Gatot Indraputra, Pengusaha Kafe

Punya Keinginan Menjajah Jakarta

gatot-2.jpgANAK muda yang satu ini benar-benar ngga ada matinya. Gagal pada usaha pertamanya saat mendirikan warnet (warung internet) tidak membuatnya surut, bahkan lulusan SMA 1 Semarang ini, makin tertantang untuk mencoba berwirausaha lagi. Setidaknya kini lima unit usaha telah dikelolanya. Bahkan, untuk ke depan, cowok yang masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini, bertekad untuk menjajah Jakarta.

Kenapa ingin menjajah Jakarta? Jawabnya simple tapi mendalam. Menurutnya selama ini apa yang datang dari Jakarta selalu disambut dengan gegap gempita di Semarang. “Selama ini kita dijajah Jakarta. Karena itu saya memiliki target jangka panjang untuk menjajah daerah barat, yaitu Jakarta dan Bandung,” jawab Gatot Indraputra saat ditemui di Buket, salah satu unit usaha yang berada di daerah Tembalang, seolah mengajak kawula muda Semarang lainnya untuk lebih kreatif sehingga tidak membeo daerah lain.

Untuk sementara kita lupakan dulu Gatot yang sekarang, Gatot yang sudah berwirausaha sejak tahun 1999 lalu. Mari kita lihat jejak Gatot saat pertama kali mendirikan usahanya. “Awalnya saya mendirikan warnet bersama delapan teman-teman sesama alumni SMA 1 Semarang. Tapi hanya bertahan selama dua tahun. Ya saya anggap saya gagal dalam usaha pertama tersebut. Namun, banyak sekali hal yang bisa saya ambil dari kegagalan tersebut,” ungkap Gatot.

Apa saja pelajaran yang diambil Gatot dari kegagalannya itu? Pertama, jika ingin mendirikan usaha jangan terlalu banyak orang karena tidak akan efektif. Terlalu banyak ego tidak akan baik buat usaha. Kedua, harus tahu apa yang akan diperbuat ke depan. Ibaratnya masuk ruangan harus tahu keluarnya kapan dan bagaimana.

Berkaca dari kegagalan itu, Gatot banyak belajar pada praktisi-praktisi bisnis. Jika orang lain banyak bertanya dengan pertanyaan yang melangit. Gatot bertanya hal yang mendasar. “Banyak literatur dan juga tokoh-tokoh bisnis terkemuka yang saya tanya dengan pertanyaan yang kesannya sepele, yaitu bagaimana cara memulai usaha. Sebagai pemula, bagi saya itulah hal terpenting untuk saya ketahui,” ujar Gatot.

Alhasil, Gatot mendapat jawabannya. Menurut para pebinis, seperti dikatakan Gatot, ada dua hal yang perlu diperhatikan jika ingin memulai bisnis. Yang pertama, jangan melakukan bisnis lobi atau bisnis non-real,  tapi berbisnislah yang real. Contohnya bisnis beras. “Kita jual beras satu kilogram mungkin untungnya sedikit, tapi setiap orang pasti membutuhkannya. Jadi, kita jual sekian kilogram untungnya sekian rupiah, itulah bisnis real,” jelas Gatot

Sedangkan hal yang kedua untuk memulai bisnis adalah dengan memilih bisnis yang sesuai dengan minat, sehingga ketika bekerja akan mengeluarkan kemampuan sepenuh hati. “Saya itu orangnya senang ngobrol, tapi waktu itu di Semarang ngga ada tempat untuk ngobrol. Selain itu saya juga suka minum kopi. Maka dengan pertimbangan itulah kemudian saya mendirikan Buket bersama rekan saya. Di sini pengunjung bisa ngobrol berlama-lama, tidak sekadar datang makan terus bayar,” papar Gatot seraya menambahkan, jika Buket didirikan pada Juli 2003.

Namun jalan memulai bisnis memang tidak mudah, apalagi konsep yang ditawarkan Gatot tergolong baru. Karena itu untuk menekan biaya operasional, Gatot dan kedua rekannya sengaja untuk tidak punya pegawai. Mereka bertigalah yang kemudian menjadi karyawan. Dengan cara seperti itu menurut Gatot, bisa membuat dia tidak berjiwa nge-bos. Selain itu, dia juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi karyawan dari tingkat bawah.

Target awal yang ingin diraih Gatot pun tidak terlalu muluk-muluk. Sekadar bisa membayar kontrak dan listrik. “Harusnya bagi orang yang ingin membuat usaha dia menyertakan dana operasional selama dua tahun dalam modal awal. Dulu saya tidak melakukan itu, tapi belajar dari pengalaman saya seharusnya memang ada,” ujar Gatot ketika ditanya sarannya untuk pemula di dunia bisnis.

Semua strategi yang diterapkan Gatot tampaknya mulai membuahkan hasil. Setelah hampir lima tahun bergelut dengan usahanya. Kini Gatot dan beberapa partner yang berbeda telah mengelola lima unit usaha. Selain Buket, unit usaha lain adalah Ours, T’Buko, KNK, dan Lemonade. Meski Gatot menganggap langkahnya belum seberapa tapi setidaknya dia telah mewujudkan idealismenya. “Jika semua orang berpikir cepat-cepat lulus kuliah terus cari kerja, lalu siapa yang bikin usaha?” ucap Gatot dengan penuh kenyakinan. Anda ingin mencoba?

5 Responses

  1. […] di Semarang sebelum menjelajah kedai kopi lain di Semarang. Kedai kopi Buket didirikan oleh Gatot semenjak dia […]

  2. mAz gAtot zEL MiNtA iLmUnYa…
    ktMU JuSt fiVe minUtEs IzA??

  3. […] Sumber: Tabloid Simpang5 […]

  4. […] di Semarang sebelum menjelajah kedai kopi lain di Semarang. Kedai kopi Buket didirikan oleh Gatot semenjak dia […]

  5. mas lo ngatur waktu antara bisnis n kuliah gmn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: