Food and Beverage jadi Tren Bisnis 2009 di Semarang

Food and Beverage masih akan menjadi tren bisnis di Semarang untuk tahun 2009. Ini masih melanjutkan tren bisnis di Semarang pada tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2008 banyak tempat kuliner yang buka untuk kelas menengah ke atas, di tahun 2009 ini diprediksi tempat kuliner akan lebih banyak didominasi untuk target menengah.

“Tahun ini orang akan lebih senang untuk mencari entertainment, seperti wisata atau menonton hiburan, karena itu mereka akan menyisihkan sedikit uang dari kuliner. Tempat-tempat makan yang menyediakan menu dengan harga terjangkau akan menjadi tren. Namun tempat-tempat makan untuk kelas menengah ke atas juga tetap akan tumbuh,” papar Bram Suryo Kusuma, Managing Director Bright Indonesia

Tumbuhnya kuliner di Semarang, lanjut Bram, karena Semarang merupakan kota bisnis dengan tingkat hunian hotel yang tinggi. Namun berbeda dengan kota lain seperti Yogyakarta misalnya, mereka yang menginap di hotel di Semarang rata-rata hanya untuk short time. Dengan kecenderungan seperti itu, kuliner untuk kelas menengah ke atas akan tetap tumbuh seiring tumbuhnya bisnis di Semarang.

“Sebenarnya tingkat hunian hotel yang tinggi ini juga bisa dibidik untuk meningkatkan iklim pariwisata di Semarang. Namun belum maksimalnya pengelolaan wisata di Semarang menyebabkan keengganan mereka yang menginap di hotel untuk mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada. Jika mau menyontoh Singapura, pemerintah kota harusnya mengajak kerjasama hotel yang ada untuk meningkatkan kunjungan wisata di Semarang,” tandas Bram, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro ini.

Pengemasan dan pemasaran tempat wisata di Semarang diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri kota Semarang di tahun 2009. Menurut Bram, tidak perlu muluk-muluk untuk target pasar. “Sebenarnya pasar regional Jawa Tengah jika dimaksimalkan juga akan mampu meningkatkan kunjungan wisata. Perlu diinget Semarang adalah ibukota Jawa Tengah. Dengan berbagai potensi yang dimiliki tentu akan mudah menarik minat penduduk Jawa Tengah untuk mengunjungi Semarang,” tambah bujang yang semasa kuliah aktif di AIESEC Undip ini.

Berkait dengan pencanangan tahun 2009 sebagai tahun industri kreatif, Bram mengemukakan, untuk kota Semarang bisnis yang berkait dengan grafika lah yang akan menjadi tren. Ini juga karena tahun 2009 ini akan ada pemilu dan pilpres. “Desain grafis, digital printing, atau bisnis lain yang berkait dengan komunikasi visual juga akan menjadi tren di tahun 2009 ini. Baik mereka yang menyediakan layanan terpadu dari proses desain sampai proses cetak, ataupun yang hanya konsisten di satu bidang saja tetap akan bisa tumbuh,” prediksinya.

Bagi yang akan memulai usaha di tahun 2009 ini, Bram menyarankan untuk membuka usaha yang berkait dengan dua tren di atas. Namun tidak menutup kemungkinan untuk mereka yang akan memulai bisnis untuk memulai sesuai dengan kebutuhan lingkungannya. “Semisal untuk mahasiswa, mereka tentu lebih tahu kebutuhan teman-temannya saat ini. Dengan begitu mereka bisa memenuhi kebutuhan lingkungannya. Tidak harus selalu dengan modal uang dulu, mereka bisa juga menjadi supplier, ini tentu lebih meringankan bagi mereka yang akan memulai bisnis,” jelas pria yang berkantor di daerah Sampangan ini.

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: