Food Festival dengan AC dan Free Hotspot

Tempat-tempat makan baru terus bermunculan di Semarang. Di antara lokasi-lokasi tersebut, pusat jajan serba ada atau pujasera menawarkan sajian kuliner yang beranekaragam dalam satu tempat. Bisnis pujasera menjadi cukup dilirik seiring kebutuhan konsumen akan tempat makan yang lengkap. Pujasera menawarkan konsep tempat makan yang all in one. Belakangan ini, pujasera tampil makin cozy dengan menawarkan berbagai fasilitas yang lengkap seperti ruangan full AC dan free hotspot. Pujasera Yukitamakan di Jl Kimangunsarkoro No.8 Semarang misalnya.

Manager Yukitamakan Agung Buwono mengatakan fasilitas AC dan free hostpot diberikan karena di Semarang belum ada pesaingnya. “Kita menawarkan tempat makan indoor yang nyaman. Sejauh ini yang berfasilitas seperti itu adalah pujasera di mal-mal,” ungkapnya.

Menurutnya, Yukitamakan mengambil konsep food festival yang menyediakan pilihan makanan yang variatif. Beberapa konter masakan ternama ada di tempat makan yang berdiri sejak 10 Desember 2007 ini. Diantaranya ada Bakmi Jakarta dan Siomay Jony. Total ada 16 konter di tempat tersebut.

Untuk menjaga agar sajian tetap bervariasi, pengelola Yukitamakan menerapkan aturan konter yang masuk tak boleh menawarkan jenis masakan yang sama. “Sebelum konter masuk, kita juga mengadakan test food. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan pada konsumen,” katanya.

Syarat lainnya, konter diwajibkan menyerahkan deposit uang Rp. 2,5 juta. Pihak pengelola menetapkan profit sharing sebesar 80 % untuk konter dan 20 % untuk pengelola pujasera. Minimal konter harus menyerahkan bagi hasil sebesar Rp. 1,25 juta setiap bulannya.

Agung mengatakan, tempat makan berkapasitas 180 tempat duduk ini menyasar semua kalangan. Yukitamakan banyak dikunjungi pegawai kantor dan keluarga, terutama saat jam makan siang.

Mantan karyawan bank ini menambahkan bisnis pujasera mempunyai prospek yang cerah di Semarang. Sebab, makan merupakan kebutuhan dasar setiap konsumen. “Tadinya saya mau membuka tempat bilyard atau karaoke. Namun kedua jenis usaha tersebut sudah mengalami titik jenuh. Akhirnya saya putuskan membuka pujasera,” paparnya.

Meski cukup prospektif, diakuinya laju bisnisnya saat ini belum stabil. Faktor promosi yang kurang dikatakannya menjadi salah satu penyebabnya. Untuk membuat konsumen agar tetap datang, dia selalu menjaga kualitas makanan dan mengedepankan pelayanan. “Kami siap bersaing dengan pujasera-pujasera di mal,” jelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: