Hikmat Kurnia: Modal Bukan Segalanya dalam Memulai Usaha

Hikmat Kunia adalah contoh nyata bahwa modal bukan segalanya dalam memulai usaha. Meski awalnya tidak punya modal, Hikmat Kurnia mampu membangun penerbitan yang didirikan menjadi yang terbesar kedua di Indonesia. Berawal dengan menerbitkan buku-buku yang bertema pertanian, sekarang hampir semua segmen buku telah dikuasai oleh buku-buku dari Agromedia Group.

“Saat saya memutuskan keluar dari pekerjaan banyak yang menyayangkannya, karena jabatan saya waktu itu sudah manajer. Namun saya bertekad untuk memulai berwirausaha. Jika bekerja untuk perusahaan orang saja saya bisa mengelola, tentu saya juga bisa mengelola jika mendirikan usaha sendiri,” papar Hikmat Kurnia saat mengisi acara yang diadakan Senity (Smart Entrepreneur Community) di Semarang beberapa waktu lalu.

Pertama keluar kerja lelaki lulusan jurusan sastra ini, hanya memiliki uang yang cukup untuk hidup tiga bulan keluarganya. Karena itu, semua pengeluaran mulai diperketat. Untuk modal awal Hikmat Kunia tidak memiliki cukup uang untuk mendirikan sebuah penerbitan, maka lelaki yang tinggal di Jakarta ini, meminjam kepada beberapa rekannya. Namun Hikmat Kunia lebih memilih bentuk kerjasamanya sebagai penanaman modal daripada hutang.

“Keluar dari kantor saya diberi mobil yang lumayan bagus, mobil tersebut kemudian saya jual. Sebagian untuk beli mobil yang lebih murah untuk transportasi, sedang sebagian untuk modal. Namun uang dari penjualan mobil tersebut belum cukup. Karena saya sudah lama bergelut di penerbitan saya sudah memiliki networking. Modal networking inilah yang kemudian saya gunakan untuk mengatasi keterbatasan modal uang,” tambah lelaki yang sudah hobi menulis sejak kuliah ini.

Awal berwirausaha Hikmat Kunia hanya memiliki satu orang karyawan dan itu adalah office boy. Untuk mengatasi keterbatasan karyawan, lelaki yang memiliki latar belakang keluarga PNS ini, bekerja dengan menambah jam kerja. Hampir setiap hari dan akhir pekan Hikmat Kunia pulang malam untuk menyelesaikan pekerjaannya. Baru setelah usahanya berjalan dia merekrut satu orang temannya untuk bekerja bersama.

“Buku pertama kami terbitkan dengan stock terbatas, yaitu seribu sampai dua ribu buku yang kami cetak. Untunglah buku yang pertama kali kami cetak langsung meledak dipasaran. Namun itu tidak semudah yang dibayangkan, saya mendistribusikan sendiri buku-buku tersebut. Lucunya saat saya bertemu dengan teman bagian distribusi kantor saya dulu, pasti dia langsung membantu mengangkat buku-buku tersebut,” ungkap Hikmat Kunia sambil melepas tawa.

Pilihan Hikmat Kunia untuk membidik buku-buku bertema pertanian karena saat itu hanya ada dua penerbit yang menerbitkan buku-buku pertanian. Dia mengungkapkan seandainya dia tidak bisa menjadi nomor satu, dia masih bisa menjadi nomor tiga. Namun karena pengetahuannya yang mendalam di dunia penerbitan, lelaki yang banyak senyum ini mampu melewati targetnya.

“Pesaing waktu itu sangat lambat dalam merespon tren, di situlah peluang untuk kami bisa masuk. Dengan tema buku dan desain cover yang memiliki ciri khas tersendiri, kami mampu berkembang cepat. Setahun setelah Agro Media berdiri, kami mendirikan banyak cabang, termasuk salah satunya yang banyak dikenal adalah Gagas Media,” papar lelaki yang memutuskan keluar kerja tahun 2001 ini.

Setelah sukses dengan usahanya, Hikmat Kunia tidak berhenti. Lelaki ini menganggap bahwa buku perlu dibaca oleh lebih banyak orang di Indonesia. Menurutnya, selama ini buku identik dengan image yang tidak enak, seperi kutu buku dan lainnya. Padahal seharusnya buku bisa dinikmati semua lapisan masyarakat, karena itu buku harus menjadi gaya hidup tiap orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: