Testy, Model yang Ingin Jadi Notaris

Langit mulai temaram saat Testy keluar dari mobil di tempat parkir depan Perpustakan FH (Fakultas Hukum) Undip (Universitas Diponegoro). Langkahnya sangat tertata saat melewati beberapa mobil yang parkir di tempat itu. Sambil berjalan, cewek yang memiliki nama lengkap Testy Angriany Maramis ini, mengangkat telephon genggamnya yang berdering. Namun, mulutnya yang mungil langsung tersenyum ramah begitu melihat Reporter Simpang5 yang akan mewancarainya.

Sesaat kemudian Testi sudah bergaya di depan kamera, untuk diambil gambarnya di teras Auditorium Undip. Beberapa kali sapaan dari teman maupun dosen yang mengenalnya dibalas dengan senyum. “Maaf ya Mas, tadi saya harus ikut seminar jadi mundur dari jadwal semula,” ucap Testy membuka pembicaraan. Pembicaan pun kemudian mengalir, mahasiswi FH Undip ini dengan lancar menjawab satu persatu pertanyaan.

Meski terlihat cukup terampil dalam mengungkapkan argumentasi, namun cewek kelahiran tahun 1987 ini, mengaku tidak ingin menjadi pengacara. Karena itu mahasiswi semester IV ini, berencana mengambil jurusan Perdata, alasannya karena dia ingin menjadi seorang notaris. “Sejak awal sudah terlihat jika bakat saya di notaris,” ucapnya sambil tersenyum. Dia juga menambahkan, dengan manjadi notaris tentunya akan lebih mudah mengatur pekerjaan dan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga nantinya.

Bagaimana Testy meraih cita-citanya tersebut? Sebagai seorang model yang telah lebih dari tujuh tahun bergelut di dunia modeling, atau tepatnya saat masih sekolah di SMP, tentu gadis yang hobi renang ini, sering dibentrokkan antara waktu untuk pendidikan dan waktu di dunia modeling. Jika itu yang terjadi, maka cewek penyuka Bakmie Jowo ini, akan menimbang-nimbang mana yang akan lebih diprioritaskan. Namun tentunya Testy tetap tahu jalan mana yang akan tetap ditempuh untuk meraih cita-citanya tersebut.

“Untuk pembagian waktunya, yang jelas adalah penyesuaian antara kerja saya sebagai instruktur model di Exist Modelling dengan jadwal kuliah saya. Untuk instruktur waktunya 2 kali dalam seminggu, yaitu Selasa pukul 16.00 – 18.00 dan Minggu pukul 10.00 – 12.00. Untuk hari Selasa bisa dibilang saya full time, selesai kuliah pukul 14.30 saya langsung kerja, setelah itu pukul 19.00 saya kuliah lagi,” papar dara yang suka menulis puisi ini.

Itu belum termasuk kesibukan Testy jika ada kegiatan-kegiatan tertentu, seperti pemotretan untuk iklan atau pun untuk mengikuti seminar, baik sebagai panitia maupun peserta. Untuk itu, cewek yang pernah menjadi wisudawati terbaik tahun 2002 di Exist Modelling ini memang harus pandai-pandai menjaga staminanya, tanpa mengurangi kemampuannya dalam menyerap ilmu di perkuliahan.

“Jika besok ujian, tapi saya ngantuk, ya saya istirahat. Saya tidak mau terlalu memberatkan diri sendiri. Untunglah kuliah saya lebih banyak menggunakan logika, jadi tidak terlalu banyak menghafal untuk ujian. Meski begitu, teman-teman banyak mengatakan IPK (Index Prestasi Kumulatif – red) saya bagus, tapi saya tetap kurang puas dengan nilai yang sudah saya dapatkan,” papar Finalis 15 Besar Jawa Tengah Miss Indonesia 2008 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: