Maron, Dahaga Semarang Akan Wisata Pantai

maron-3.jpgBerawal dari cerita seorang teman, saya tertarik untuk mengunjungi Pantai Maron. Namun, tentu saya tidak berharap terlalu tinggi akan menemui keindah pantai seperti pantai Kuta di Bali. Bisa bermain di atas pasir pantai dan berenang di tepian pantai tentu sudah cukup menyenangkan.

Pantai Maron yang terletak di daerah barat Semarang, tepatnya di sekitar muara Sungai Silandak ini, bisa ditempuh dari dua tempat, yaitu dari Bandara Ahmad Yani atau dari Perumahan Graha Padma, Krapyak. Kira-kira berjarak 3 km dari jalan raya kita sudah bisa sampai di lokasi. Jika menggunakan kendaraan bisa ditempuh sekitar 10 menit. Namun jika ingin jalan kaki, dari ujung perumahan Graha Padma saja bisa memakan waktu 30 menit.

Jangan bayangkan akan melewati jalanan aspal yang mulus ketika menuju Pantai Maron. Jalanan masih berupa tanah padas keras berwarna putih, jika turun hujan beberapa bagian jalan akan berubah jadi becek dan licin. Namun jalanan menuju Pantai Maron juga menawarkan keindahan tersendiri. Hamparan alam yang luas akan terasa sangat indah jika langit sedang berwarna biru. Apalagi setiap saat kita juga bisa melihat pesawat terbang yang lepas landas maupun mau mendarat di Bandara Ahmad Yani.

Nama Maron sendiri konon karena pantai ini masih merupakan milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad), karena merah maron merupakan warna khas baret Penerbad, maka pantai ini disebut Pantai Maron. Memang kurang jelas siapa yang mengelola Pantai Maron. Yang jelas setiap masuk pantai Maron kita cukup membayar 2 ribu rupiah, untuk biaya parkir.

Jika biasanya pantai Laut Utara itu terjal karena banyak batu karang atau batu penahan ombak seperti di Pantai Marina, tetapi di Pantai Maron bentuknya landai dan berpasir. Pasirnya nyaris seperti di Bali, hanya saja warnanya tidak putih. Mungkin karena itu, suasana pantai benar-benar bisa dirasakan, meski jarang dijumpai keindahan ombak seperti di pantai-pantai di daerah Bali maupun Jogja.

Selain keindahan pantai, kita juga bisa menikmati beragam menu kuliner. Deretan panjang warung yang berada tidak jauh dari bibir pantai sangat memudahkan pengunjung yang ingin mengisi perut jika terasa lapar. Menu yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari nasi goreng, mie goreng, soto, bakso, mie ayam, sate ayam, sate kambing, dan berbagai menu lainnya. Namun tampaknya sate ayam menjadi menu yang paling banyak ditawarkan.

Jika berkunjung ke Pantai Maron pada Sabtu Sore, Minggu Pagi, Minggu Sore, atau hari-hari libur, bisa dipastikan pelancong yang datang sangat banyak. Bahkan bisa dikatakan tidak kalah dari jumlah pelancong di Parangtritis Jogja ataupun Kuta Bali. Hampir setiap sudut pantai dan warung-warung di tepi pantai penuh oleh pengunjung.

Hanya saja patut disayangkan kurangnya perawatan lingkungan menjadikan Pantai Maron terlihat kurang bersih. Banyak sampah-sampah yang terlihat di sudut-sudut pantai. Jika saja Pantai Maron lebih bersih tentu bisa menjadi obyek wisata andalan Kota Semarang. Jika pun dengan keadaan seperti sekarang juga sudah banyak pengunjung, bisa jadi ini hanya dahaga warga Semarang akan wisata pantai.

One Response

  1. iya nih….pantai MARON tuh dimana to mas…?

    sunsetnya bagus gak….?

    (masalahe sama disparta belum dibasang plang )

    opo meneh dishub…..

    kalo saya mau cari pantai dan sunset di semarang malah blusukan ke pantai di belakang terminal container – sebelah timur gerbang masuk “TANAH MAS” lama

    sekarang malah terancam dengan adanya pembangunan terminal LPG yang baru di buat pondasinya.

    nek pas sunset jian apik tenan….sumpah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: