Kebiasaan terburu-buru juga bisa membuat seorang pria menjadi ejakulasi dini. Misalnya dulunya sering melakukan masturbasi dengan buru-buru, karena takut ketahuan, misalnya. Pada saat sudah menikah, kebiasaan itu terbawa dan secara alam bawah sadarnya inginnya selalu cepat selesai dan terburu-buru. Jadi timbul kebiasaan ingin mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa.  Pada survei yang dilakukan pada 789 pria di Inggris, didapatkan ejakulasi dini berkaitan dengan kecemasan.

Penyebab fisik  pada ejakulasi dini ada hubungannya dengan zat yang disebut serotonin. Pria yang mempunyai kadar serotonin yang rendah mempunyai ambang ejakulasi yang rendah, sehingga cepat mengalami ejakulasi. Selain itu bisa juga ada hipersensitivitas glans penis (daerah ‘topi helm’ pada penis) yang menyebabkan stimulasi berlebihan.

Ada juga penyebab fisik lainnya seperti: radang pada prostat, trauma sistem saraf simpatis, infeksi saluran kencing, diabetes/ kencing manis, arteriosklerosis atau pengerasan dinding pembuluh darah, penyakit kardiovaskuler, penyakit pada organ genitourinaria (saluran kemih dan organ genital), penyakit saraf sistemik.
Dan yang paling penting, ejakulasi dini juga banyak terjadi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi, atau gangguan ereksi.

Pengobatan
Sekarang ini pilihan terapi dan pengobatan ejakulasi dini ini sudah cukup beragam. Ada sex therapy dan obat oral/ minum dan obat topikal/ oles.
Dulu adanya hanya sex therapy yang berupa latihan yang diciptakan oleh  pakar seksologi Amerika Master dan Johnson. Latihan ini bertujuan melatih suami untuk mengontrol ejakulasi dengan bantuan istri. Salah satunya ada dengan squeeze technique. Pada dasarnya cara ini dilakukan dengan beberapa langkah untuk meningkatkan adaptasi suami terhadap rangsangan kenikmatan hubungan seksual dengan cara menekan glans penis sebelum rangsangan mencapai klimaks/ ejakulasi. Selain itu ada beberapa cara lain yang bisa mengontrol rangsangan pada penis dan alat genital.

Pemakaian obat topikal atau obat oles sudah lama dikenal. Ini dimaksudkan untuk mengurangi rangsangan pada batang penis, sehingga tidak terasa sensasi atau ‘pati rasa’. Kadang dikeluhkan dengan obat oles ini mengurangi rangsangan dan kenikmatan. Saat ini sedang dikembangkan obat oles yang tidak membuat kebal dan pati rasa, tapi bisa memperlama waktu ejakulasi.

Obat oral atau obat minum yang bisa digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dari golongan SSRI atau selective serotonin reuptake inhibitor. Diharapkan serotonin akan meningkat dan ejakulasi bisa tertunda, bisa tahan lebih lama. (Dr Andi Sugiarto, SpRM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: