Tips Berbicara di Muka Umum

Tulisan di rubrik ini pada bulan lalu yang berjudul ‘’Percaya Diri Berbicara di Muka Umum ‘’ mendapat banyak sekali respons positif. Sebagian besar mempertanyakan detail tahapan berbicara di muka umum. Tahapan-tahapan tersebut akan dituliskan secara serial mulai edisi ini.

Tahapan pertama berbicara di muka umum itu PERSIAPAN. Ini proses yang sangat penting sebab segala sesuatu tidak mungkin tanpa awalan. Bahkan, Tantowi Yahya, presenter kondang yang popularitasnya sebagai ’’pembicara di muka umum’’ sudah tak lagi diragukan mengatakan, ’’ Sehebat apa pun bakat dan pengalaman yang Anda miliki, persiapan menyumbang 90% dari keberhasilan berbicara Anda.”

Kenapa persiapan begitu penting? Karena pada tahap inilah kita sudah harus bisa memastikan bahwa komunikasi kita dengan audiens akan lebih efektif dan lebih dapat dimengerti. Berbicara tanpa persiapan selayaknya orang membidik tapi tanpa sasaran. Ya, persiapan membuat kita menjadi lebih percaya diri dan merasa nyaman ketika berbicara.

Apa saja yang harus dipersiapkan? Ada enam (6) hal penting yang perlu kita persiapkan: Siapa audiens kita?; Apa tujuan atau target yang ingin kita capai?; Mengapa topik ini begitu penting bagi mereka?; Di mana kita akan berbicara?; Kapan dan berapa lama waktu bicara kita?; dan, Bagaimana kita menyampaikannya?

Audiens Kita
Agar pembicaraan tepat sasaran dan materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan audiens, kita harus meneliti siapa audiens kita. Karena itu, kita harus memperhatikan hal-hal berikut:

1.    Berapa banyak orang yang hadir?
2.    Mengapa mereka hadir di ruang tersebut?
3.    Bagaimana tingkat pengetahuan yang mereka miliki atas topik pembicaraan?
4.    Apa harapan mereka atas topik pembicaraan?
5.    Berapa usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin mereka?
6.    Apa suku, etnis, dan agama mereka?
7.    Bagaimana gaya belajar mereka?

Jadi, buatlah materi sesuai dengan profil audiens. Ketidakcocokan antara isi materi dan profil audies dapat menimbulkan kerancuan saat melakukan pembicaraan. Contohnya, materi yang kaku dan baku tidak cocok untuk audiens remaja. Begitu pula, materi yang terlalu ringan tidak pas untuk kalangan intelektual.

Tujuan atau Target
Kita harus menyesuaikan materi sesuai dengan tujuan atau harapan audiens. Mereka akan tertarik pada pembicara yang memenuhi harapan dan kebutuhan mereka. Tentu saja materi itu harus bermanfaat buat mereka seperti informasi mengenai suatu topik atau hal yang sedang tren. Isi pembicaraan kita pun seyogianya mampu memotivasi, menghibur, menyentuh emosi, atau menginspirasi audiens.

Yang perlu dicermati, kita juga harus memperhatikan pemilihan kata, dan istilah serta dilengkapi dengan cara penyampaian yang pas. Bicara dengan tujuan menghibur audiens memiliki pilihan kata dan gaya penyampaian yang berbeda kalau kita berkehendak menginformasikan keunggulan suatu produk.

Pentingnya Suatu Topik
Agar pembicaraan kita bermanfaat dan tepat sasaran, pembicara seyogianya melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui mengapa suatu topik itu penting untuk audiens. Kita harus mempelajari latar belakang permasalahannya terlebih dahulu sebelum menetapkan sasaran pembicaraan. Penetapan sasaran sangat membantu dalam menentukan arah pembicaraan dan juga bermanfaat dalam memilih bahan yang sesuai.

Secara umum, sasaran pembicaraan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan: apakah bertujuan sebagai presentasi tugas, ataukah untuk memimpin rapat, mengisi kajian, dan sebagainya. Yang pasti, lakukan survei dahulu sebelum memutuskan menetapkan bahan pembicaraan. Kalau perlu lengkapi pula dengan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kapan dan Durasi Berbicara

Faktor waktu sangat penting bagi audiens. Kita harus mengetahui durasi kita berbicara karena itu akan berhubungan dengan bahan atau materi yang akan kita sampaikan. Kalau waktu yang ada tak banyak, bahan materi yang kita berikan juga harus singkat. Sebaliknya jika waktu tersedia cukup banyak, bahan materi bisa diberikan dengan contoh-contoh dan permainan (game). Manajemen waktu yang baik sangat dibutuhkan untuk mengatur kapan waktu untuk materi, istirahat dan sesi tanya-jawab.

Waktu berbicara juga menentukan bahan materi dan cara penyampaian kita. Pada pagi hari biasanya audiens masih sangat segar dan bersemangat. Itu berbeda ketika kita berbicara pada saat setelah jam makan siang di mana mereka mulai mengantuk dan kurang antusias. Jadi kita harus punya trik-trik untuk menciptakan suasana agar audiens tetap bersemangat.

Tempat Berbicara
Kita perlu tahu terlebih dahulu tempat kita akan berbicara. Apakah di dalam ruangan, luar ruangan, ballroom, lapangan tenis, atau stadion olahraga? Bagaimana kondisi geografisnya? Bagaimana lingkungannya? Berapa luasnya dan berapa audiens yang akan hadir? Sebab, kondisi tempat menentukan suasana pembicaraan. Suasana ruangan akan sangat berpengaruh terhadap penyerapan audiens. Sehebat apa pun pembicara bila tidak didukung suasana ruangan yang memadai, hasil bakal tidak maksimal. Dengan mengetahui kondisi tempat terlebih dahulu kita bisa mengatur untuk membuat suasana nyaman dan akan membantu audiens menyerap materi kita dengan baik.

Cara Penyampaian
Nah, kalau semua di atas sudah kita camkan baik-baik, ini saatnya penyampaian materi mulai dari pembukaan, isi, dan penutup. Bayangkan kita sudah berada di dalam forum melakukan ketiga hal tersebut.

Secara teknis, keberhasilan berbicara di muka umum dapat diukur lewat persentase kontribusi, sebagai berikut: 7%: penggunaan kata, 38%: penggunaan nada dan suara, 55%: penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh, dan gerakan tubuh

1. Pemilihan kata: Kata-kata dan istilah yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan pola pikir audiens. Sadari bahwa penggunaan kata-kata yang tidak tepat akan menimbulkan masalah.
2. Teknik penyampaian :
* Gunakan ekspresi dan intonasi yang tepat.
* Jeda sejenak untuk membantu peserta agar dapat mencerna materi yang sudah diterima.
* Bicara dengan jelas dan teratur.
* Bicara dengan volume memadai.
3. Bahasa tubuh: bahasa tubuh yang efektif akan mendukung pesan yang disampaikan. Pembicara tidak hanya harus mampu mengelola kata tapi juga harus mampu mengelola bahasa tubuh seperti gerakan tubuh, tangan, kontak mata, cara berdiri, dan ekspresi muka. Jangan terpaku di satu tempat seperti patung atau sibuk membaca catatan.

Nah, sampai di sini dulu. Bulan depan kita akan membahas lebih detail semua teknis di atas. Selamat mencoba!

Siap Berbicara di Muka Umum

Tulisan di rubrik ini pada bulan lalu yang berjudul ‘’Percaya Diri Berbicara di Muka Umum ‘’ mendapat banyak sekali respons positif. Sebagian besar mempertanyakan detail tahapan berbicara di muka umum. Tahapan-tahapan tersebut akan dituliskan secara serial mulai edisi ini.

Tahapan pertama berbicara di muka umum itu PERSIAPAN. Ini proses yang sangat penting sebab segala sesuatu tidak mungkin tanpa awalan. Bahkan, Tantowi Yahya, presenter kondang yang popularitasnya sebagai ’’pembicara di muka umum’’ sudah tak lagi diragukan mengatakan, ’’ Sehebat apa pun bakat dan pengalaman yang Anda miliki, persiapan menyumbang 90% dari keberhasilan berbicara Anda.”

Kenapa persiapan begitu penting? Karena pada tahap inilah kita sudah harus bisa memastikan bahwa komunikasi kita dengan audiens akan lebih efektif dan lebih dapat dimengerti. Berbicara tanpa persiapan selayaknya orang membidik tapi tanpa sasaran. Ya, persiapan membuat kita menjadi lebih percaya diri dan merasa nyaman ketika berbicara.

Apa saja yang harus dipersiapkan? Ada enam (6) hal penting yang perlu kita persiapkan: Siapa audiens kita?; Apa tujuan atau target yang ingin kita capai?; Mengapa topik ini begitu penting bagi mereka?; Di mana kita akan berbicara?; Kapan dan berapa lama waktu bicara kita?; dan, Bagaimana kita menyampaikannya?

Audiens Kita

Agar pembicaraan tepat sasaran dan materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan audiens, kita harus meneliti siapa audiens kita. Karena itu, kita harus memperhatikan hal-hal berikut:

1. Berapa banyak orang yang hadir?

2. Mengapa mereka hadir di ruang tersebut?

3. Bagaimana tingkat pengetahuan yang mereka miliki atas topik pembicaraan?

4. Apa harapan mereka atas topik pembicaraan?

5. Berapa usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin mereka?

6. Apa suku, etnis, dan agama mereka?

7. Bagaimana gaya belajar mereka?

Jadi, buatlah materi sesuai dengan profil audiens. Ketidakcocokan antara isi materi dan profil audies dapat menimbulkan kerancuan saat melakukan pembicaraan. Contohnya, materi yang kaku dan baku tidak cocok untuk audiens remaja. Begitu pula, materi yang terlalu ringan tidak pas untuk kalangan intelektual.

Tujuan atau Target

Kita harus menyesuaikan materi sesuai dengan tujuan atau harapan audiens. Mereka akan tertarik pada pembicara yang memenuhi harapan dan kebutuhan mereka. Tentu saja materi itu harus bermanfaat buat mereka seperti informasi mengenai suatu topik atau hal yang sedang tren. Isi pembicaraan kita pun seyogianya mampu memotivasi, menghibur, menyentuh emosi, atau menginspirasi audiens.

Yang perlu dicermati, kita juga harus memperhatikan pemilihan kata, dan istilah serta dilengkapi dengan cara penyampaian yang pas. Bicara dengan tujuan menghibur audiens memiliki pilihan kata dan gaya penyampaian yang berbeda kalau kita berkehendak menginformasikan keunggulan suatu produk.

Pentingnya Suatu Topik

Agar pembicaraan kita bermanfaat dan tepat sasaran, pembicara seyogianya melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui mengapa suatu topik itu penting untuk audiens. Kita harus mempelajari latar belakang permasalahannya terlebih dahulu sebelum menetapkan sasaran pembicaraan. Penetapan sasaran sangat membantu dalam menentukan arah pembicaraan dan juga bermanfaat dalam memilih bahan yang sesuai.

Secara umum, sasaran pembicaraan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan: apakah bertujuan sebagai presentasi tugas, ataukah untuk memimpin rapat, mengisi kajian, dan sebagainya. Yang pasti, lakukan survei dahulu sebelum memutuskan menetapkan bahan pembicaraan. Kalau perlu lengkapi pula dengan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kapan dan Durasi Berbicara

Faktor waktu sangat penting bagi audiens. Kita harus mengetahui durasi kita berbicara karena itu akan berhubungan dengan bahan atau materi yang akan kita sampaikan. Kalau waktu yang ada tak banyak, bahan materi yang kita berikan juga harus singkat. Sebaliknya jika waktu tersedia cukup banyak, bahan materi bisa diberikan dengan contoh-contoh dan permainan (game). Manajemen waktu yang baik sangat dibutuhkan untuk mengatur kapan waktu untuk materi, istirahat dan sesi tanya-jawab.

Waktu berbicara juga menentukan bahan materi dan cara penyampaian kita. Pada pagi hari biasanya audiens masih sangat segar dan bersemangat. Itu berbeda ketika kita berbicara pada saat setelah jam makan siang di mana mereka mulai mengantuk dan kurang antusias. Jadi kita harus punya trik-trik untuk menciptakan suasana agar audiens tetap bersemangat.

Tempat Berbicara

Kita perlu tahu terlebih dahulu tempat kita akan berbicara. Apakah di dalam ruangan, luar ruangan, ballroom, lapangan tenis, atau stadion olahraga? Bagaimana kondisi geografisnya? Bagaimana lingkungannya? Berapa luasnya dan berapa audiens yang akan hadir? Sebab, kondisi tempat menentukan suasana pembicaraan. Suasana ruangan akan sangat berpengaruh terhadap penyerapan audiens. Sehebat apa pun pembicara bila tidak didukung suasana ruangan yang memadai, hasil bakal tidak maksimal. Dengan mengetahui kondisi tempat terlebih dahulu kita bisa mengatur untuk membuat suasana nyaman dan akan membantu audiens menyerap materi kita dengan baik.

Cara Penyampaian

Nah, kalau semua di atas sudah kita camkan baik-baik, ini saatnya penyampaian materi mulai dari pembukaan, isi, dan penutup. Bayangkan kita sudah berada di dalam forum melakukan ketiga hal tersebut.

Secara teknis, keberhasilan berbicara di muka umum dapat diukur lewat persentase kontribusi, sebagai berikut: 7%: penggunaan kata, 38%: penggunaan nada dan suara, 55%: penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh, dan gerakan tubuh

1. Pemilihan kata: Kata-kata dan istilah yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan pola pikir audiens. Sadari bahwa penggunaan kata-kata yang tidak tepat akan menimbulkan masalah.

2. Teknik penyampaian :

* Gunakan ekspresi dan intonasi yang tepat.

* Jeda sejenak untuk membantu peserta agar dapat mencerna materi yang sudah diterima.

* Bicara dengan jelas dan teratur.

* Bicara dengan volume memadai.

3. Bahasa tubuh: bahasa tubuh yang efektif akan mendukung pesan yang disampaikan. Pembicara tidak hanya harus mampu mengelola kata tapi juga harus mampu mengelola bahasa tubuh seperti gerakan tubuh, tangan, kontak mata, cara berdiri, dan ekspresi muka. Jangan terpaku di satu tempat seperti patung atau sibuk membaca catatan.

Nah, sampai di sini dulu. Bulan depan kita akan membahas lebih detail semua teknis di atas. Selamat mencoba! (*)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 35 other followers

%d bloggers like this: