Suvenir Wedding Kini Lebih Bervariasi

Suvenir kini tak hanya sebagai pelangkap acara pernikahan. Lebih dari itu, piranti yang biasa dibawa pulang tamu sebagai kenang-kenangan tersebut dianggap dapat membangkitkan memori akan sebuah pernikahan. Karena itu, kini mempelai memesan suvenir sebagus mungkin. Agar dapat dijadikan barang yang ekslusif dan menunjukkan status sosial yang punya hajat. 

Menurut Monique, pemilik Monique Wedding Gallery, tren masyarakat dalam memandang suvenir pernikahan sekarang sudah jauh berbeda. “Dulu suvenir atau pernak pernik pernikahan masih dianggap sebagai barang yang mewah dan mahal. Sekarang tidak lagi,” ujarnya. Dulu, suvenir juga belum dianggap begitu penting. “Orang dulu lebih mementingkan makanan yang disajikan. Suvenir nomor dua,” kata Monique yang memiliki tempat usaha di Ruko Gajah Raya Semarang ini.

Sekarang lanjut dia, suvenir seolah menjadi barang yang wajib ada. Bentuk dan modelnya juga lebih bervariasi. Bisa juga suvenir disesuaikan dengan tema acara. “Misalnya acaranya bertema Jepang, ada yang minta dibuatkan suvenir berupa boneka atau tempat tisu bermotif Jepang,” katanya.

Monique yang berbisnis suvenir sejak tahun 1991 ini mengatakan untuk jenis suvenir pesanan khusus seperti itu, dia kerap harus membuatnya sendiri. Suvenir buatan tangan atau handmade memang lebih ekslusif daripada yang berupa barang jadi. “Meski jumlahnya sedikit, ada yang minta dibuatkan yang aneh-aneh. Seperti peti harta karun,” tambah wanita yang memulai bisnis dari hobinya membuat pernak-pernik ini.

Ada pula yang meminta suvenir impor. Yang ini tentu harganya lebih mahal. Menurutnya, banyak barang jadi yang diimpor dari Cina dan Malaysia dijadikan suvenir pernikahan.”Produk impor biasanya berupa pulpen atau jam. Yang begini sering dipesan kalangan menengah keatas,” katanya.
Seiring perkembangan waktu, bisnis Suvenir Monique pun melebar. Kini dia tak hanya melayani pesanan suvenir untuk pernikahan, namun juga hantaran untuk lamaran, acara ulang tahun, dan menyediakan pagar bagus dan pagar ayu. Menurutnya, mengelola pagar bagus dan ayu ini bukan tanpa sebab. “Dulu hantaran lamaran biasa dibawa pihak keluarga. Namun kini mereka tak mau repot dan minta dibawakan sekalian. Sejak itulah bisnis pagar ayu saya kelola,” tuturnya.

Meski pasar Semarang belum sebesar di kota-kota lain, dia mengaku tetap optimis. Menurutnya, bisnis tersebut akan tetap dibutuhkan terus. “Setiap bulan pasti ada orang menikah. Di situlah prospek muncul,” tukasnya. Guna menjaga konsumen, dia selalu mengedepankan mutu dan kualitas. Karena itu promosi bisnis ini lebih banyak dilakukan dengan cara getok tular.

2 Responses

  1. Almtnya monique wedding gallery dmn y?
    Hrg suvenir pernikahan berkisar brp?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: